Aksi 313 dan ciri-ciri pribumi: 'Cina atau bukan Cina'

aksi 313 Hak atas foto EPA
Image caption Aksi 313 di Jakarta yang diikuti oleh ribuan orang.

Selama aksi yang disebut 313, salah satu hal yang banyak diperbincangkan publik adalah ciri-ciri pribumi yang muncul setelah ada yang menempel stiker di mobil-mobil, fenomena yang menurut seorang pengamat mengangkat konteks 'Cina atau bukan Cina', terkait Pilkada DKI Jakarta.

Perbincangan publik ini bermula dari foto orang yang menempelkan stiker bertuliskan 'pribumi' di mobil-mobil dan kemudian tersebar di media sosial.

Kata-kata pribumi ini kemudian berkembang menjadi berbagai guyonan dengan tagar ciri-ciri pribumi yang disinggung lebih dari 21.000 kali di Twitter sampai berita ini diturunkan.

Image caption Stiker dengan kata pribumi ditempel di mobil-mobil di Jakarta.

Pasangan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat serta pasangan Anies Baswedan, Sandiaga Uno melaju ke putaran kedua Pilkada yang akan dilangsungkan tanggal 19 April mendatang.

Cina atau bukan Cina

Hak atas foto EPA
Image caption Sebagian dari massa dalam aksi Jumat 31 Maret meneriakkan 'tangkap Ahok'.

Konteks kata-kata pribumi ini yang digunakan dalam aksi Jumat (31/03) ini, menurut konsultan marketing media sosial, Nukman Luthfie, dipakai pendukung pasangan Ahok-Djarot setelah muncul foto pendukung Anies-Sandi memasang stiker di mobil-mobil.

"Yang dimaksud dengan foto itu adalah Cina atau bukan Cina," kata Nukman.

Aksi di sekitar Monas Jakarta dengan seruan 'tangkap Ahok' dan juga 'bunuh Ahok' diikuti ribuan orang, lebih sedikit dari demonstrasi-demonstrasi serupa sebelumnya.

Hak atas foto EPA
Image caption Polisi berjaga-jaga di tengah aksi 313

Polda Metro Jakarta telah menangkap empat orang dengan dugaan makar sebelum aksi dilakukan, termasuk Muhammad Al Khaththath, Sekjen Forum Umat Islam, penanggungjawab aksi 313.

Di tengah panasnya persaingan antara pendukung kedua kubu, Nukman Lutfie mengatakan banyak pendukung Anies yang menyatakan tak suka dengan diangkatnya kata-kata yang bisa menimbulkan perpecahan.

"Isu pribumi tak disuka orang, termasuk yang pro-Anies, sebagian dari mereka tak suka karena merusak kesatuan bangsa. (Ada yang mengatakan) tak boleh isu diangkat untuk panas-panasin, masa untuk pemilu mengobarkan cara seperti itu," kata Nukman.

Hak atas foto Twitter

"Sehingga orang yang waras tak mau jadikan ini ajang perpecahan. Makanya pendukung Anies yang waras mengatakan cara ini tak benar," tambahnya.

Nukman juga mengatakan isu ini yang mungkin menjadi salah satu alasan 'demo tak gede (besar)' karena tak didukung oleh banyak pihak.

Apa saja #CiriCiriPribumi?

Terlepas dari pendukung kedua pasangan calon gubernur DKI ini, tagar ciri-ciri pribumi menjadi guyonan di antara netizen. Inilah di antaranya:

#CiriCiriPribumi kalo pas akhir bulan puasa balik dari mini market bawa belanjaan sekresek gede suka diteriakin tetangga "JADI NIH LEBARAN"

#CiriCiriPribumi yang sesungguhnya, kalo belum pake nasi, namanya "belum makan"

#CiriCiriPribumi Siaran Berita Pake Bahasa Daerah

Hak atas foto Twitter

#CiriCiriPribumi Makan Indomie pake nasi. Double carbo is the way of life..(karbohidrat ganda adalah cara hidup)

#ciriciripribumi posting poto disosmed captionnya my life my adventure potonya muka doang se-frame

#CiriCiriPribumi kalo travelling jarang pake tas, bawanya kardus

Ada lagi guyonan yang Anda lihat terkait #CiriCiriPribumi?

Topik terkait

Berita terkait