Apakah unggahan Ahok dan Anies di Hari Perempuan sekadar kampanye?

verocina anies Hak atas foto Facebook

Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret, turut menjadi perhatian dua calon gubernur DKI Jakarta: Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Anies Baswedan.

Ahok mengunggah foto istrinya, sementara Anies meng-upload video pidatonya terkait 'pemberdayaan perempuan'.

Ahok lewat akun Facebook-nya Basuki Tjahaja Purnama memuat lima foto-istrinya, Veronica Tan, yang sedang melakukan berbagai aktivitas bersama warga DKI Jakarta.

"Dia perempuan bukan hanya pendamping, tapi partner yang sejajar bagi saya. Dia pekerja keras, yg mencurahkan begitu banyak waktunya untuk melatih ibu-ibu di Jakarta, terutama yg hidup di Rusunawa agar memiliki skill dari membatik, sampai menjadi wirausaha," tulis Ahok.

Hak atas foto Facebook

Postingan itu telah dibagi lebih 2.100 kali dan dikomentari hampir 1.000 kali.

Netizen Artina Pelawi mengomentari, "di balik perempuan yang sukses terdapat pria yang luar biasa." Sementara Zippora T Novinta menulis, "Pak Ahok pinter cari fotonya. Ibu Vero kelihatan cantik sekali di foto-foto ini."

Hak atas foto Facebook

Di sisi lain, Anies Baswedan mengunggah video dirinya sedang berpidato dan memaparkan harapannya terkait libur bagi laki-laki saat istrinya melahirkan, "kalau sampai di Jakarta laki-laki cuti tiga minggu untuk melahirkan, berubah bangsa ini."

Anies pun menceritakan bagaimana dia waktu menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pernah melakukan gerakan mengantar anak ke sekolah. Anak harus diantarkan ke sekolah oleh ayah dan ibunya. "Kalau Jakarta kami pimpin, suasananya adalah suasana gerakan pemberdayaan perempuan."

Hak atas foto Facebook

Unggahan Anies itu telah dibagikan lebih 160 kali. Netizen Bima Tangguh menulis di kolom komentar, "perempuan harusnya dilindungi dan dikasihi, bukan malah disakiti, dukung pemberdayaan perempuan."

Sementara sejumlah pengguna sosila media, misalnya Jum Rotun Jum Rotun, menuliskan keinginannya untuk bisa bertemu Anies. "Kapan ya aku bisa ketemu pak Anies???? Aku ngefans banget..."

Apakah hanya kampanye?

Dengan ramai dibicarakannya unggahan-unggahan kedua cagub itu dan mulai berlangsungnya masa kampanye, apakah keduanya memanfaatkan momen Hari Perempuan Internasional ini, semata-mata untuk kampanye mereka?

BBC Indonesia berbicara dengan Direktur Eksekutif Habibie Center, Rahimah Abdulrahim.

"Menurut saya apakah (hanya sekadar) berkampanye atau tidak, itu terserah masing-masing yang menerima," kata Rahimah.

Hak atas foto AFP
Image caption Basuki Tjahaja Purnama dan istrinya, Veronica Tan.

Rahimah mengaku lebih tertarik membahas masih banyaknya perempuan Indonesia yang tertindas, mengalami kekerasan, dan dibayar dengan upah lebih rendah dibanding laki-laki.

Dan menurutnya Ahok dan Anies belum memberikan solusi terhadap permasalahan itu.

"Kita tidak tahu program mereka yang memberdayakan perempuan dan (memberikan) perlindungan bagi perempuan yang mengalami kekerasan. Saya belum mendengar dari keduanya apa," tutur Rahimah.

Jika diperhatikan kedua unggahan, Ahok dan Anies juga memilih sudut yang berbeda. Ahok menampilkan foto istrinya dan apa yang telah dilakukan Veronica Tan, sementara Anies menghadirkan pidato-pidato dirinya.

Rahimah menilai "Ahok tidak 'memanfaatkan' istrinya, karena bu Vero (Veronica Tan) memang konsern terhadap hal-hal itu. Saya pernah berbicara singkat sama dia, dan menyampaikan bahwa saya punya statistik tentang penyintas kekerasan perempuan. Dan bu Vero langsung bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membantu."

Hak atas foto Hilman Handoni
Image caption Demo perempuan buruh saat Hari Perempuan Internasional, menuntut agar pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO tentang perlindungan maternitas.

Menurut Rahimah unggahan Ahok yang menyatakan istrinya membantu warga di rusunawa agar memiliki skill untuk menjadi wirausaha, justru "lebih tepat" dalam menunjukkan pemberdayaan perempuan, dibanding unggahan Anies.

Meskipun begitu, ia menegaskan peringatan Hari Perempuan Internasional ini "jangan hanya menjadi simbolis kampanye aja, tetapi ada program jelas efek jangka panjangnya."

Topik terkait

Berita terkait