Jokowi, tokoh Islam berpengaruh nomor 13 di dunia. Apa artinya?

jokowi Hak atas foto Getty Images
Image caption Jokowi bersama Raja Salman, Maret lalu.

Sejumlah nama di Indonesia masuk dalam jajaran 50 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia, menurut lembaga riset independen berbasis di Yordania.

Dalam daftar ini, Presiden Joko Widodo berada diperingkat ke 13, sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj berada di urutan 20.

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin dan pendakwah Luthfi bin Yahya juga masuk dalam daftar.

Dalam keterangannya, Joko Widodo ditulis sebagai tokoh yang dikenal sebagai 'pemimpin yang populis, yang tidak menikmati dukungan dari cendikiawan keagamaan atau datang dari latar belakang militer atau orang kaya."

Beberapa tahun lalu, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden juga masuk sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam daftar yang disusun oleh Royal Islamic Strategic Studies Center (RISC) itu.

Pada 2012, SBY berada diperingkat sembilan karena dianggap berhasil dalam melakukan kampanye garakan anti terorisme., pengembangan demokrasi, dan penyelesaian sengketa Aceh dan Papua secara damai, kata Sekretaris Kabinet.

Hak atas foto Getty Images

'Referensi untuk dunia barat'

Pengamat politik Islam, Zuhairi Misrawi mengatakan daftar semacam ini, 'Ingin memberikan semacam contoh keteladanan, (contoh) tokoh-tokoh yang bisa diteladani, menginspirasi untuk Islam yang damai, ramah, toleran, dan moderat."

"Semacam referensi untuk dunia Islam dan dunia barat untuk meneladani sosok-sosok Islam yang telah berperan mewujudkan toleransi dan kedamaian," tambahnya.

Menurutnya sangat wajar jika nama-nama urutan 10 besar didominasi oleh pemimpin-pemimpin dan tokoh Islam Timur Tengah karena di sanalah kiblat Islam -walau Indonesia sebetulnya adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia,

Hak atas foto Getty Images

"Walau begitu kita sedang dilirik dunia sebagai negara mayoritas Islam, yang mampu menjalankan demokrasi, hidup berdampingan dengan agama-agama lain, merawat kebhinnekaan, mengembangkan Islam yang moderat. Maka itu sebetulnya ini prestasi yang harus dipertahankan karena Indonesia mulai dilirik bagaimana Islam moderat itu berkembang mewarnai demokrasi," jelas Zuhairi.

Adanya tokoh NU dan Muhammadiyah yang masuk dalam daftar tersebut juga dinilai sebagai pengukuhan bahwa pilar Islam di Indonesia itu ada dua, yaitu NU dan Muhammadiyah.

"Jadi ketika melihat Jokowi (dalam daftar), kita juga harus melihat NU dan Muhammadiyah," sambung Zuhairi.

Dalam daftar itu, Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb menempati posisi pertama sebagai tokoh Islam paling berpengaruh, diikuti oleh Raja Yordania dan kustodian tempat suci di Yerusalem, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein, serta Raja Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud dari Arab Saudi di urutan tiga.

Topik terkait

Berita terkait