Ridwan Kamil dinilai ‘promosikan’ transfobia dan ‘diskriminasi’ LGBT

Ridwan Hak atas foto Instagram

Unggahan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di akun Instagramnya menuai kecaman netizen. Ridwan yang menulis "...Semoga ia bukan lelaki" pada unggahan berupa foto selebritis perempuan Thailand, PunPun Sutatta, yang memegang kertas bertulis "I Love Bandung", dinilai tidak sensitif pada kelompok LGBT.

Foto PunPun Sutatta itu pertama kali diunggah Instagram @andrie_by.a, seorang Indonesia, yang dari keterangan akunnya, menyediakan layanan wisata ke Thailand bagi orang Indonesia.

Dalam empat unggahan terakhirnya hingga berita diturunkan, @andrie_by.a terlihat bertemu dengan PunPun dan memintanya difoto sambil memegang kertas bertulis, "I Love Bandung" "#BandungJuara" dan ditujukan kepada "Kang Emil" sapaan akrab Ridwan Kamil.

@andrie_by.a pun menuliskan betapa ia merindukan Bandung dan berharap "mungkin Kang Emil bisa mengundang Neng PunPun ke Bandung."

Hak atas foto Instagram

Ridwan Kamil kemudian mengunggah ulang foto PunPun di akun @andrie_by.a itu dan menulis, "Dapat salam dari artis Thailand. Semoga ia bukan lelaki."

Unggahan Ridwan ini mendapat sejumlah reaksi negatif di media sosial. Di Twitter, akun Yoane Salim mencuit, "...Serius?, Anda bisa melucu tanpa harus jadi transfobik."

Hak atas foto Twitter

Sementara, @YenniKwok yang merupakan wartawan untuk Time dan CNN mencuit, "Pernyataan ini benar-benar salah dari berbagai sudut Pak @RidwanKamil." Lewat Hashtag, Yenni pun menyebut unggahan Ridwan itu bernada "seksis", "rasis" dan "transfobia".

Berdasarkan hasil riset perusahaan tanya-jawab Quora, Thailand berada di urutan keempat negara dengan populasi transgender dan transeksual terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat, Brasil dan Filipina.

Hak atas foto Twitter

Promosikan diskriminasi?

Diskusi di media sosial juga banyak membicarakan kekhawatiran bahwa unggahan Ridwan Kamil akan mendorong semakin banyaknya masyarakat yang melakukan diskriminasi gender.

Sutradara film Joko Anwar, yang akun Twitter-nya diikuti lebih satu juta orang mencuit, "Kalau ada orang yang dijadikan panutan mengendorse diskriminasi, kita semua kalah."

Hak atas foto Twitter

Ketakutan Joko tampaknya sudah terlihat dari sejumlah komentar netizen pada unggahan Ridwan. Akun @fahmie_scooterist_ringsex berkomentar, "Hahaha... Memang bencong di Thailand itu Cantix seperti perempuan Asli."

@Agungnclick menulis, "kalo dia lalaki (lelaki), kelar hidup kang @ridwankamil hahaha."

Hak atas foto Instagram

Meskipun begitu, tidak sedikit pula yang membela Ridwan Kamil. @JemsMuhammad menulis, "Sedikit saja (walikota) blunder, ya begini, dicemooh. Jadi nulis kecewa lah, unfollowlah. Santai saja, walikota kita (Ridwan) juga manusia biasa."

Dan @95_kimtan mengungkapkan, "kamu juga pasti bisa membedakan mana yang bercandaan sama olok-olok. Saya juga tahu dia (PunPun) cewek tulen... Gak usah dibawa serius juga neng."

Ironis

Ketua Arus Pelangi, organisasi yang memperjuangkan hak-hak kaum LGBT, Yuli Rustinawati menyebut "ironis, pemimpin salah satu kota terbesar menulis itu."

"Apalagi dia lulusan dari California, Amerika Serikat, kota dan negara maju yang sudah memulai sejak lama pemenuhan hak-hak LGBT," tutur Yuli kepada BBC Indonesia, Senin (13/03).

Hak atas foto Getty Images
Image caption California adalah negara bagian di AS dengan populasi penduduk LGBT terbanyak.

California sendiri adalah negara bagian di Amerika Serikat dengan populasi warga LGBT terbesar, dengan jumlah melebihi 1,3juta jiwa.

Yuli menekankan, sebagai pemimpin muda "seharusnya Ridwan Kamil (memperlihatkan pemikiran yang) lebih terbuka, sensitif dan merangkul semua warganya, apapun gendernya. Apalagi Bandung disebut sebagai kota ramah HAM. Harusnya dia (Ridwan) tak seperti itu.

Hak atas foto Instagram

"Apapun gender orang pada foto yang diunggah Ridwan, dia kan terkesan memberikan pujian kepada Bandung. Bagaimana kalau dia (PunPun) kemudian melihat Ridwan Kamil yang malah berkomentar begitu?"

Sekitar enam jam setelah Ridwan Kamil mengunggah foto tersebut, dia pun "meminta maaf" dan menghapus tulisan "...Semoga ia bukan lelaki", dan menggantinya dengan "maaf untuk posting sebelumnya, jika multi tafsir."

Topik terkait

Berita terkait