Novel Baswedan: Air keras dan 11 jenis serangan lain

novel baswedan Hak atas foto AFP PHOTO / INDONESIAN POLICE
Image caption Novel Baswedan dirawat setelah disiram air keras.

Serangan yang terjadi atas Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, merupakan satu dari 12 jenis serangan terhadap penyidik, yang dikategorikan Indonesian Corruption Watch, mulai dari fisik, psikis sampai santet.

Novel diserang dengan air keras setelah salat subuh berjamaah Selasa (11/04) yang disebut Koordinator Kontras, Haris Azhar, sebagai serangan yang 'direncanakan matang, dengan alat yang sudah ditentukan secara spesifik, air keras'.

Emerson Yuntho dari divisi hukum ICW mengatakan data bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menunjukkan terdapat 10 kasus yang menimpa penyidik KPK sejak 2007, dan yang terjadi pada Novel Baswedan, termasuk yang parah dan menyangkut 'kasus yang tengah ditangani'.

Presiden Joko Widodo 'mengutuk keras' serangan itu dan melalui media sosial, ribuan kecaman antara lain menggunakan kata-kata penyidik KPK dan tagar #SayaNovelBaswedan.

"Berjuang melawan korupsi hadapi perlawanan sengit dari koruptor. Kebaikan dan keselamatan bagi para jihadis anti korupsi #sayanovelbaswedan," tulis Tunggal Pawestri.

"Ngetwit gambar, atau nulis tentang #SayaNovelBaswedan mungkin ga akan bikin pelakunya ditangkap, tapi bisa bikin orang banyak tahu soal ini," cuit pengguna lain, Dhani.

Hak atas foto Twitter

Emerson dan sejumlah pihak menduga serangan terhadap Novel terkait dengan penyelidikan korupsi e-KTP yang saat ini tengah berlangsung.

"Ketika upaya begitu gencar, dan begitu kuat maka perlawanan juga tak gencar dan tak kalah kuatnya. Ada upaya melakukan perlawanan balik begitu," kata Emerson.

Serangan yang menimpa Novel ini termasuk salah satu dari 12 jenis serangan yang dipetakan Masyarakat Koalisi Anti Korupsi, termasuk ICW di bawah ini.

1. Pendekatan personal atau rayuan, untuk promosi dan jabatan

2. Kriminalisasi/Dicari-cari kesalahan masa lalu/ upaya menjadikan tersangka

3. Teror Psikis, ancaman melalui SMS dan media sosial

4. Teror Fisik

Hak atas foto AFP- Indonesian Police
Image caption Serangan air keras atas Novel Baswedan, menurut Kontras, 'direncanakan'.

Contoh yang menimpa Novel Baswedan termasuk salah satu teror yang dialami penyidik KPK.

"Saya menduga kuat, serangan terhadap novel terkait dengan skanal e-KTP yang melibatkan banyak pihak legislatif eksekutif dan swasta, dengan aktor yang tak main main," kata Emerson.

5. Penjemputan/penangkapan/penahanan/penggeledahan

6. Ancaman terhadap keluarga

Ancaman jenis ini termasuk cemoohan, umpatan, penculikan, penganiayaan, kriminalisasi sampai ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada keluarga pegawai KPK.

7. Ancaman pembunuhan

8. Penarikan penyidik KPK

9. Ancaman bom

Ancaman bom dialami penyidik KPK Kompol Apip Julian Miftah, di perumahan Bekasi Selatan pada bulan Juli 2015.

10. Ancaman tindakan indisipliner oleh instansi asal

11. Ancaman via Metafisik seperti santet atau guna-guna

Menurut catatan ICW, ancaman berupa santet atau ilmu hitam pun pernah beberapa kali diterima pegawai lembaga anti korupsi dengan temuan benda-benda aneh yang dindikasikan bagian dari praktik ilmu hitam di gedung maupun di halaman gedung KPK, di Jakarta.

"Paling tidak dapat kami dapat informasi dua (lainnya) di Aceh dan di Riau... tiba-tiba yang bersangkutan sakit tapi diagnosa dokter tak menemukan penyakit yang serius atau nyata. Seingat saya ada satu yang meninggal dunia," kata Emerson.

12. Fitnah/Kampanye hitam

Kepolisian membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku penyerangan Novel Baswedan sementara sejumlah lembaga membentuk tim pencari fakta.

Topik terkait

Berita terkait