'Pesan tersembunyi' perancang busana Muslim di acara Oscar

Ava DuVernay Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Ava DuVernay sengaja memakai gaun rancangan perancang Muslim sebagai sebuah bentuk solidaritas terhadap pelarangan masuk ke Amerika terhadap enam negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Ajang penghargaan Academy Awards alias Oscar tahun ini dipenuhi oleh pidato penerimaan penghargaan yang bermuatan politik.

Namun selain itu ada sebuah pernyataan politik halus yang tak tertangkap media.

Salah satunya dibuat oleh perempuan sutradara Ava DuVernay, 44 tahun, yang dinominasikan untuk film dokumenternya, "13th".

DuVernay merupakan perempuan Afrika-Amerika pertama yang mendapat nominasi Golden Globe ebagai sutradara terbaik lewat filmnya, "Selma".

Hak atas foto Twitter - @ava
Image caption "Ini merupakan solidaritas kecil. Saya memilih untuk memakai gaun dari perancang yang berasal dari negeri berpenduduk mayoritas Muslim."

Pada malam penghargaan itu, DuVernay datang dengan gaun rancangan seorang perancang yang berasal dari negeri berpenduduk mayoritas Muslim, Lebanon.

"Ini merupakan solidaritas kecil. Saya memilih untuk memakai gaun dari perancang yang berasal dari negeri berpenduduk mayoritas Muslim," katanya dalam cuitannya di Twitter.

Studio yang merancang gaun itu adalah Ashi Studio di Beirut, Lebanon, yang didirikan oleh Mohammed Ashi pada tahun 2007.

Sekalipun Lebanon bukan salah satu dari tujuh negara yang warganya terkena larangan masuk Amerika oleh Presiden Trump, 54% penduduknya beragama Islam.

Film dokumenter DuVernay, 13th -mengacu kepada amandemen ke-13 konstitusi Amerika yang menghapuskan perbudakan- menyelidiki "kriminalisasi massal dan perluasan industri penjara Amerika".

Hak atas foto Twitter-@ava
Image caption "Menuju #Ocsar. Menyempatkan untuk mengenang Trayvon Martin. Kami masih memakai pakaian bertudung (hoodie) dan gerakan kita masih kuat."

Sebelum berangkat menuju ajang Oscar, DuVernay juga memberikan penghargaan kepada Trayvon Martin, remaja 17 tahun tak bersenjata yang ditembak hingga tewas oleh George Zimmerman yang sedang melakukan ronda lingkungan, 26 Februari lima tahun lalu.

Zimmerman kemudian dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan.

"Menuju Ocsar. Menyempatkan untuk mengenang Trayvon Martin. Kami masih memakai pakaian bertudung (hoodie) dan gerakan kita masih kuat," cuit DuVernay seraya memegang pakaian bertudung bertuliskan Trayvon di depan.

Diyakini bahwa Trayvon Martin ditembak ketika memakai pakaian bertudung ketika peristiwa penembakan itu terjadi.

Pakaian bertudung ini dijadikan alasan pembelaan Zimmerman, karena dianggap menimbulkan rasa takut.

Topik terkait