Pantaskah melamar kekasih di depan Kabah?

Lamaran di Kabah Hak atas foto TWITTER
Image caption Yusuf melamar kekasihnya di depan Kabah dalam Masjidil Haram di Mekkah.

Masjidil Haram pastilah bukan lokasi yang normal untuk melakukan hal-hal romantis, namun seorang pria memilih Kabah di dalam masjid di kota suci Mekkah itu sebagai tempat untuk melamar kekasihnya.

Yusuf Akyön, seorang wartawan televisi pemerintah Turki, TRT melamar pacarnya di sana.

Video yang menayangkan lamarannya tersebut tersebar luas di media sosial. Dikatakan, pacar Akyön hanya akan menerima lamarannya jika kekasihnya berlutut, dan ia pun dengan senang hati melakukannya.

Sang perempuan lalu memasang cincin tersebut di jarinya, dan segera mendapat ucapan selamat dari keluarga yang berdiri di sampingnya.

Beberapa kalangan memuji pasangan yang bertunangan di depan teman-teman Muslimnya yang berada di baitullah, 'rumah Tuhan.'

"Betapa indahnya kedua pasangan yang bertunangan di depan rumah Allah, semoga Tuhan melimpahi mereka dengan berkah," ujar salah seorang pengguna media sosial.

Hak atas foto TWITTER
Image caption Lokasi yang dipilih Akyon untuk melamar kekasihnya menuai kritikan dari para netizen.

Tapi tidak semua orang mengucapkan selamat kepada pasangan tersebut.

Salah seorang pengguna Twitter justru mengatakan bahwa tindakan mereka 'benar-benar mengabaikan kesucian Masjidil Haram.' Ia pun menambahkan: "Itu tempat untuk ibadah, bukan untuk pertunangan."

Ada pula pengguna media sosial yang menuding bahwa tradisi berlutut dalam melamar kekasih adalah 'cara Kristen.'

Gara-gara banjir kritik -selain pujian, Akyön mencabut video pertunangannya dari jaringan online dan akun Twitter miliknya dinonaktifkan.

Topik terkait

Berita terkait