Festival Melupakan Mantan di Yogyakarta diprotes

mantan Hak atas foto Festival Melupakan Mantan
Image caption Pada festival lalu, pengunjung yang datang diajak untuk meninggalkan barang-barang mantan di sebuah sudut acara.

Oh, bukan. Bukan para mantan yang memprotes, tapi ada salah satu acara Festival Melupakan Mantan di Yogyakarta yang dianggap melanggar privasi individu yang dilindungi undang-undang.

Setelah sukses dengan dua festival yang serupa, festival tentang mantan ini akan kembali diselenggarakan pada 11-13 Februari di Yogyakarta.

Mengusung tema Kesah (dalam bahasa Jawa berarti pergi, sementara dalam bahasa Indonesia berarti awal (terlahirnya) perasaan gelisah), festival kali ini menawarkan sesuatu yang berbeda.

Penyelenggara memberikan 'tantangan baru' dengan mengajak peserta "kepo-kepoin foto si mantan", "cetak foto mantan", dan "tunjukan foto mantan" yang selanjutnya akan dijadikan karya bersama.

Forum Demokrasi Digital mengajak penyelenggara untuk 'melindungi privasi para mantan' karena dengan membawa foto-foto, ada sejumlah pelanggaran yang bisa terjadi.

"Selain kita tidak bisa mengontrol pose mantan yang ada di foto-foto tersebut, juga akan menjadi persoalan tambahan jika orang yang ada di foto tersebut berusia 18 tahun ke bawah, yang mana usia tersebut masih menjadi subyek dalam UU Perlindungan Anak," dalam suratnya kepada panitia.

Hak atas foto Festival Melupakan Mantan

"Ada resiko foto-­foto orang yang dianggap mantan yang dipajang di galeri tersebut akan difoto ulang oleh pengunjung lantas disebarluaskan melalui media sosial tanpa bisa kita kendalikan dampaknya. Ini membuka celah hukum bagi pihak terkait untuk mempersoalkan hal tersebut."

Seto Prayogi, penanggung jawab Festival Melupakan Mantan kepada BBC Indonesia mengatakan pihaknya tidak bermaksud untuk menyalahgunakan foto-foto mantan tersebut.

"Foto-foto itu diletakkan di ruang tertutup dan hanya orang yang mau pasang foto yang bisa masuk. Ketika mereka mau masuk, mereka harus berproses dulu dengan berdoa dan mengucap harapan untuk bisa mengikhlaskan, sesuai temanya," jelas Seto.

"Orang-orang tidak akan berpikir ke arah sana, pesertanya kebanyakan SMA dan kuliah."

Festival Melupakan Mantan tahun lalu, yang hanya digelar sehari, dihadiri sekitar tiga ribuan orang. Karena antusiasme anak muda, penyelenggara akhirnya memutuskan untuk menggelar acara lebih lama yaitu tiga hari.

Berita terkait