Sean Gelael: Kans besar ke F1 setelah Rio Haryanto?

sean gelael Hak atas foto Sean Gelael
Image caption Sean Gelael, pembalap pertama bukan binaan Red Bull yang turun di Toro Rosso, tim junior balap F1 itu.

Sean Gelael, pembalap F2 akan turun sebagai pembalap uji untuk tim F1 Toro Rosso, langkah yang menurut seorang pengamat merupakan peluang besar untuk tetap mengangkat nama Indonesia di ajang olahraga bermotor paling bergengsi ini, melanjutkan yang telah dilakukan Rio Haryanto.

Sean dipilih untuk menjadi pembalap uji Toro Rosso, setelah lulus dalam simulasi Red Bull Racing dan menjadi pembalap pertama yang bukan binaan tim F1 itu.

Peluang Sean menjadi pembalap uji akan dimulai di Bahrain pada tanggal 18 April setelah tampil perdana di F2 pada tanggal 14-16 April bersama tim Arden Internasional.

Dalam tanya jawab Facebook Live BBC Indonesia, Sean mengatakan kesempatan ini akan ia gunakan untuk terus mengangkat nama Indonesia di olahraga bermotor ini.

"Mimpi semua pembalap...untuk menjadi pembalap F1, apalagi kalau dikasih peluang untuk nyetir F1...dan ini sekaligus mengharumkan nama Indonesia," kata Sean.

Hak atas foto Sean Gelael
Image caption Sean menjawab pertanyaan melalui Facebook Live di studio BBC, New Broadcasting House, London.

Pengamat F1 Arief Kurniawan mengatakan peluang "Sean Gelael ini jelas ada dampak buat Indonesia, meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Rio."

"Ini kans besar Sean dan menunjukkan bahwa dia suatu saat bisa masuk ke sana. Saat ini memang belum, tapi kalau hasil tes Sean bagus bukan mustahil dia dilirik. Mengingat selama ini Red Bull selalu mudah merekrut, kalau bagus, dan membuang (kalau jelek), pembalap binaan mereka," kata Arief.

Fokus saya tahun ini di Formula 2, agar kesempatan masuk di Formula 1 lebih tinggi demi Indonesia

Rio Haryanto tampil selama setengah musim bersama Manor Racing pada musim balap lalu.

Inilah jawaban atas sejumlah pertanyaan Anda dalam Facebook Live BBC Indonesia:

Hak atas foto Sean Gelael
Image caption Sean akan turun menjadi test driver F1 untuk Toro Rosso di Bahrain pada tanggal 18 April, empat hari setelah F2.

Danny Suhartono: Test driver Toro Rosso apakah sebagai paid driver atau murni rekrutan dari Toro Rosso?

Sean Gelael: Peluangnya agak panjang. Tahun lalu, bukan tahun terbaik saya di balapan, dapat satu podium tapi tak terlalu konsisten. Dapat opportunity (peluang) pindah ke Arden dan peluang ikut simulator Red Bull dan testing jadi Red Bull junior. Alhamdulilah, pas tes di simulator saya berbuat baik dan dalam beberapa tes lagi dapat peluang untuk ngetes di Toro Rosso.

Widi Ha: Apakah Toro Rosso selalu memprioritaskan pembalap dari Red Bull Academy?

Sean Gelael: Sebenarnya tes saya ini pertama kali orang non-Red Bull junior driverngetes di Toro Rosso. Semoga di kemudian hari kalau saya berbuat baik, tak ada yang tahu, apakah dapat di Red Bull atau tidak. Intinya, peluang ini terbaik seumur hidup, dan saya akan berbuat sebaik mungkin karena pertama kali non-Red Bull junior drivernyetir di Toro Rosso atau Red Bull. Tapi mungkin kalau ada pembalap yang cedera, mungkin akan diprioritaskan pembalap dari Red Bull.

Hak atas foto Sean Gelael
Image caption Sean berharap hasil di F2 musim ini lebih baik.

Yusuf Wisesa: Apa target Formula 2 tahun ini?

Sean Gelael: Saya harap tahun kedua di F2, dapat hasil yang lebih baik, season akan panjang 11 ronde.

Rahka Susanto: Sean ada target untuk karir?

Sean Gelael: Dapat peluang ngetes di F1, saya ingin mengharumkan nama Indonesia lagi untuk balap di F1. Insya Allah dapat bagus di F2 dan bisa balap di F1. Saya ingin karier lama di F1 sepanjang mungkin.

Nathan Dhani Kasparov: Dari Pangkalanbun Kalimantan Tengah, apa tim Sean? Doa kami dari sini semoga sukses

Sean Gelael: Balap di F2, tim internasional Arden, ngetes di F1 dengan team Toro Rosso.

Topik terkait

Berita terkait