Korban tabrak lari meninggal, permintaan bantuannya tidak dipedulikan

BBC
Image caption Anwar Ali, yang berusia 17 tahun, dilarikan ke rumah sakit 30 menit kemudian setelah sepedanya tertabrak bus di negara bagian Karnataka.

Video seorang remaja korban tabrak lari yang memohon bantuan pada pejalan kaki yang tak peduli telah mengejutkan India.

Media lokal melaporkan bahwa orang-orang berkerumun, memotret, dan merekam video korban tabrak lari itu, tapi tidak ada yang membantunya.

Anwar Ali, yang berusia 17 tahun, dilarikan ke rumah sakit 30 menit kemudian setelah sepedanya tertabrak bus di negara bagian Karnataka.

Dia mengucurkan darah dan sekarat. Dokter mengatakan dia mungkin bisa selamat jika dia menerima tindakan medis lebih cepat.

Insiden di distrik Koppal di Karnataka telah memicu kontroversi tentang orang-orang yang enggan menolong korban kecelakaan di India.

Sejumlah aktivis mengatakan 'keengganan membantu' tidak disebabkan oleh kurangnya rasa kemanusiaan, tapi ada sistem bertumpuk yang tidak mendukung perilaku 'membantu korban kecelakaan.'

"Alasan utamanya adalah intimidasi oleh polisi," kata Piyush Tewari, yang terus mengkampanyekan berkendara yang aman di India, kepada BBC tahun lalu.

Menolong tapi dianggap bersalah

"Kadang, jika Anda membantu orang, polisi akan berasumsi Anda menolong orang itu karena merasa bersalah."

Selain takut disalahkan, mereka juga takut terjebak sebagai saksi di pengadilan - proses hukum bisa berlarut-larut di India.

Dan jika mereka membantu korban ke rumah sakit, mereka takut ditekan untuk membayar perawatan medis.

Mei tahun lalu, Mahkamah Agung India mengeluarkan aturan bahwa 'orang-orang yang menolong' akan dilindungi dari perlakuan kasar.

Karnataka juga telah mengesahkan undang-undang yang menyatakan bahwa orang-orang membantu korban kecelakaan di jalan tidak akan mengalami pelecehan.

Namun, para wartawan mengatakan bahwa banyak orang tidak menyadari putusan itu dan tidak percaya polisi akan mematuhinya.

Berita terkait