'Sengketa' SBY-Antasari: Inilah rekam jejak Antasari Azhar

antasari azhar Hak atas foto AP
Image caption Antasari Azhar pada tahun 2000 saat di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kata-kata berikut ini populer di media sosial; Antasari, Pak Beye, Aulia Pohan, Kami semua tahu, #ApaBelumPuas, Saya bertanya, serta Cikeas, dan semuanya terkait dengan perdebatan antara mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Semua ini bermula setelah mantan Ketua KPK Antasari Azhar mendatangi Bareskrim, Polri di Jakarta Selasa (14/02) dan menyatakan dirinya "dikriminalisasi" oleh SBY.

Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh mantan presiden itu dengan menyebut antara lain, "Apa belum puas terus memfitnah & hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur & kalah."

Dalam rangkaian cuitannya, SBY juga menulis, "Luar biasa negara ini. Tak masuk di akal saya. Naudzubillah. Betapa kekuasaan bisa berbuat apa saja. Jangan berdusta. Kami semua tahu."

"Saya bertanya, apakah Agus Yudhoyono memang tak boleh maju jadi Gub Jakarta? Apakah dia kehilangan haknya yg dijamin oleh konstitusi?" lanjut SBY dalam cuitannya.

Hak atas foto Twitter

Nama Aulia Pohan, besan SBY, disebut oleh Antasari saat mendatangi Bareskrim dengan menyatakan ia didatangi CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, yang menurut Antasari mengakui diperintah oleh SBY untuk meminta agar tidak menahan Aulia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Susilo Bambang Yudhoyono, arsip foto pada 2005 saat berkunjung ke Washington, AS.

'Antasari' sendiri disinggung sekitar 70.000 kali di Twitter sampai Selasa sore (14/02), sementara 'saya bertanya', sekitar 3000 kali.

Sepak terjang Antasari dalam penegakan hukum dan bersinggungan dengan pemerintah dimulai sejak awal tahun 2000-an.

Inilah rangkumannya, mulai dari karier di Kejaksaan Jakarta Selatan, menjadi ketua KPK, sampai dipenjara dan kemudian dibebaskan.

2001 - Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Nama Antasari Azhar mencuat ketika ia menjabat sebagai kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Pada tahun 2001 ia memerintahkan eksekusi terhadap terpidana Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menyusul dikeluarkannya pendapat hukum Mahkamah Agung atas Kasus Ruilslag Badan Urusan Logistik dan PT Goro Batara Sakti tersebut.

Saat itu Tommy Soeharto sempat menjadi buronan sesudah menjadi terpidana atas pembunuhan terhadap Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita.

2007 - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Antasari kemudian terpilih menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2007. Ia berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan yang dilakukan di Komisi III DPR, mengalahkan calon lainnya Chanda M. Hamzah.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Antasari menjalani hukuman badan selama tujuh tahun enam bulan plus remisi empat tahun enam bulan.

Inilah sejumlah kasus yang ditangani oleh Antasari saat menjadi ketua KPK.

  • Operasi tangkap tangan terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan yang sedang menerima suap sebesar US$660.000 dari pengusaha Artalyta Suryani alias Ayin terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang melibatkan pengusaha besar Sjamsul Nursalim. Artalyta kemudian dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dan dijatuhi vonis lima tahun penjara pada tanggal 29 Juli 2008. Sedangkan Jaksa Urip divonis 20 tahun penjara.
  • Penangkapan terhadap politikus Al Amin Nur Nasution dengan tuduhan menerima suap untuk memuluskan proses peralihan fungsi hutan lindung di Kabupaten Bintan. Al Amin dinyatakan bersalah, dan Mahkamah Agung memvonisnya dengan delapan tahun penjara, denda sebesar Rp 250 juta.
  • Penahanan Aulia Pohan yang merupakan besan presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, sesudah yang bersangkutan diperiksa sebanyak empat kali di KPK. Aulia dan beberapa pejabat Bank Indonesia lainnya diduga bertanggung jawab atas aliran dana dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) senilai Rp 100 miliar kepada sejumlah anggota DPR dan pejabat kejaksaan. Aulia Pohan divonis di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan hukuman 4,5 tahun penjara dan Mahkamah Agung meringankan hukuman mantan deputi gubernur BI itu menjadi tiga tahun.

Kasus terkait Aulia Pohan inilah yang kemudian mencuat belakangan ini dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Antasari.

2009 - Didakwa membunuh pengusaha Nasrudin Zulkarnaen

Antasari Azhar didakwa melakukan pembunuhan terhadap pengusaha Nasrudin Zulkarnaen, direktur Putra Rajawali Banjaran yang ditembak seusai bermain golf di Padang Golf Modernland, Kota Tangerang.

2010 - Divonis 18 tahun penjara

Untuk kasus ini, pada tanggal 11 Februari 2010 Antasari dinyatakan bersalah turut serta melakukan pembujukan untuk membunuh Nasrudin Zulkarnaen, dan divonis hukuman 18 tahun penjara. Lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu hukuman mati.

Antasari tidak pernah menjalani penuh masa hukuman tersebut karena pada tahun 2010 ia sempat mendapat remisi sebanyak empat tahun enam bulan.

2016 - Pembebasan bersyarat

Pada tanggal 16 November 2016, Antasari mendapatkan pembebasan bersyarat. Saat itu ia sudah menjalani hukuman badan secara keseluruhan selama tujuh tahun dan enam bulan, sementara remisi yang ia dapatkan setiap tahun total berjumlah empat tahun dan enam bulan. Dengan penghitungan seperti itu, ia sudah menjalani hukuman 12 tahun, yang sudah dua pertiga dari vonisnya, 18 tahun.

Pembebasan bersyarat hanya bisa diberikan apabila seorang terpidana sudah menjalani hukuman sebanyak dua pertiga dari vonisnya. Saat pembebasan bersyarat itu Antasari sempat menyatakan tidak akan membongkar 'rekayasa' kasus pembunuhan yang membuatnya divonis penjara 18 tahun.

2017 - Grasi dari Presiden Joko Widodo

Pada 25 Januari 2017, Antasari mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. Dengan grasi ini, Antasari tidak perlu lagi menjalani sisa masa pembebasan bersyaratnya, yang harus dijalani selama enam tahun.

Topik terkait

Berita terkait