Kapan nikah? Video 'pertanyaan maut' di Hari Raya Lebaran viral di medsos

JAZZ Hak atas foto JAZZ

Sebuah iklan humor dari Malaysia yang mengangkat tentang 'pertanyaan-pertanyaan maut' di Hari Raya Lebaran diperbincangkan di media sosial dan memicu diskusi tentang kegelisahan tentang budaya dan tuntutan pernikahan.

"Ani, berapa umur kau sekarang ya?" tanya seorang tante pada keponakannya dalam iklan itu. "Tak kahwin lagi ke (Belum nikah juga kamu)?"

Bagi yang sudah menikah, jangan senang dulu karena Anda tidak akan luput dengan pertanyaan pertanyaan maut lain, "Sudah punya anak belum? Kapan mau punya anak?" Dan jika sudah menikah dan punya satu anak, tante-tante ini bertanya, "Sorang je? Dah 10 tahun kahwin baru sorang anak?"

Iklan produk susu kambing ini telah dibagikan puluhan ribu kali dan turut menggaung di Indonesia karena kesamaan kultur. Hampir setiap tahun, misalnya meme tentang jodoh dan hari raya berseliweran di linimasa.

"Jodoh belum terlihat sampai hari ini, sudah dapat dipastikan Lebaran kali ini masih sendiri," tulis satu meme lengkap dengan gambar orang yang menggunakan teleskop untuk melihat hilal.

Hak atas foto Kepo.id / Detik.com
Image caption 'Tenggelamkan!' Kata ikonik dari Susi Pudjiastuti yang kerap dibuat meme.

"Idenya muncul ketika pelanggan kami mulai khawatir karena hari raya akan segera tiba, dan kerabat mereka mulai bertanya kapan punya anak dan lainnya," kata Norhidayati Mohd Redha, pemilik produk susu kambing Lazz yang diperuntukkan bagi suami istri yang sedang berusaha memiliki anak.

"Ini benar-benar terjadi di negara kami, jadi karena itu kami membuat video ini .. untuk menanamkan kesadaran," katanya. Di akhir video, mereka menyisipkan tulisan, "Hari Raya hari bermaaf-maafan, bukan hari menyakiti satu sama lain."

Tak berniat menyakiti

Namun psikolog Roslina Verauli mengatakan pertanyaan-pertanyaan soal 'kapan nikah' sebetulnya harus dipahami sebagai bagian dari kultur masyarakat Indonesia yang kolektif.

"Kita suka ngumpul-ngumpul. Kekerabatan tinggi. Level in group-nya besar. Artinya walau ketemunya cuma sekali dalam 20 tahun, sekali dalam setahun rasanya tetap dekat begitu. Dan dalam budaya in group dibutuhkan basa-basi yang tujuannya untuk terbuka satu sama lain," jelas Roslina.

"Jadi jangan buru-buru ditanggapi bahwa itu adalah tekanan," tambahnya. "Kalau kita memahami budaya kita, kita tidak akan tersinggung sebetulnya."

Yang perlu dipahami ketika kumpul keluarga, tiap orang butuh untuk merasa dekat, artinya untuk mencapai kedekatan itu harus ada hal-hal personal yang Anda buka kepada mereka.

Hak atas foto JAZZ
Image caption Iklan susu kambing ini telah dibagikan puluhan ribu kali di Facebook.

Tapi ini bukan berarti pertanyaan 'kapan nikah' bisa dianggap wajar karena sebagian orang menganggap itu adalah isu sensitif yang mungkin tidak menyenangkan untuk dibahas.

Roslina menganjurkan bahwa sebaiknya menggunakan pertanyaan lain yang lebih membangkitkan semangat untuk membuka kekakuan, misalnya tentang baju lebaran atau kue lebaran yang cenderung klise, atau tentang pendidikan, jurusan kuliah, dan pertanyaan-pertanyaan netral lain.

Topik terkait

Berita terkait