Yang perlu Anda ketahui tentang 'Blue Whale Challenge'

Blue Whale Hak atas foto Blue Whale

Sejumlah laporan yang beredar di media menyebut bahwa sejumlah remaja labil diajak untuk mengakhiri hidupnya dengan mengikuti serangkaian tantangan.

Di Rusia, kematian sejumlah remaja dikaitkan dengan Blue Whale Challenge (tantangan Paus Biru) - walau laporan ini belum bisa dikonfirmasi.

Dalam 'permainan' ini para remaja diajak menyelesaikan sejumlah tantangan dalam waktu 50 hari. Tantangan ini secara bertahap menjadi lebih berbahaya dan akhirnya para peserta diminta untuk mengakhiri hidupnya.

Muncul kekhawatiran bahwa ide ini menyebar ke seluruh dunia melalui media sosial.

Di tengah pertanyaan apakah tantangan Blue Whale ini betul-betul ada, dan tanpa adanya konfirmasi tentang kaitan antara kematian remaja Rusia dengan tantangan ini: patutkah Anda khawatir?

Apa itu tantangan Blue Whale?

Ada sejumlah pendapat yang berbeda tentang asal muasal Blue Whale, tetapi banyak orang percaya bahwa nama itu diambil dari perilaku sejumlah paus biru yang sengaja mendamparkan diri mereka ke pinggir pantai, menyebabkan mereka mati.

Nama ini kemudian digunakan oleh kelompok yang diduga melakukan tekanan pada remaja untuk melakukan bunuh diri. Permainannya cukup seederhana, ada seorang kurator yang akan memberikan 50 tugas pada para peserta selama 50 hari.

Hak atas foto PRÉFET DE LA MEUSE/FACEBOOK
Image caption Polisi Prancis memasang informasi tentang fenomena tersebut di Facebook mereka.

Jenis tantangan yang diberikan meningkat dari menonton video kekerasan atau film horor ke sesuatu yang lebih mengerikan - bahkan seruan bunuh diri.

Sayangnya, cukup lazim bagi remaja untuk tertarik pada kelompok dunia maya - yang pada akhirnya berdampak merugikan pada kesehatan mental mereka.

Kelompok daring yang terkait dengan Blue Whale dilaporkan memiliki ribuan anggota dan pelanggan di Facebook dan YouTube. Dan nama ini sudah muncul di berbagai negara seperti Russia, Ukraina, Spanyol, Portugal, dan Inggris.

Patutkah saya khawatir?

Meskipun pihak berwenang di Rusia dilaporkan tengah menyelidiki hubungan antara kasus bunuh diri sejumlah remaja dan kelompok penekan di dunia maya, belum ada laporan yang bisa dikukuhkan bahwa kejadian itu terkait dengan Blue Whale.

Apa yang dicari polisi dalam penyelidikan kriminal ini adalah percakapan sebelumnya antara korban dan pengguna media sosial yang mungkin memiliki pengaruh terhadap tindakan yang dilakukan.

Ada juga laporan tentang kasus bunuh diri yang sedang diselidiki di Ukraina, Kazakhstan, Rusia dan Kirgistan, dengan fokus pada kaitannya dengan kelompok penekan di internet.

Hak atas foto Getty Images

Bagaimana saya bisa mengenali gejalanya?

Lembaga pemerhati anak di Inggris, seperti NSPCC, memberikan arahan bagaimana mendeteksi 'online grooming' - ketika remaja mulai membangun koneksi emosiional dengan kelompok dunia maya - dan bagaimana melindungi anak Anda dan mencegah kejadian buruk terjadi.

Ada sejumlah gejala, tetapi tidak selalu nyata karena para pelaku terlatih untuk bertindak hati-hati untuk mencegah agar tindakan mereka tidak diketahui. Beberapa gejala itu antara lain, anak:

  • Menjadi sangat tertutup, terutama tentang apa yang mereka lakukan di dunia maya
  • Menghabiskan banyak waktu di internet dan media sosial
  • Mengganti tampilan layar pada ponsel atau laptop mereka saat didekati orang tua
  • Menarik diri atau marah setelah menggunakan internet atau mengirim pesan teks
  • Memiliki banyak nomor telepon baru atau alamat email di perangkat mereka
Hak atas foto Getty Images
Image caption Nama permainan ini mengacu pada sebuah perilaku paus biru yang sengaja mendamparkan diri ke pantai dan mati.

Apa yang harus saya lakukan?

Pusat Perlindungan Online dan Eksploitasi Anak (CEOP) di Inggris mengatakan bahwa kadang perubahan perilaku anak adalah sesuatu yang normal, dan penting untuk tidak bereaksi berlebihan.

Melakukan percakapan yang terbuka dan tenang, kata COEP, adalah jalan yang efektif untuk mengetahui penyebab perubahan perilaku, mengatasi masalah apapun secara langsung dan menawarkan dukungan.

Sebuah program pendidikan yang didirikan oleh organisasi, ThinkUKnow, juga mengatakan bahwa harus dijelaskan kepada anak bahwa setiap diskusi tidak akan menghasilkan hukuman dari orang tua.

Anak-anak, katanya, sering enggan melaporkan masalah mereka sendiri jika mereka yakin akses internet mereka akan dicabut, misalnya.

Berita terkait