Rio Haryanto 'masih berpeluang' turun di F1 2017

Rio Haryanto saat persiapan GP di Spanyol 14 Mei 2016. Hak atas foto Getty Images
Image caption Rio Haryanto saat persiapan GP di Spanyol 14 Mei 2016.

Balap Formula 1 2017 tinggal dua bulan lagi dan Rio Haryanto 'masih berpeluang' turun dalam musim balap F1 2017, langkah yang masih menjadi perdebatan di Indonesia terkait besarnya dana sponsor.

Dalam tiga bulan terakhir, pihak manajemen Rio melakukan perundingan dengan tim Sauber, namun batas waktu minggu terakhir Desember lalu sudah terlewati karena belum tersedianya dana dari sponsor, kata manager Piers Hunnisett.

Rio turun dalam 11 balap pada musim balap tahun lalu dengan kontrak sebagai pay driver atau pembalap yang membawa sponsor di Manor Racing dengan biaya total 15 juta euro atau setara dengan Rp209 miliar. Namun dana yang tersedia hanya delapan juta euro dengan Pertamina mensponsori lima juta euro.

Hunnisett mengatakan ketidakpastian dari Pertamina menyebabkan gagalnya perundingan untuk bergabung dengan Sauber.

Dia menambahkan bahwa Sauber - tim sejumlah pembalap besar seperti Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen - adalah pilihan pertama bagi Rio.

"(Namun) Masih ada tempat untuk Rio dan kami masih mengadakan pembicaraan dengan mereka untuk Rio kembali ke Manor. Masih ada peluang. Di F1 hal bisa terjadi sangat cepat dan juga bisa lambat," kata Hunnisett kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Rio Haryanto hanya turun dalam setengah musim balap.

Ia mengatakan dalam perundingan dengan Sauber, satu perusahaan Cina juga ingin turut menjadi sponsor bila Pertamina ikut serta.

Balap pertama musim ini akan dimulai di Melbourne pada tanggal 24 sampai 26 Maret 2017.

Besarnya dana untuk F1 ini menimbulkan perdebatan netizen dengan pihak yang menentang menyatakan keikutsertaan pembalap pertama Indonesia di F1 ini sebagai pemborosan dana.

Nama Indonesia sering disebut

Hak atas foto Getty Images
Image caption Rio Haryanto bersama para penggemarnya di Shanghai 14 April lalu.

"Buang uang percuma," kata salah seorang pengguna, tetapi yang lainnya menulis, "Seharusnya bakat tersebut diasah lagi biar semakin matang biar tim-tim bonafid lain tertarik."

Pengamat F1 Arief Kurniawan mengatakan besarnya dana untuk ikut serta di olahraga bergengsi ini berguna bagi Indonesia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Rio turun dengan tim Manor Racing.

"Bagi Indonesia tanpa pembalap F1 ya back to basic (kembali ke awal)...kan sebelumnya memang tidak pernah ada...biaya sebesar itu berguna karena nama Indonesia sering disebut-sebut baik oleh komentator maupun stakeholder F1 lainnya," kata Arief.

Setelah aksi Rio di balap musim lalu berakhir pada Agustus, wartawan F1 Adam Cooper dalam akun Twitternya menulis, "Saya merasa sedih untuk Rio Haryanto, tetapi dia telah melakukan kerja yang baik di luar perkiraan orang".

Pembalap Manor Pascal Wehrlein duduk di posisi 19 dalam klasemen musim balap lalu dengan satu angka sementara Esteban Ocon, pengganti Rio di posisi terakhir tanpa poin.

Dalam survei pembaca BBC Sport, pembalap Inggris dari Mercedes Lewis Hamlinton berada di posisi teratas sebagai pembalap terbaik sementara Rio berada di papan tengah.

Rekan satu tim Hamilton, Nico Rosberg, menjadi juara dunia dengan selisih angka hanya lima poin.

Topik terkait

Berita terkait