Facebook akan merilis fitur penangkal hoax di Jerman

getty Hak atas foto Getty Images

Facebook memperkenalkan fitur baru di Jerman untuk membantu melawan penyebaran berita-berita palsu di Jerman.

Jejaring media sosial terbesar di dunia ini mengatakan fitur ini akan memungkinkan pengguna di Jerman menandai berita-berita yang mungkin palsu.

Berita-berita ini kemudian diteruskan ke pihak ketiga yang akan melakukan verifikasi fakta, dan jika ditemukan bahwa berita itu tidak betul, unggahan itu akan diberi tanda "diperdebatkan."

Ini adalah langkah penting pertama terkait fitur penangkal hoax yang dijanjikan Facebook pada Desember lalu.

"Bulan lalu, kami mengumumkan langkah-langkah untuk mengatasi tantangan hadirnya berita palsu di Facebook," kata perusahaan itu pada Minggu (15/01) dalam bahasa Jerman.

"Kami akan memasang fitur baru ini di Jerman dalam beberapa pekan ke depan."

Setelah Facebook dikritik

Facebook dikritik secara luas setelah sejumlah pengguna mengeluh bahwa berita palsu telah mempengaruhi pemilu presiden Amerika Serikat.

Pemerintah Jerman mengekspresikan kekhawatirannya bahwa misinformasi di internet bisa mempengaruhi pemilu mereka tahun ini.

Pekan lalu, platform berita sosial Buzzfeed menemukan sejumlah laman Facebook yang memuat informasi palsu tentang Kanselir Angela Merkel.

Menteri kehakiman Jerman Heiko Maas juga berulang kali memperingatkan tentang berita palsu di Facebook, dan meminta jejaring sosial itu menghormati hukum pencemaran nama baik yang lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat.

Hak atas foto Facebook
Image caption Fitur pelaporan berita palsu di Jerman.

Dalam sistem terbaru ini, pengguna di Jerman bisa memilih opsi "ini adalah berita palsu" ketika melaporkan unggahan orang lain yang muncul di linimasa mereka.

Mereka kemudian bisa menandai unggahan itu sebagai berita palsu, memberitahu pengguna lain bahwa mereka pikir ini palsu, atau blok pengunggahnya.

Facebook akan mengirim konten berita itu ke Correctiv, lembaga non-profit Jerman yang fokus pada jurnalisme investigatif untuk mengecek faktanya.

Jika mereka menemukan berita itu palsu, unggahan akan ditandai "diperdebatkan" dan akan muncul di deretan bawah linimasa.

Facebook sudah lebih dahulu melakukan uji coba pada sistem ini dengan lembaga verifikasi fakta di AS untuk memeriksa berita yang tersebar di jejaring sosial itu.

Seperti di AS, Facebook Jerman mengatakan akan memberi penalti bagi situs, yang berpura-pura menjadi media besar atau mengecoh pembaca untuk berpikir bahwa unggahan itu valid (padahal tidak).

Berita terkait