Tanah Abang: dulu dan sekarang
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Tanah Abang: dulu dan sekarang

Sven Verbeek adalah seorang periset sejarah Tanah Abang yang selama 25 tahun memperhatikan bagaimana wilayah itu berubah dari masa ke masa.

Ketertarikannya pada wilayah ini berawal dari cerita-cerita neneknya yang pernah tinggal di Tanah Abang pada tahun 1920-an.

Sven, warga Belanda yang kini tinggal di Australia, mulai menggali foto-foto lama peninggalan kakek-neneknya. Dari penelusuran sederhana, riset itu semakin besar dan dikerjakan lebih serius.

Hanya ada sedikit rumah tua yang tersisa di Tanah Abang, katanya. "Jika Anda berjalan menyusuri Jalan Abdul Muis, Jalan Tanah Abang Timur, dan Jalan Fachrudin pada tahun 1995, Anda masih menemukan sekitar 30 rumah tua yang dibangun sebelum perang dunia kedua. Tapi sekarang hanya ada enam di tiga jalan itu. Jakarta menghancurkan gedung-gedung tua dengan sangat cepat," katanya.

Dalam kunjungannya ke Jakarta pekan lalu, dia meneruskan kembali proyek foto dulu-dan-sekarang yang memperlihatkan bagaimana sebuah tempat berubah seiring jaman.

Wartawan BBC Indonesia Christine Franciska dan Oki Budhi ikut berkeliling Tanah Abang dan merekam kisahnya.

Topik terkait