Ketika pria ambil keputusan tentang tubuh perempuan: Enam hal ihwal foto viral Trump

President AS Donald Trump menandatangani ketetapan terkait aborsi di Ruang Oval Hak atas foto AFP
Image caption President AS Donald Trump menandatangani ketetapan terkait aborsi di Ruang Oval.

Sekelompok pria berdiri di sekitar meja: itu bukan gambar khas yang biasanya bisa viral secara online -tapi itu yang terjadi.

Foto dimaksud diambil pada hari pertama Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval pada hari Senin (23/01), ketika ia menandatangani larangan penyaluran dana federal bagi organisasi internasional yang melakukan atau memberikan informasi tentang aborsi.

"Kaum pria mengambil keputusan tentang tubuh perempuan" adalah ungkapan yang sangat banyak diedarkan di Twitter: dibagikan ratusan ribu kali, termasuk oleh penulis Harry Potter, JK Rowling.

Image caption Semua orang di foto ini tampak sungguh pantas untuk menentukan (kebijakan tentang) perawatan kesehatan perempuan. TIDAK

Keprihatinan tentang ketiadaan perempuan di sekitar meja meyeruak terutama juga karena kabinet Trump menunjukkan dominasi laki-laki dan kulit putih.

Dan sementara sejumlah orang menyambut langkah Trump tentang aborsi, banyak lainnya yang mengungkapkan kecemasan dan kebingungan di media sosial tentang kemungkinan dampaknya.

Gambar yang jadi viral dan berita utama tidak selalu mengungkapkan keseluruhan cerita. Jadi inilah sekilas tentang apa artinya perintah eksekutif Presiden Trump itu.

Apakah ini langkah menuju larangan aborsi di AS?

Tidak dengan sendirinya. Perintah eksekutif khusus ini ditujukan pada wilayah di luar perbatasan Amerika Serikat.

Kebijakan ini mengharuskan organisasi nonpemerintah yang menerima dana federal untuk setuju ihwal "tidak melakukan atau aktif mempromosikan aborsi sebagai metode keluarga berencana di negara-negara lain".

Hal ini terutama mencemaskan para pegiat hak-hak perempuan di negara-negara berkembang, yang mengalami keterbatasan dana atau fasilitas.

Image caption Ini dia Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang membahayakan jutaan perempuan di seluruh dunia. Siapa yang tak ada di situ?

Kebijakan ini tidak secara langsung mempengaruhi pelayanan kesehatan di AS, betapa pun Trump mengatakan dia mendukung larangan aborsi di negerinya.

Penandatanganan ketetapan ini di hari pertama menjabat dan menjadi salah satu tindakan eksekutif pertamanya menunjukkan ia tetap melihat hal ini sebagai prioritas.

Apakah Trump pertama orang pertama yang memberlakukan larangan ini?

Partai Republik dan Demokrat terlibat dalam tarik ulur perang politik atas masalah ini selama beberapa dasawarsa.

Presiden Ronald Reagan dari Partai Republik pertama menciptakan Mexico City Policy pada tahun 1984, untuk menghentikan pendanaan bagi organisasi internasional yang melakukan atau memberikan informasi tentang aborsi.

Tapi Demokrat kemudian membatalkannya di bawah pemerintahan Clinton.

Ketetapan ini diberlakukan lagi di bawah pemerintahan George W. Biush, lalu dibatalkan lagi oleh Presiden Obama tahun 2009. Dan sekarang kembali diberlakukan.

Image caption Sepanjang hidup kita, kita tak akan pernah menyaksikan 7 perempuan menandatangani perundangan tentang apa yang bisa dilakukan kaum lelaki dengan organ reproduktif mereka.

Kenapa namanya Mexico City Policy?

Nama resmi ketetapan ini adalah Kebijakan Mexico City karena Presiden Reagan pertama mengimplementasikannya pada konferensi kependudukan PBB di Mexico City.

Dan mengapa ketetapan itu sering dijuluki 'hukum pembungkaman global'?

Para pengecam kebijakan ini mengatakan organisasi yang bekerja di seluruh dunia merasa disensor karena mereka tidak dapat menawarkan nasihat penuh dalam konsultasi-konsultasi keluarga berencana kepada kaum perempuan.

Jika mereka mengesampingan aturan ini, mereka kehilangan dana yang sering sekali berarti mengancam kelangsungan proyek tertentu atau bahkan seluruh organisasi.

Namun, kelompok-kelompok prokehidupan menyambut baik langkah cepat pemerintahan baru.

"Tindakan segera Presiden Trump untuk mempromosikan penghormatan terhadap semua kehidupan manusia, termasuk anak-anak rentan luar negeri yang belum lahir, serta hak atas hati nurani, mengirimkan isyarat kuat tentang prioritas pro-kehidupan pemerintahannya," kata Marjorie Dannenfelser, presiden organisasi pro-kehidupan Susan Anthony Daftar.

Hak atas foto AFP
Image caption Stop aborsi sekarang juga: Para pegiat anti-aborsi berunjuk rasa di depan Mahkamah Agung di Washington, tahun lalu.

Apakah pemandangan begitu banyak lelaki seputar meja itu tidak biasa?

Tidak. Seperti banyak keputusan pemerintah, aturan tentang aborsi sering ditentukan oleh pejabat laki-laki.

Banyak pengguna media sosial dengan cepat menunjukkan bahwa keputusan pengadilan 1973 tentang Roe v Wade -dianggap sebagai kasus monumental untuk hak aborsi di AS - ditetapkan oleh Mahkamah Agung yang semua anggotanya laki-laki.

Keputusan Roe v Wade mengatakan aborsi adalah legal sampai janin menunjukkan tanda kehidupan, biasanya antara 22 dan 24 minggu.

Bagaimana pandangan Trump tentang aborsi?

Presiden baru ini sebelumnya mengubah pandangannya tentang masalah ini. Dia telah berubah dari pro-choice pada tahun 1999 menjadi menentang aborsi saat ini, meskipun ia mengatakan ia akan memberikan pengecualian seperti dalam kasus pemerkosaan atau inses.

Hak atas foto Reuters
Image caption Aborsi merupakan hak perempuan untuk memilih: Seorang pegiat hak aborsi dalam unjuk rasa di Chicago, memprotes kemenangan Trump di Pilpres.

Saat kampanye presiden, dia mengatakan bahwa dia yakin 'sebentuk hukuman' harus diberlakukan bagi perempuan yang melakukan aborsi, jika praktik ini dilarang.

Tapi, setelah dibanjiri kritik, ia merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa hanya dokter atau praktisi aborsi yang harus dihukum, bukan perempuannya.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Trump mengatakan: "Hukum sudah ditetapkan. Dan saya pikir kita harus membiarkannya begitu."

Ia menolak untuk mengatakan apakah menurutnya aborsi adalah pembunuhan, tapi ia kemudian mengakui bahwa ia tidak bisa tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Berita terkait