Sujud sukur Anies, Rizieq, dan Prabowo di Masjid Istiqlal

fadli zon anies sandi Hak atas foto Fadli Zon
Image caption Sujud sukur di masjid Istiglal menyusul 'kemenangan Anies-Sandi' tulis Fadli Zon.

Pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi berserta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan pemimpin Front Pembela Islam, FPI, Rizieq Shihab, melakukan sujud sukur di masjid Istiglal Jakarta, setelah hasil hitung cepat menunjukkan keunggulan calon nomor tiga.

Fadli Zon, wakil ketua umum Gerindra memastikan kepada BBC melalui pesan pendek bahwa acara di Istiqlal, "Acara sujud syukur, dipimpin para ulama, kyai, habib."

Melalui akun Twitternya, Fadli menulis, "Ungkapan rasa syukur atas kemenangan Anies-Sandi. Malam ini doa bersama di Masjid Istiqlal bersama tokoh-tokoh bangsa."

"2017 kebangkitan umat Islam dipandu para ulama, kyai, habib, dan ustadz bukan karena partai islam... dirawat mas fad hub baik gerindra dan ulama," tulis akun @erepindonesia menanggapi cuitan Fadli Zon.

Sementara TengkuIsman‏ @IsmanTengku menyebut, "Kemenangan Anies Sandi, bukti kekuatan hanya 1 ayat, Al Ma'idah 51 Al Quran. Padahal Al Qur'an ada 6666 Ayat.

"Next Pilpres 2019..." tulis Aldo bangwell‏ @aldo_bangwell, mengacu pada Prabowo yang kalah dalam pemilihan presiden 2014 dari Joko Widodo.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyebut secara eksplisit pemimpin dan pendiri FPI dalam kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Habib Muhamad Rizieq Shihab, Kiai Haji Bachtiar Nasir, Kiai Abdul Rasyid Syafii. Saya mengucapkan terima kasih kepada Habib Abdurahman Assegaf," kata Prabowo di Sekretariat DPP Gerindra di Ragunan Jakarta Selatan sebelum acara sujud syukur, didampingi Anies dan Sandi.

Karakter Ahok

Hak atas foto Fadli Zon
Image caption Prabowo bersama Anies dan Fadli Zon.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada ulama, kiai, habib yang telah dengan tegas memberikan dukungan yang tak boleh pernah kita lupakan," tambah Prabowo sembari menyebut bahwa para kiai dan ulama lebih berani dibanding politisi dalam menyampaikan dukungan.

"Sering para ulama kita difitnah, dituduh radikal, makar, saya tegaskan di sini membela keadilan dan rakyat bukan makar," kata Prabowo yang disambut teriakan Allahu Akbar oleh para pendukung Anies Sandi.

Sementara peneliti Nahdlatul Ulama, Rumadi Ahmad, mengatakan aspirasi yang dilakukan ormas seperti FPI cukup besar karena dipengaruhi karakter Ahok dan bukan karena agama.

"Aspirasi yang dilakukan oleh FPI cukup mendapatkan ruang yang cukup besar tapi hal ini dipengaruhi orang seperti Ahok. Kalau calon gubernur tak seperti Ahok, tidak seperti sekarang ini yang terjadi," katanya.

Namun Rumadi mengakui bahwa arus kanan di Pilkada DKI Jakarta memang semakin kuat yang semakin didorong dengan karakter Ahok.

"Benar bahwa arus kanan di Pilkada DKI semakin menguat... tapi bukan hanya (karena) agama, juga individu dan karakter seperti Ahok."

Topik terkait

Berita terkait