Polisi periksa anggotanya yang 'foto bersama mayat' di Lampung

begal, lampung, facebook Hak atas foto FACEBOOK

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang berfoto gagah di antara mayat terduga kriminal di Lampung - yang menuai kontroversi di media sosial karena dianggap tidak manusiawi.

Gambar yang beredar di media sosial sejak awal pekan ini memperlihatkan lima mayat yang diduga pelaku pembegalan motor tergeletak di tanah, sementara belasan orang tampak berpose mengepalkan tangan di belakangnya.

Sejumlah laporan menyebut bahwa Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung terpaksa menembak karena para terduga pelaku melakukan perlawanan dalam upaya penangkapan awal April ini.

Kepada BBC Indonesia, Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyoningsih, mengatakan para anggota yang melakukan foto itu telah diperiksa oleh Tim Propam dari Mabes Polri, dan pihaknya kini tengah menunggu hasil keputusan.

"(Mereka) berfoto untuk konsumsi pribadi tetapi itu melanggar etika. Apalagi sudah viral seperti itu," katanya.

Polda Lampung tidak dengan sengaja menyebarkan dan masih diselidiki mengapa foto itu muncul di media sosial, tambah Sulistyoningsih.

Foto yang tersebar di Facebook, Instagram dan aplikasi chat itu menuai berbagai kritik. "Hargai sedikit mayatnya. Mereka itu bukan binatang," kata pengguna Facebook Pardion Chandraborthi.

"Walau bagaimana, mereka juga manusia boleh dihukum tapi gak boleh dihinakan," kata Achmad Hasyim.

Di Instagram akun bernama Fatiha Anggahra (@fatihaanggahra2) bersuara, "Begal sudah memakan sangat banyak korban. Bahkan ada beberapa anggota keluarga, teman, dan kerabat saya yang kena. Tetapi, karena begal tidak menghargai nyawa orang, bukan berarti kita juga tidak menghargai nyawa seseorang kan? Cukup mereka yang tidak memerdulikan nyawa dan perasaan seseorang. Jangan kita."

Namun ada juga yang berpendapat bahwa foto itu adalah peringatan bagi pelaku begal lain. "Tidak usah dikasihani, korban yang dibegal saja tidak dikasihani," kata yang lain.

Kasus pencurian kendaraan bermotor di Lampung cukup meresahkan warga akhir-akhir ini. Selang beberapa hari setelah insiden 'foto bersama mayat' ini, seorang perempuan berusia 17 tahun tewas dibegal oleh sekelompok perampok.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto kepada wartawan mengatakan pihaknya "meminta maaf" kepada masyarakat Indonesia terkait foto tersebut dan berjanji akan menindak para anggota yang terlibat.

Topik terkait

Berita terkait