Ahok 'seperti selebriti': luapan simpati lewat surat, kunjungan, dan selamat ulang tahun

ahok Hak atas foto Reuters

Setelah divonis bersalah atas kasus penistaan agama dan dipenjara, Basuki Tjahaja Purnama (atau Ahok) nyatanya tetap mengundang simpati dan dukungan: dari surat, kunjungan, hingga ucapan selamat ulang tahun. Pemujaan yang terlalu berlebihan?

Kamis (29/06) misalnya, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 51, Ahok dibanjiri ucapan selamat di Twitter, dengan hampir 30.000 cuitan bertagar HBD Ahok (Happy Birthday Ahok) yang menjadi topik populer. Di YouTube, klip ucapan selamat dari berbagai tokoh berdurasi 25 menit telah ditonton lebih dari 29.000 kali.

"Jeruji tidak akan mampu membungkam ketulusan hati," kata penulis skenario film Jenny Jusuf di Twitter. Sementara yang lain, mengunggah ucapan selamat sembari menyebut berbagai keberhasilan Ahok membangun Jakarta. "Waduk Pluit sudah berhasil kau tata dengan baik. Semoga prestasimu bisa dilanjutkan gubernur baru," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Ahok divonis dua tahun penjara 9 Mei lalu karena pidatonya terkait surat Al-Maidah 51 dalam kunjungan sebagai gubernur di Kepulauan Seribu bulan September 2016. Hukuman yang dijatuhkan hakim ini lebih berat dari tuntutan jaksa yaitu penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

Hak atas foto TWITTER

Walau memiliki banyak pengagum, sosok kontroversial ini juga banyak dikritik terutama terkait penggusuran dan reklamasi teluk Jakarta ketika menjabat sebagai gubernur.

Banjir kiriman surat dan kunjungan

Tidak kali ini saja Ahok mendapat perhatian media sosial selama dirinya mendekam di penjara. Awal Juni, surat balasan Ahok kepada anak perempuan berusia 12 tahun menjadi viral.

"Good people are like candle. They burn themselves up to give other light," tulis seorang anak perempuan pada Ahok. Mantan gubernur Jakarta itu lalu membalas, "semoga kamu tetap semangat untuk mengabdi buat bangsa dan negara. Saya baik-baik di sini.. Tuhan memberkatimu dan keluargamu."

Selain itu, kisah-kisah orang yang berkunjung menemui Ahok dipenjara juga mendapat perhatian publik. Misalnya unggahan Michelle Dian Lestari yang mengungkap pengalamannya datang ke Mako Brimob.

"Wajahnya terlihat cerah, gerak tubuhnya santai, berbeda jauh dengan Ahok yang beberapa kali gua temui pas kerja: muka tegang, tubuh kaku, duduk pun seolah ada paku di pantatnya," tulisnya dalam unggahan yang dibagi lebih dari 2.000 orang itu.

Hak atas foto Reuters

Tapi apakah rasa simpati para pendukung Ahok terlalu berlebihan? Dosen psikologi sosial dari Universitas Indonesia Endang Mariani Rahayu mengatakan fenomena yang terjadi sekarang masih dalam batas wajar karena semua atensi yang diberikan padanya "semata-mata merupakan bentuk apresiasi yang lebih bersifat spontan."

Senada, peneliti psikologi politik Bagus Takwin mengatakan luapan dukungan itu masih wajar karena basis pendukung Ahok memang masih tinggi - jika mengacu pada hasil Pilkada lalu sebanyak 42%.

"Masih wajar, malah menurut saya justru media yang membesar-besarkan karena mungkin masih dianggap menarik. Yang melakukan itu pun (kirim surat, kunjungan, dan kirim bunga) tentu tidak semua pendukung tapi hanya sebagian," katanya.

Hak atas foto Reuters

Bak selebriti

Lebih jauh, Endang mengatakan bahwa banyak masyarakat menilai kerja Ahok ada;ah sesuatu yang nyata dan bukan sekedar pencitraan. Sementara kekurangan Ahok di masa lalu dipahami sebagian orang sebagai 'sisi manusia' yang tidak sempurna dan pasti pernah melakukan kesalahan.

"Banyak orang yang kemudian ngefans ke Ahok. Tidak melulu sebagai bagian dari sistem politik. Tapi lebih kepada figur pemimpin idaman. Tidak ideal, tapi favorable. Dengan kasus yang menimpa Ahok dan ramai diperdebatkan, 'popularitas' Ahok menjadi semakin meningkat. Apalagi kemudian ketika 'putusan' terhadap kasus hukum Ahok juga dianggap 'kontroversial' secara hukum, yang juga mengundang perdebatan publik," jelasnya.

Dia lantas menganalogikan Ahok sebagai "selebriti".

"Ada yang nge-fans berat, ada yang biasa-biasa aja. Bukan pemuja, tapi sekedar bersimpati. Ada juga yang cuek dan enggak peduli. Selain itu ada juga yang enggak suka atau bahkan membenci," lanjutnya.

Jadi apakah Anda salah satu yang mengucapkan selamat ulang tahun pada Ahok hari ini?

Topik terkait

Berita terkait