Empat jam dalam grup pedofil Candy di Facebook

facebook Hak atas foto AFP / Getty

Polisi terus menyelidiki jaringan pedofil online di Indonesia setelah mereka menangkap empat pengelola dan satu anggota grup Facebook yang diduga mengkoleksi ratusan foto dan video pornografi anak.

Jaringan bernama Official Loli Candy's 18+ dengan lebih 7.000 anggota di Facebook ini terungkap pekan lalu dan memicu diskusi publik tentang bahayanya predator online dan pentingnya menjaga privasi di dunia maya.

Sejumlah laporan menyebut bahwa pengungkapan kasus ini tak lepas dari keterlibatan sejumlah komunitas orang tua di Facebook. Tapi benarkah?

'Empat jam dalam grup'

Risrona Talenta Simorangkir, 29, adalah ibu dua anak yang gemar mengunggah foto putrinya yang berusia tujuh tahun dan putranya berusia 1,5 tahun di media sosial.

Namun dia terkejut ketika membaca sebuah artikel yang memperingatkan ada sebuah komunitas pedofil di Facebook, dua pekan lalu.

Dia lalu membagi tautan itu kepada teman-temannya di sebuah grup 'rumpi ibu-ibu' bernama Fun Fun Centilisius, dan mereka mulai mencari tahu lebih jauh.

"Kita punya grup isinya ibu-ibu diskusi soal anak dan curhat-curhat, Setelah saya posting di situ, beberapa coba masuk ke Candy untuk mengambil bukti-bukti dan kita bahas apa yang kita temukan di grup."

Masuk ke grup itu tidak terlalu sulit dan ada sekitar delapan orang sempat melihat ada apa di dalamnya. Risrona salah satu di antaranya. "Saya masuk hanya empat jam, saya enggak tahan. Isinya mengerikan, mereka seperti bukan manusia."

Hak atas foto Risrona Simorangkir
Image caption Risrona Simorangkir, tak tahan mengakses grup Facebook itu walau hanaya empat jam.

"Mereka berbicara tentang bagaimana bisa mendekati dan mengajak anak supaya mau berhubungan seks dengan mereka, bagaimana supaya anak tidak mengadu pada orang tua, dan bagaimana supaya anak tidak pendarahan (sewaktu melakukan hubungan)."

"Ada satu orang berbicara tentang sudah berapa banyak korbannya dan bagaimana dia melakukannya pada keponakan. Ngeri mbak," katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

Dia mengatakan dia langsung mengganti pengaturan akun Facebook-nya menjadi privat. "Saya mungkin upload ribuan foto anak-anak saya di Facebook," akunya.

Polisi mengatakan mereka menemukan 400 video dan 100 foto dan percaya bahwa jumlah itu bisa bertambah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan mereka juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan internasional.

Para anggota di dalam grup Facebook Candy tidak mengunggah foto dan video langsung dalam grup kata Risrona tapi menggunakan tautan yang harus diunduh terlebih dahulu.

"Kami screen capture percakapan di dalamnya, simpan tautan-tautan profil adminnya dan nomor telepon. Saya lapor ke polisi Senin," kata Michelle Dian Lestari yang juga berada dalam grup ibu-ibu Fun Fun Centilisius.

Sejumlah grup antipornografi dan komunitas lain juga mencoba melaporkan grup itu ke Facebook, kata Michelle, dan jejaring sosial raksasa itu kemudian memblokirnya.

Mengekspos identitas pribadi

Pelecehan seksual terhadap anak adalah ancaman nyata di Indonesia, kata sejumlah pegiat. Tetapi apa yang dilakukan oleh sejumlah orang, dengan masuk ke dalam grup pedofil, adalah hal yang berbahaya karena bisa mengekspos identitas mereka.

"Ini semacam patroli komunitas, yang pada intinya bagus tetapi Anda harus mengerti bahayanya," kata Donny B.U dari ICT Watch.

Hak atas foto Getty Images

"Sebaiknya memang melapor ke polisi. Apa yang bisa Anda lakukan adalah aktif terlibat membangun literasi digital di komunitas, mengambil langkah preventif dengan meningkatkan pengetahuan terkait privasi data untuk Anda dan orang lain," katanya.

Dan upaya untuk 'menyelidiki sendiri' grup-grup terduga pedofil itu tidaklah efektif menyelesaikan persoalan karena jaringan yang lebih profesional tidak akan mudah terlacak oleh pengguna internet umumnya.

"Ini hanya merupakan fenomena gunung es. Orang-orang mudah menemukannya karena (dia) menggunakan Facebook sebagai platform, yang sebetulnya cukup amatir. Ada lebih banyak ancaman di dark web, yang lebih terenkripsi."

Risrona mengatakan pengalamannya bergabung ke grup pedofil selama empat jam membuatnya lebih takut dengan orang-orang di sekitar. "Karena enggak sedikit anggota grup Candy yang cerita keponakan, sepupu yang sudah mereka cabuli."

Tapi dia tidak merasa menyesal melakukan itu. "Karena paling tidak saya bisa lebih hati-hati‚Äč dalam mengawasi anak saya dan mengajari tentang area pribadinya yang tidak boleh disentuh siapapun. Walau tetap ada rasa jijik kalau ingat unggahan mereka yang betul-betul menjijikkan."

Topik terkait

Berita terkait