Kor lagu Natal 'indah dan sangat menyentuh' dilantunkan oleh para pelajar Muslim Lebanon

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Para pejalar Muslim menyanyikan lagu-lagu Natal di suatu gereja di Beirut, Lebanon

Kor lagu-lagu rohani yang dinyanyikan oleh para pelajar Muslim di gereja di Beirut dalam perayaan Natal disebut "sangat indah dan menyentuh" oleh para jemaah yang menghadiri konser Natal.

Video lagu Malam Kudus dalam bahasa Arab dinyanyikan para pelajar Muslim di gereja Katolik Santo Elie yang terletak di kawasan Muslim Beirut, banyak dibagikan di media sosial dengan komentar berisi pujian sebagai langkah toleransi yang menyentuh hati.

"Terima kasih telah berbagi momen yang indah ini," kata salah seorang pengguna. "Lebanon pada saat terbaiknya," tulis yang lain.

"Kontak antar agama ini merupakan kehidupan kami. Ini terjadi hampir setiap hari melalui pertukaran pelajar, aktivitas bersama dan juga konferensi nasional dan lain sebagainya," kata Mohamad Bassam dari Imam Sadr, yayasan yang menaungi kur pelajar Muslim ini.

Yayasan ini dibentuk ulama setempat, Musa Sadr, pada awal tahun 1963 dengan fokus pada pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan perempuan.

Penampilan pelajar putri di gereja Katolik tanggal 19 Desember lalu dengan mengiringi penyanyi Abeer Nehme ini merupakan salah satu dari konser Natal yang diselenggarakan dalam rangka konser Natal, Beirut Chants Festival.

Konser ini merupakan salah satu dari sejumlah acara Natal yang diikuti oleh kelompok paduan pelajar putri ini, kata Bassam.

Jemaah yang hadir dalam perayaan Natal di Beirut ini menyatakan terkejut saat menyaksikan para pelajar perempuan yang mengenakan jilbab masuk gereja untuk mengiringi Nehme.

Rami Al Khal yang mengikuti kebaktian mengatakan kepada media online The New Arab bahwa paduan suara pelajar putri itu sangat menyentuh.

'Perempuan berjilbab bernyanyi dengan khidmat'

Hak atas foto The Claudeelkhalil blog and lbc
Image caption Peringatan Natal di Beirut diramaikan dengan kur oleh siswi Muslim.

"Sangat menyentuh, sampai berdiri bulu kuduk saya. Tidak ada yang memperkirakan mereka akan ikut menyanyi. Sangat mengesankan," kata Al Khal.

"Perempuan berjilbab bernyanyi dengan khidmat, penampilan mereka luar biasa," tambahnya.

Reaksi lain melalui pengguna media sosial setelah menyaksikan video para pelajar ini memuji upaya lintas agama.

"Begitu indahnya. Semangat Natal yang indah. Tak ada perbedaan antara manusia. Kita semua sama," kata salah seorang pengguna.

"Saya harap dunia akan menyaksikan dan belajar dari Lebanon," kata yang lain.

Sekitar 40% penduduk Lebanon adalah pemeluk Kristiani dan lebih dari 50% Muslim.

Konstitusi pada 1926 menjamin perwakilan yang adil antara Muslim -termasuk Sunni dan Syiah- dan Kristen di pemerintahan dan kantor presiden serta Dewan Perwakilan Rakyat.

"Acara (lintas agama) seperti ini disambut oleh semua kalangan di masyarakat...Kami mendapatkan banyak telepon berisi ucapan terima kasih dan penghargaan karena acara seperti ini dilakukan," kata Bassam kepada BBC Indonesia.

Topik terkait

Berita terkait