Kartini, perempuan Indonesia, di mata Ahok, Anies dan netizen lain

Patung Kartini Hak atas foto Getty Images
Image caption Patung Kartini di Jakarta. Kartini merupakan pahlawan emansipasi perempuan Indonesia.

Perempuan di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, pilar dari sebuah bangsa itu ada pada perempuan, kata Anies Baswedan, yang unggul dalam hitung cepat Pilkada DKI Jakarta, terkait peringatan hari Kartini Jumat (21/04).

Dalam video yang diterbitkan di media sosial, Anies juga menyatakan, "Saya melihat Indonesia sekarang, kita perlu mengembalikan lagi peran perempuan, Kenapa? Kalau perempuannya lemah, semua urusan lainnya akan lemah. Pasti! Kalau perempuannya beres, sisanya beres!"

Hak atas foto Instagram Anies Baswedan
Image caption Pilar bangsa ada pada perempuan, kata Anies

Sementara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, petahana Gubernur Jakarta, menulis, "Selain emansipasi banyak hal yang bisa diteladani dari Kartini. Semoga menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia untuk menjadi lebih baik," juga melalui media sosial.

Hak atas foto Instagram Basuki Tjahaja Purnama
Image caption Semoga menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia untuk menjadi lebih baik, kata Ahok.

Apa komentar para pengguna terkait unggahan Anies dan Ahok terkait Hari Kartini ini?

Menyusul Pilkada DKI putaran kedua Rabu (19/04) yang berlangsung panas, banyak komentar masih mengangkat isu di seputar pemilihan gubernur.

Melalui akun Facebook Ahok, Dewi Shinta menulis, "Biarpun kalah kita tetap bahagia. Pak. Ahok ,,,,,,,,,terima kasih telah berjasa membangun. Jakarta ,,Jakarta menjadi bersih dan tertata rapi," sementara Hanri Awandiana meminjam kata-kata Kartini, "Habis gelap, terbitlah terang semoga Jakarta tidak kembali gelap setelah bapak tinggalkan, meskipun tidak yakin."

Dan di akun Facebook Anies Baswedan, Dasa Wartini menulis, "Selamat bwt (buat) Pak Anies atas kemenangan memperoleh suaranya yg (yang) terbanyak, jadilah seorang pemimpin yg (yang) terbaik, untuk menjaga Kebhinekaannya, Persatuan dan Kesatuan," dan Desy Damayanti mengatakan, "Kami Relawan Anies-Sandi Wanita Indonesia asli."

Presiden Joko Widodo, juga melalui media sosial, mengucapkan selamat Hari Kartini dan menanyakan maknanya.

"113 tahun sejak kepergian Kartini, semangat sang pahlawan tetap menjadi inspirasi bagi kita. Kelahirannya diperingati setiap tahun, cita-citanya tetap menjadi menjadi acuan, namanya senantiasa mengilhami langkah kita semua mengejar kemajuan," tulis Jokowi.

Maknanya? "Persamaan hak tanpa memandang gender, suku dan agama," tulis Wenny Panjaitan dan "Menyadarkan kita sebagai wanita tidak boleh lemah, berjuang dan terus berjuang lah semampu kamu untuk sekarang, besok dan akan datang," kata Eli Dinanti.

Siapa Kartini dan makna Kartini bagi yang lain?

Hak atas foto Rio Haryanto
Image caption Rio Haryanto bersama ibu, "sosok yang paling dekat dengan saya."

Pembalap F1 Indonesia tahun 2016 untuk Manor Racing, Rio Haryanto mengatakan, "Sosok yang paling dekat dengan saya dan saya anggap hebat adalah ibu saya."

"Dari kecil ibu selalu mendampingi saya, memberi semangat untuk saya agar tekun, disiplin, berkemauan keras dan turut andil dalam pencapaian karier saya untuk bisa tampil di Formula 1," kata Rio kepada BBC Indonesia.

Sean Gelael, pembalap uji F1 Torro Roso dalam tiga balap 2017 juga menunjuk ibunya sebagai sosok Kartini.

Hak atas foto Sean Gelael
Image caption Sean Gelael: Mama selalu punya keyakinan untuk saya.

"Terima kasih (mama) karena tidak pernah menyerah untuk saya, di saat orang lain mengira saya adalah berita buruk. Mama selalu punya keyakinan untuk saya. Tidak ada seorang pun, termasuk saya, pernah mengatakan seberapa hebatnya mama sebagai ibu. Dia menunjukkan kepada saya kekuatan untuk tidak pernah menyerah," tulis Sean.

Di Semarang, Kompol Sunarsih Yunus, pelatih menembak Akademi Kepolisian mengatakan makna Kartini adalah menggunakan semangat pahlawan nasional perempuan ini.

Hak atas foto Erna Virnia
Image caption Kompol Sunarsih Yunus, pelatih menembak Akademi Kepolisian Semarang.

"Menurut saya, makna hari Kartini adalah bagamana kita mampu meneladani semangat perjuangan Kartini, dengan cara memanfaatkan kesempatan untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Sebagai seorang ibu ya tidak meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu, dan juga harus bisa professional dengan tugas saya sebagai seorang Polwan," kata Sunarsih kepada Erna Virnia, reporter Elshinta Semarang, mitra radio BBC Indonesia.

Vivid sambas, seorang hipnoterapis di Surabaya mengatakan sosok Kartini banyak ditemukan di mana-mana, mulai dari pemulung sampai menteri.

"Sosok Kartini bertebaran, seorang pemulung yang harus bekerja hidup dan menghidupi itu yang luar biasa...Saya suka bu Susi, yang jenggo...dan I dont care what people say (tak peduli orang bilang apa) tapi performed (berprestasi) atau ibu Sri Mulyani," kata Vivid kepada Dian Martha, reporter mitra BBC Smart FM.

Di Padang, seorang karyawan swasta, Ratih, bercerita kepada Vivi Sari dari Radio Classy FM, tentang perjuangan ibu yang berupaya agar anak-anaknya masuk perguruan tinggi.

"Mama orang kuat dan hebat, karena saya mengerti keinginan seorang ibu agar anak-anaknya merasakan pendidikan setinggi-tingginya walaupun mama tak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi," kata Ratih.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Siapa sosok Kartini bagi Anda?‚Äč

Topik terkait

Berita terkait