Anak-anak Muslim gedor pintu bangunkan warga saat kebakaran hebat di London

grenfell tower Hak atas foto AFP
Image caption Dua perempuan memasang foto mereka yang hilang dalam kebakaran Grenfell Tower. Korban meninggal 17 orang dan 76 masih hilang.

Pemukim Muslim yang tinggal di apartemen Grenfell Tower (Menara Grenfell) yang terbakar menyelamatkan tetangga dengan membangunkan mereka saat sahur ketika api mulai membara.

Waktu Subuh di London pada Rabu (14/06) jatuh pada pukul 02:40 dini hari dan banyak pemukim Muslim di rumah susun itu masih terjaga menunggu sahur saat kebakaran terjadi.

Hingga Rabu petang waktu setempat, setidaknya 17 orang meninggal setelah kebakaran besar ini dan polisi memperkirakan jumlah korban akan bertambah,.

Para petugas pemadam kebakaran menyelamatkan sejumlah banyak orang dan masih berusaha memadamkan api sampai Rabu (14/06) sore waktu setempat, atau 12 jam setelah kebakaran terjadi.

Hak atas foto EPA
Image caption Anak-anak Muslim dari masjid berlari menggedor pintu warga di Grenfell Tower, London, saat kebakaran hebat pada Rabu dini hari.

"Anak-anak Muslim berlarian menggedor pintu warga, membangunkan kami ... mereka datang dari masjid. Kalau bukan atas bantuan mereka, penghuni pasti meninggal," kata seorang warga kepada HuffPost.

"Ini karena Ramadan ... terim kasih Ramadan," tambah seorang perempuan setengah baya.

Ia mengatakan banyak yang mengecam komunitas Muslim ketika ada insiden yang menodai komunitas ini. "Tapi ketika mereka melakukan kebaikan seperti ini, tak ada yang memberi perhatian," kata penghuni Grenfell Tower lainnya.

Saksi mata mengatakan kepada Sky News warga Muslim yang 'bangun untuk sahur adalah penyelamat' warga yang berhasil diungsikan dari Menara Grenfell.

Hak atas foto EPA
Image caption Seorang perempuan menangis di luar apartemen Grenfell Tower yang ludas terbakar.

Sementara seorang pemukim lain mengatakan mereka yang bangun saur masih terjaga saat kebakaran terjadi di lantai dua gedung tingkat 24 itu.

Khalid Suleman Ahmed, 20, yang baru-baru ini pindah ke rumah susun tersebut bersama tantenya tinggal di lantai delapan.

Hak atas foto Twitter
Image caption Saya mendengar orang membicarakan keajaiban Ramadan dan inilah dia, kata pengguna Twitter.

"Tidak ada alarm yang berbunyi. Saya tengah bermain PlayStation untuk menunggu sahur dan mencium asap. Saya bangun dan melihat asap di lantai tujuh," kata Suleman kepada HuffPost UK.

"Saya bangunkan tante saya, dan mulai menggedor pintu tetangga. Semua pintu dibuka dan hanya dua, namun saya kemudian melihat satu tetangga saya, jadi hanya ada satu keluarga yang tak terlihat. Tetangga sebelah lagi tertidur pulas."

'Keajaiban Ramadan'

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tumpukan donasi baju untuk para korban kebakaran.

Berbagai komentar di Twitter terkait pemukim Muslim yang membantu para tetangga, sebagian disertai dengan tagar #Suhoor (sahur).

Akun atas nama Saleha @sal_chand menulis tentang saksi di Sky News yang disebut sebagai 'penyelamat'.

Wartawan lepas Elizia Volkmann‏, juga melalui akun Twitternya menanggapi, "Saya mendengar orang berbicara tentang keajaiban Ramadan dan inilah dia."

Pengguna lain berkomentar singkat, "Subhanallah. Terima kasih Tuhan untuk Ramadan," dan lainya mengatakan, "Muslim yang beribadah Ramadan adalah penyelamat pada saat kebakaran terjadi."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Korban diperkirakan masih akan terus bertambah karena masih ada yang terperangkap.

Rashida, salah seorang pemukim, juga mengatakan masih terjaga karena menunggu sahur.

"Sebagian besar Muslim yang beribadah Ramadan biasanya baru tidur setelah pukul 02:30 setelah makan saur dan salat. Jadi sebagian besar keluarga di sini masih terjaga," katanya kepada Sky News.

Ia menggambarkan warga di apartemen itu sangat beragam dan mengenal satu sama lain.

Saling kenal

Hak atas foto AFP
Image caption Tempat penampungan sementara korban kebakaran.

"Daerah ini sangat beragam, terdiri dari beragam warga negara dan agama. Kami kenal satu sama lain, ada populasi asal Moroko yang sangat tinggi, dan kami tinggal berdekatan satu sama lain. Kami saling kenal," katanya.

Warga lain Mohammed juga masih terbangun karena menunggu saur dan dapat segera meninggalkan gedung yang hangus terbakar itu.

"Kami memang sudah bangun dan diminta untuk segera pergi. Saya bahkan tak membawa telepon seluler saya," katanya kepada Sky News.

Hak atas foto PA
Image caption Kondisi gedung yang terbakar habis

Sejumlah organisasi termasuk masjid-masjid di seputar lokasi membuka diri untuk menampung korban kebakaran.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api Rabu sore (14/06).

Salah satunya Masjid Al Manaar, yang terletak hanya satu mil dari apartemen Grenfell Tower.

"Masjid kami menyediakan akomodasi bagi mereka yang ingin bermalam ... tempat kami cukup untuk menampung 50 hingga 60 orang. Kami sediakan segala keperluan mereka," kata Abdurrahman Sayyid, pengurus masjid kepada BBC Indonesia.

"Semua yang butuh bantuan boleh datang, Muslim, non-Muslim, yang tak punya agama silakan datang ke masjid. Bahkan kalau pun mereka tak butuh akomodasi, kami akan sediakan makanan, minuman, air bersih dan berbagai keperluan lain," tambahnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ratu Elizabeth memuji kemurahan hati masyarakat yang mengulurkan bantuan bagi orang-orang yang terkena dampak kebakaran di apartemen Grenfell Tower.

Sayyid mengatakan pihaknya kewalahan menerima sumbangan bagi warga yang terdampak kebakaran.

Salah satu organisasi yang terlibat dalam pemberian bantuan untuk ratusan orang yang kehilangan tempat tinggal termasuk Ramadan Tent, proyek buka bersama yang dibentuk oleh mahasiswa Muslim dan non-Muslim SOAS, University of London.

Hak atas foto EPA
Image caption Puluhan orang luka-luka dan dirawat sejumlah rumah sakit akibat kebarakan ini.

"Kami mengumpulkan perlengkapan kamar mandi, makanan serta selimut," kata pendiri Ramadan Tent, Omar Salha.

Grenfell Tower, dibangun pada 1974, dan terdiri dari 1.000 unit tempat tinggal.

Wali kota London Sadiq Khan mengatakan banyak hal yang harus dipertanyakan menyangkut keamanan rumah-rumah susun.

Topik terkait

Berita terkait