Selebrasi pemain Hindu, Kristen, Muslim ala Bali United yang menuai pujian

merayakan gol dengan tiga cara berbeda. Hak atas foto Miftahuddinhalim
Image caption Ngurah Nanak, Yabes Roni (tengah) dan Miftahul Hamdi merayakan gol dengan keyakinan agama masing-masing

Setelah Yabes Roni menyarangkan gol kedua dalam pertandingan yang berakhir 3-0 melawan Borneo FC, tiga pemain Bali United merayakannya dengan berterima kasih kepada Tuhan, dengan keyakinan masing-masing.

Ngurah Nanak, yang beragama Hindu berdiri, Yabes Roni yang beragama Nasrani berlutut sementara Miftahul Hamdi sujud, foto yang beredar luas dan dipuji di tengah kondisi politik Indonesia dengan berita-berita terkait SARA.

Nanak mengatakan kepada BBC Indonesia sujud syukur pertandingan pekan lalu mereka lakukan secara spontan dan dia akan melakukannya lagi "jika diberi kesempatan".

"Itu spontan begitu lihat teman di sebelah panjatkan rasa syukurnya, saya spontan juga jadinya gitu... Kejadiannya begitu cepat, melihat pertandingan kemarin kita menang dan begitu terakhir Irfan (Bachdim) mencetak gol, jadi bersyukurlah menang," kata Nanak.

"Di dalam dan di luar kebersamaan ktia solid dan bagus. Di bulan puasa ini kami menghormati teman-teman yang berpuasa," tambahnya.

Dalam klasemen sementara Liga 1, klub yang bermarkas di Gianyar Bali ini berada di posisi ketiga di bawah PSM Makassar dan Madura United.

'Peryataan politik'

Washington Post menyebut ketiga pemain Indonesia menunjukkan "pernyataan politik" di tengah kejadian berbau SARA akhir-akhir ini.

"Tiga pemain bola Indonesia menjadi simbol seperti apa dunia yang lebih damai, dengan selebrasi unik gol yang tertangkap kamera," tulis Marissa Payne dalam tulisannya Rabu (07/06).

"Foto ini menjadi penting dalam sejarah Indonesia, di tengah meningkatnya faksi politik Islamis yang kurang toleran dalam bulan-bulan terakhir ini dan mengancam pemerintah Indonesia yang lebih moderat dan sekuler," tulis Payne.

Foto dengan keterangan, "Karena perbedaan keyakinan tidak akan menghalangi kami untuk mencapai tujuan yang sama," dibagikan lebih dari 11.000 kali di akun Facebook Bali United dan mendapat berbagai pujian.

"Subhanalloh adem liatnya klo begini," tulis Mohamad Komarudin dan Mang Tera yang menyatakan, "Moment ini yg sngat di tungggu ketika banyak orang di luar sana yg se akan menanyakan arti dari bhenika tunggal eka, di Bali hal itu sngat lah nyata,"

"Bali is the Best. Bali United kebanggaan masyarakat Bali. Jangan ganggu perbedaan kita sebagai bangsa Indonesia," tulis pengguna lain,I Nyoman Wijaya.

Namun foto merayakan gol dengan bersyukur kepada Tuhan bukan pertama kali dilakukan para pemain Bali ini.

Di beberapa pertandingan, para pemain juga mengungkapkan syukur dengan cara berbeda seusai agama masing-masing.

Bukan pertama kali

Hak atas foto Bali United
Image caption Perayaan gol dengan memanjatkan syukur.

Pelatih Bali United Widodo C Putra mengatakan ia dapat merasakan kebersamaan yang kuat anak-anak asuhnya.

"Sehari-harinya mereka tak ada batas, berbaur ... itu kelihatan kebersamaan di luar dan di dalam lapangan... Saya ingin di manapun akan terjadi di seperti ini," kata Widodo.

"Sepak bola ini merupakan kekuatan dasar untuk mempersatukan bangsa, karena di sepak bola ada beberapa etnis, suku agama dan lain-lain ini jadi satu kesatuan. Dari pemainnya, suporternya," tambah Widodo.

Hak atas foto Bali United
Image caption Pemain Bali United, kompak luar dalam kata pelatihnya, Widodo.

Berdasarkan peraturan badan sepak bola dunia, FIFA, pernyataan politik dan agama ataupun berbagai slogan dilarang diungkapkan di lapangan.

Peraturan FIA menyebutkan, "Pemain tidak boleh membuka kaos dalam yang menunjukkan pernyataan politik, agama, pernyataan resmi, slogan pribadi."

Namun FIFA belum berkomnetar terkai langkah tiga pemain ini.

Hak atas foto Bali United
Image caption Pemilik Bali United Yabes Tanuri mengatakan sangat senang dengan apa yang dilakukan para pemain Bali United.

Pemilik Bali United Yabes Tanuri mengatakan sangat senang dengan apa yang dilakukan tiga pemain ini.

"Sangat senang ... walaupun mereka berbeda tetapi tetap bersatu ini menjadi satu kelebihan. Bola salah satu toleransi yang tinggi. Ada perbedaan antara klub dan yang lainnya tapi utuk membela klub tanpa memandang, soal ras agama atau suku atau adat ini bisa jadi contoh," kata Yabes.

Berita terkait