Foto Firza Husein: 'Barang bukti digital' yang perlu diamankan segera

rizieq shihab Hak atas foto Getty Images
Image caption Rizieq Shihab dilaporkan kembali lagi ke Arab Saudi setelah sempat ke Malaysia untuk keperluan studinya.

Penyidikan dugaan pornografi terkait percakapan antara Firza Husein dan Rizieq Shihab dilakukan polisi karena perlunya mengamankan barang bukti digital di dunia maya yang perlu diselamatkan segera.

Polda Metro Jaya -melalui ahli pengenalan wajah dari Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polri- memastikan bahwa foto Firza Husein dalam dugaan percakapan yang mengandung konten pornografi melalui WhatsApp dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab "tidak rekayasa", kata Kahumas Argo Yuwono.

Polri telah mengeluarkan "surat perintah membawa" terhadap Rizieq yang tidak jelas keberadaannya namun pembina FPI Muhsin Ahmad Alatas menyatakan ia akan kembali bila polisi "menjamin menegakkan keadilan."

Rizieq menghadapi sejumlah kasus, termasuk dugaan penodaan Pancasila, penistaan agama dan dugaan penyebaran konten pornografi.

"Yang ini takutnya barang bukti hilang karena muncul di dunia maya. Kalau barang bukti hilang, kita tak bisa menjadikan suatu kasus diajukan penuntut umum. Ini sudah ada beberapa saksi dan saksi ahli untuk membuktikan konten-konten pornografi," kata Argo Yuwono kepada BBC Indonesia.

Rentan dan mudah hilang

Pakar forensik digital, Ruby Alamsyah, mengatakan barang bukti digital, termasuk yang ada dalam WhatsApp, "sangat rentan dan mudah hilang".

"Alasan ini (polisi melakukan pengumpulan bukti soal dugaan pornografi) masuk akal karena biasanya kalau dapat tugas digital forensic, kita segera melakukan pengamanan data barang bukti yang terkait kasus dan akan merujuk ke bukti digital lain. Jadi kita bermain dengan waktu memang," kata Ruby.

Ruby juga menyebutkan apa yang dilakukan selanjutnya adalah proses cloning barang bukti agar dapat dibawa ke pengadilan.

"Proses cloning barang bukti digital, dilakukan dengan teknik yang tepat, aman, jadi barang bukti asli tak perlu ditakutkan hilang atau rusak. Cloning gunanya mengamankan barang bukti asli juga ... untuk membuktikan integritas sampai ke pengadilan," tambahnya.

Dugaan percakapan dengan konten pornografi antara Firza dan Rizieq Shihab sempat viral di media sosial. Percakapan audio antara Firza dan teman pengajian Fatima yang dipanggil Kak Emma juga banyak diedarkan.

'Menyuruh pun bisa kena UU pornografi'

Hak atas foto Reuters
Image caption Rizieq Shihab dalam aksi menentang Ahok di Jakarta 21 Februari lalu.

Firza dan 'Kak Emma' diminta keterangan oleh polisi Selasa (16/05).

Kata-kata Firza, Kak Emma, Habib Rizieq Shihab disinggung ribuan kali di Twitter, dan banyak yang mempertanyakan keberadaaan pimpinan FPI itu.

Polda Metro Jaya masih dalam tahap mengumpulkan bukti dan belum menentukan siapa tersangka dalam kasus dugaan konten pornografi ini.

Namun Kahumas Argo Yuwono mengatakan polisi tidak mencari penyebar dugaan kasus pelanggaran UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik ini.

"Kita tidak perlu mencari penyebar, siapa yang melakukan dan menyuruh pun bisa kena UU pornografi," kata Argo.

"Kita melihat kemungkinan lain yang dilakukan penyidik. Apakah alat bukti memenhi syarat dan kita naikkan jadi tersangka. Kita lakukan penangkapan, bisa melakukan DPO (Daftar Pencarian Orang) dan koordinasi dengan Interpol. Ini dimungkinan bisa terjadi," tambahnya.

Rizieq Shihab dilaporkan Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi atas dugaan penyebaran konten berbau pornografi ke Polda Metro Jaya, akhir Januari lalu.

Ia dijadwalkan diperiksa tanggal 25 April lalu dan surat panggilan kedua dibuat tanggal 8 Mei lalu. Tetapi Rizieq tidak memenuhi panggilan itu.

Topik terkait

Berita terkait