Zaha Hadid, arsitek perempuan yang disebut ratu kurva dengan rancangan kontroversial

Hak atas foto Getty Images
Image caption Gedung konferensi dan budaya Heydar Aliyev Center di Baku, Azerbaijan.

Arsitek Inggris kelahiran Irak, Zaha Hadid, yang dikenal sebagai ratu kurva dengan sejumlah rancangan kontroversial - mulai dari yang disebut orang seperti helm sepeda masa depan sampai bentuk vagina - dirayakan Google Doodle.

Zaha Hadid yang mendapatkan gelar bangsawan Inggris dan perempuan pertama yang menerima hadiah tertinggi arsitek Pritzker Architecture pada 2004, menggabungkan bentuk tradisional dan modern dengan banyak gedung berbentuk kurva.

Hadid meninggal karena serangan jantung Maret 2016 dengan banyak proyek yang belum selesai.

Hak atas foto Google Doodle
Image caption Google Doodle mengenang karya Zaha Hadid.

Selama 20 tahun ia bekerja sebagai arsitek, Hadid merancang puluhan gedung di seluruh dunia, termasuk Aquatik Centre untuk Olimpiade 2012 London.

Dia menerima sejumlah penghargaan, dan menjadi menerima gelar bangsawan dari Ratu Elizabeth II, "Dame" karena jasanya dalam profesi arsitek.

Saat meninggal pada usia 65 tahun, ia memiliki kekayaan sejumlah lebih dari £70 juta (Rp1,1 triliun).

Rancangan kontroversial

Sejumlah rancangan kontroversial Hadid termasuk stadion di Tokyo yang dianggap mirip helm sepeda futuristik yang melintas Tokyo dan terlalu besar.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pusat Akuatik di London yang digunakan dalam Olimpiade London 2012.

Pemerintah Jepang akhirnya memutuskan pada 2015 untuk membatalkan rancangan kontroversial yang sedianya digunakan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Para pengamat menggambarkan proyek Hadid berlebihan, mewah dan menonjol.

Namun, proyeknya pernah juga melampaui anggaran awal, termasuk Pusat Akuatik untuk Olimpiade London yang tiga kali lipat dari dana awal sebesar Rp1,5 triliun.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Zaha Hadid di depan Serpentine Sackler Gallery, Hyde Park, London pada 25 September 2013.

Rancangan lain, stadion Al Wakrah untuk Piala Dunia Qatar 2022 yang masih dibangun disebut mirip vagina yang menyembul di tengah padang pasir negara itu.

Hadid sendiri - saat kontroversi ini muncul tahun 2013- mengatakan komentar yang menyebutkan stadion mirip vagina sebagai hal yang "memalukan" dan "aneh".

"Ini sangat memalukan bila mereka muncul dengan hal tak masuk akal seperti ini. Apa yang mereka katakan? Semua yang berlubang mirip vagina? Aneh," kata Hadid saat itu kepada majalah TIME.

Walaupun sudah menunjukkan karya inovatif besar, proyek pertamanya baru selesai saat ia berusia 44 tahun. Banyak orang yang saat itu memperkirakan karyanya sulit untuk diterapkan sampai Vitra, perusahaan perabotan, mensponsori pembangunan gedung pemadam kebakaran, di Weil am Rhein, Jerman.

Hadid sekolah di Inggris dan Swiss sebelum mengambil jurusan matematika di American University, Beirut. Pada 1972 ia pindah ke London untuk belajar arsitek dan banyak profesor yang kagum dan menyebutnya sebagai orang dengan "planet yang berada di orbit sendiri."

Topik terkait

Berita terkait