Lekat, tenun Baduy, dibawa dari Banten dan dipamerkan di London

Lekat, tekstil Baduy
Image caption Tekstil Baduy akan dipamerkan di London sampai tanggal 21 Februari.

Tekstil Baduy, yang ditenun para perempuan dari komunitas asli Banten, dipamerkan di International Fashion Showcase, London, dengan mengangkat warna-warna modern.

Tekstil yang dibawa ke London merupakan hasil kerja sama selama empat tahun dengan para penenun Baduy, kata Amanda Indah Lestari, direktur Lekat.

"Kami ingin kasih lihat bagaimana tekstil Indonesia dibawa dan didesain secara modern, dengan mempertahankan pattern (pola) dan proses tapi desainnya modern. Kita ingin membuat Lekat ever lasting (tetap bertahan) jadi harus dibawa secara modern," kata Amanda.

Baju-baju Lekat akan dibawakan di London Fashion Scout, bagian dari London Fashion Week, Senin (20/02) mendatang.

Image caption Pengunjung memadati acara International Fashion Showcase.

International Fashion Showcase - dengan tema Local/Global- bagaimana membawa budaya lokal dengan bahasa global- diikuti oleh 26 negara. Indonesia tercatat sebagai satu dari empat negara Asia yang ikut, selain India, Korea dan Taiwan.

Mengapa tekstil Badui?

Amanda menyatakan tekstil Baduy dengan pola geometris yang unik dipilih karena belum banyak yang mengetahui.

"Belum banyak yang tahu. Baduy yang kita tahu adalah kehidupan masyarakat yang sederhana dan tertutup. Tapi di balik itu, mereka punya kerajinan tangan, tekstil, dan saya ingin menunjukkan tekstil mereka," kata Amanda.

Hak atas foto Lekat
Image caption Tenunan Baduy dengan pola garis-garis.

"Patternnya (pola) geometris, kotak-kotak atau garis-garis, bisa disamakan dengan lurik Jogja, tapi sangat berbeda karena ada garis tebal. Permainan garis yang membedakan mereka, dan sangat mudah untuk saya bermain warna dan pola tekstil Baduy ini," tambahnya.

Hak atas foto Lekat
Image caption Lekat akan diperagakan di London Fashion Scout Senin, 20 Februari.

Sarah Mower, salah satu juri dalam International Fashion Showcase, menyatakan, "Pada masa di tengah meningkatnya kekhawatiran dan perpecahan, pameran internasional ini justru bergerak ke arah balik dengan merayakan kreativitas, keragaman dan gagasan dari anak-anak muda seluruh dunia."

Topik terkait

Berita terkait