Ilham Anas: Kisah delapan tahun menjadi 'Obama KW Super'

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Kisah Ilham Anas, peniru Barack Obama dari Indonesia.

Ilham Anas, 43, tidak pernah bermimpi bahwa dirinya bisa dikenal bak selebriti dan mendapat tawaran main film hingga ke negara Cina. Pelantikan Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat delapan tahun lalu menjadi awal petualangannya. Tapi, menjelang lengsernya Obama dari Gedung Putih, akankah karirnya sebagai peniru presiden AS itu berakhir?

Ilham Anas aslinya berdarah Minang, tetapi seluruh masa kecilnya dihabiskan di Bandung bersama orang tuanya yang merantau. Sejak anak-anak, Ilham mengaku tak cukup percaya diri perihal penampilannya.

"Di Bandung itu wilayahnya rada-rada bronx (kumuh), sering saling ejek. Jadi citra diri, anak-anak kecil di tempat saya itu adalah bahwa saya jelek, saya item, idung gua gede, sampai besar berpikirnya seperti itu, wah gua gak oke," kisahnya.

Tapi siapa sangka, kulit cokelat dan bentuk wajahnya tiba-tiba menjadi berkah. Delapan tahun lalu, selagi pamor Barack Obama sebagai kandidat presiden Partai Demokrat menguat, orang-orang dekat Ilham mulai menyadari kemiripan itu.

"Pertama kakak perempuan pertama saya yang bilang mirip. Setelah itu teman-teman kantor yang bilang, 'eh sodara lu di TV tuh, 'sodara lu di TV''," kisahnya.

Beberapa rekan kantornya kemudian berinisiatif memfoto Ilham lengkap dengan kemeja dan jas seakan-akan menjadi Obama. Foto itu kemudian menyebar ke mana-mana hingga ke Jepang, Amerika dan Filipina.

"Dalam dua hari, saya muncul di koran kuning, judulnya 'Obama palsu ada di Indonesia, Obama asli belum tahu'. Saya jadi takut," tutur Ilham.

Maklum, waktu itu sentimen negatif terhadap Amerika Serikat masih tinggi utamanya karena keputusan presiden George W Bush menginvasi Afghanistan dan Irak.

Interactive Obama, atau bukan Obama?

Barack Obama (AFP/Getty)

obama

Ilham Anas

obama

Interactive Obama, atau bukan Obama?

Ilham Anas, Januari 2016

Obama

Barack Obama (Getty Images)

Obama

Tapi kemudian, sebuah agensi dari Filipina meneleponnya dan menawarkan pekerjaan menjadi bintang iklan - proyek perdananya menjadi Obama palsu yang sulit dia tolak.

Sejak itu, Ilham terus berkelana ke tujuh negara memerankan Obama dalam proyek film, iklan, dan acara-acara peluncuran produk. Segala macam barang dipromosikan oleh Obama tiruan ini mulai dari obat maag, kompor, pembersih dapur, minuman energi, dan produk-produk kamar mandi.

Tak seperti impersonator lain seperti Elvis Presley atau Michael Jackson yang butuh kostum-kostum khusus hingga permak wajah, Ilham hanya bermodal jas hitam dan kemeja sambil rajin berlatih bagaimana melambaikan tangan, berjalan dengan tegap, dan sedikit berpidato.

Satu kalimat yang dia hafal betul adalah: Hello, I am Barack Husein Obama, president of the United States. Yes we can!

Adalah agensi-agendi Cina yang paling sering mengundangnya datang. "Di Cina itu tidak ada kulit hitam atau cokelat begini, jadi unik. Mirip Obama lagi. Di sana Obama populer. Asal saya pakai jas, pasti dikenali. Orang teriak 'Obama, Obama!'" Ilham bercerita.

"Saya pernah jalan-jalan ke tembok Cina, tidak bisa jalan. Ditodong terus foto, foto, foto. Akhirnya saya pulang karena tidak bisa ke mana-mana."

Ilham yang menyebut dirinya sendiri sebagai 'Obama KW Super' pelan-pelan telah menjadi selebriti tak hanya di dalam negeri tapi di regional Asia.

Image caption Ilham Anas di lingkungan rumahnya di Bekasi.
Image caption 'Obama' mencuci piring di rumah.

Pernah ketemu langsung dengan Obama?

Nyaris. Dua kali, ketika Barack Obama berencana berkunjung ke Indonesia. Waktu itu, pertemuan mereka telah dijadwalkan, tapi dua kali pula Obama batal datang.

Dalam rencana kunjungannya yang ketiga, Ilham sempat ditawari lagi tapi dia memilih untuk bertandang ke Amerika Serikat menghadiri sebuah undangan. "Ke Amerika atau ketemu Obama? Karena dua kali batal, nanti yang ini tidak jadi lagi, jadi saya pilih ke Amerika. Ketika tiket sudah dibeli, dapat konfirmasi bahwa Obama jadi datang. Ya, sudahlah, mungkin belum rezekinya ketemu."

Tapi dia yakin bahwa suatu hari nanti cita-cita bertemu idola impian itu akan menjadi nyata. Terlebih setelah Obama lengser dari kursi presiden AS, 20 Januari mendatang.

Interactive Obama, atau bukan Obama?

Ilham Anas, Januari 2017

obama

Obama, September 2014

obama

Ilham berencana akan menulis surat padanya untuk meminta bertemu. Apa yang akan dilakukan jika sudah bertemu? "Foto bareng, dan saya ingin berterima kasih karena berkat dia, secara tidak langsung, saya bisa mengubah kehidupan saya."

Dia pun optimistis bahwa ketika Obama lengser, pekerjaannya sebagai impersonator tidak akan selesai, karena ketokohan Obama tidak akan mudah dilupakan orang.

Di hari-hari menjelang pergantian kepemipinan di AS, Ilham masih menerima beberapa tawaran pekerjaan untuk jadi Obama tiruan. "Walau tidak seramai dulu, tetap ada tawaran. Ini baru tanda tangan untuk iklan pengaman kompor gas. Tetap ada peluangnya. Contohnya Michael Jackson, orangnya sudah meninggal, tapi tetap ramai impersonatornya. Tergantung saya."

"Sedih memang Obama sudah tidak jadi presiden lagi, tapi saya yakin namanya tetap hidup."

Berita terkait