Dugaan pesta gay di Surabaya: Penggrebekan dan 'konsekuensi sosial'

pesta gay di surabaya Hak atas foto AFP GETTY IMAGES
Image caption Empat belas orang diciduk dan delapan di antaranya menjadi tersangka dalam apa yang disebut polisi pesta gay di Surabaya.

Kepolisian Jawa Timur mengatakan langkah penerapan UU pornografi terhadap dugaaan pesta gay di Surabaya merupakan langkah perbaikan terkait 'penyimpangan' sementara seorang aktivis LGBT menyebut penggrebekan itu memiliki 'konsekuensi sosial mengerikan'.

Sebanyak 14 orang digrebek dalam yang disebut pesta seks gay Sabtu (29/04) di satu hotel di Surabaya dan delapan dijadikan tersangka melalui pasal UU Pornografi tahun 2008 dan juga UU Informasi dan Transaksi Elektronik, ITE.

"Ini kan penyimpangan sosial yang harus dipebaiki dan dilakukan bersama-sama. Kecuali di antara mereka satu dengan yang lainya, dua orang, silakan. Tapi ini di tempat yang bersama-sama, walaupun di hotel, dilakukan secara bersama-sama di depan mereka, di antara lebih dari 10 orang," kata Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera, kepada BBC Indonesia.

"Kita masukkan pornografi. Silakan pengacara membantu kliennya, tapi kami tetap buktikan secara formil dan material," tambah Frans.

'Yang dipermalukan termasuk ibu'

Aktivis kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) Hartoyo menyebut langkah polisi menjadikan delapan orang sebagai tersangka memiliki dampak 'mengerikan'.

"Ada konsekuensi sosial yang mengerikan untuk sesuatu yang mestinya tidak boleh dihukum... Konsekuensinya bisa terjadi pemerasan dan mempermalukan orang secara sosial," kata Hartoyo.

Hak atas foto Twitter

"Saya perjuangkan hak gay, supaya orang tak dipermalukan untuk sesuatu yang tidak melanggar hukum."

"Yang dipermalukan bukan mereka saja tapi lingkungan sosial termasuk ibunya. Kebayang gak ada orang yang menghujat saya, tahu-tahu anaknya ketangkap (sebagai gay)," jelas Hartoyo lagi mengacu pada pasal UU Pornografi yang menyebutkan 'produksi video' sementara tersangka yang dijerat tidak menyebarluaskan namun 'melakukan secara privat'.

Ia mengatakan banyak pihak yang mengejeknya melalui akun Twitter menyusul penggrebekan pesta gay ini.

"Gay2 yg (yang) ketangkap itu, punya saudara, org (orang) tua, mungkin punya anak dan istri. Klganya yg (keluarganya yang) paling shock dan malu krna (karena) kejadjan it (itu)," tulis Hartoyo di akunnya.

"Ini bukan yg (yang) pertama, sudah bbrpa (beberapa) kali terjadi di Aceh, Jombang, Jkta (Jakarta) n (dan) wilayah Indonesia. smuanya (semuanya) jadi masalah sosial yg berat bagi klga (keluarga)," tambahnya.

Kondom dan minyak zaitun

Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Polisi menyita kondom dan minyak zaitun setelah penggrebekan itu.

Rafael da Costa dari GAYa Nusantara -organisasi yang mendampingi tersangka di Surabaya- juga mempertanyakan penerapan UU pornografi.

"Mereka melakukan hubungan di ruangan yang privat dan tak dipertontonkan," kata Rafael.

Rafael menyebut undangan 'pesta seks' atau orgi tersebut memerlukan biaya dan dimulai dari tanggal 29 April dan semula direncanakan sampai tanggal 1 Mei.

"Ada yang bisa ikut sehari atau dua hari. Ada yang dari luar kota Madiun, Jombang, Mojokerto. Saat bertemu ada yang ngobrol dan ada yang having sex."

Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Penangkapan orang di pesta gay adalah yang pertama di Surabaya kata polisi.

Shinto Silitonga, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menegaskan 'penyidik bertindak sesuai fakta hukum'.

Menurutnya penetapan delapan orang sebagai tersangka didasarkan pada peran masing-masing.

"Satu tersangka berperan sebagai inisiator acara dan menjadi admin membroadcast undangan party XXX gay ke perorangan maupun grup, serta memesan kamar dan sediakan kondom-minyak zaitun," tulis Shinto dalam pesannya kepada BBC Indonesia.

"Satu tersangka yang membantu penyelenggara dengan mengutip uang dari para peserta pesta, catatkan nama, dan bukakan pintu kamar, lima orang lakukan aktivitas seksual sesama jenis baik persenggamaan menyimpang maupun oral seks yang ditonton peserta lainnya... Satu orang dikenakan pidana tentang senjata tajam karena bawa parang di dalam mobilnya," tambahnya.

Berita terkait