'With love from Indonesia' untuk Charlie Gard, bayi yang sakit parah di London

bayi charlie gard Hak atas foto PA
Image caption Charlie Gard mengalami mitochondrial, penyakit yang menyebabkan kerusakan otak.

Orang tua bayi Charlie Gard yang tengah menggalang dana untuk bayi mereka yang sakit parah mendapatkan sebagian bantuan sekitar Rp170 juta dengan pesan "with love from Indonesia".

Chris Gard dan Connie Yates ingin agar bayi mereka yang berumur sembilan bulan tetap dilanjutkan perawatannya dan meminta tiga hakim banding agar tidak mencabut alat penopang hidup.

Namun hakim menetapkan Kamis (25/05) bahwa para dokter dapat menghentikan memberikan perawatan penopang hidup Charlie.

Hak atas foto PA
Image caption Rumah Sakit Great Ormond Street mengatakan Charlie tidak bisa melihat, mendengar, mengeluarkan suara dan bergerak.

Para dokter mengatakan melanjutkan perawatan penopang hidup hanya akan "memperpanjang proses kematian." Pihak rumah sakit Great Ormond Street mengatakan Charlie tidak dapat melihat, mendengar, membuat suara atau bergerak."

Bulan lalu, hakim di pengadilan tinggi menetapkan bahwa para dokter di Inggris dapat menghentikan perawatan penopang hidup dan orang tua Charlie berharap hakim pengadilan tinggi dapat membatalkan putusan itu.

Pasangan dari Bedfont, London Barat menggalang dana sebesar £1,3 juta (Rp22,3 M) melalui GoFundMe untuk perawatan di Amerika Serikat.

Hak atas foto Facebook Chris Gard, Connie Yates
Image caption Kami tidak akan pernah menyerah untukmu bayiku, kata Charlie Gard dan Connie Yates.

Sekitar £10.000 (Rp170 juta) di antaranya dari Indonesia dengan tulisan "with love from Indonesia".

Mereka mengatakan sangat "berterima kasih" atas "kebaikan yang luar biasa dari semua orang yang tak terhitung jumlahnya" dan membantu menggalang dana untuk Charlie.

Para dokter di Amerika Serikat menawarkan prosedur yang disebut nucleoside bypass therapy, terapi yang masih belum sampai pada tahap eksperimen, namun telah digunakan untuk pasien dengan kondisi serupa.

Pihak medis di rumah sakit anak Great Ormond Street menyatakan sudah saatnya menghentikan perawatan Charlie dan dilanjutkan dengan perawatan paliatif.

Namun para kuasa hukum untuk rumah sakit itu mengatakan perawatan harus dilanjutkan sampai keputusan banding keluar.

Tagar #CharlieBerjuang

Salah seorang dokter spesialis mengatakan tidak bisa "membiarkan" Charlie seperti sekarang dan ia menganggap bayi yang lahir pada Agustus 2016 ini tak akan bisa mendapatkan perawatan apapun lagi.

Melalui Facebook, Chris Gard dan Connie Yates membuat akun untuk menggalang dukungan perawatan Charlie dengan tagar #CharlieFight (#CharlieBerjuang).

Hak atas foto Facebook Chris Gard, Connie Yates
Image caption Orang tua bayi Charlie Gard.

Dalam salah satu unggahan mereka mengangkat cerita tentang Sara, salah seorang anak yang mengalami penyakit seperti sakit dan sembuh.

"Ini Sara. Sara sakit seperti Charlie dan ia perlu ventilator untuk bernafas namun dokternya mulai melakukan pengobatan eksperimental yang disebut nucleosides. Mereka sebelumnya tak menyangka Sara membaik dan hanya mengharapkan kondisinya tak memburuk," tulis orang tua Charlie.

"Namun pengobatan ini berhasil dan mulai mengobati penyakit yang dialami Sara dan anak-anak lain dengan pengobatan yang sama."

Topik terkait

Berita terkait