Geliat Kopi Tuku dan kunjungan Jokowi

Jokowi minum kopi Hak atas foto YouTube Presiden Joko Widodo
Image caption Presiden menikmati 'kopi susu tetangga' di Toko Kopi Tuku

Kopi Tuku mendadak terkenal karena dikunjungi Presiden Joko Widodo, tapi apa pengaruh 'endorsement' itu?

Eksistensi bisnis rintisan Generasi Y tersebut mendadak terangkat saat Presiden Joko Widodo mampir memesan kopi susu hangat di Toko Kopi Tuku Cipete, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Dalam sehari ada 3.792 cuitan Twitter membicarakan "Tuku". Akun Instagram @tokokopituku pun ketambahan 'sekitar 10.000 pengikut'.

Dimulai oleh Andanu Prasetyo, 27, bisnis Toko Kopi Tuku melayani kebutuhan minum kopi para tetangga -- sebutan buat pelanggan yang bermukim sekitar kedai.

Tanpa WiFi dan tanpa sofa empuk, posisinya underdog jika dibandingkan dengan waralaba luar negeri yang targetnya ekspansif.

"Jadi lebih banyak pengunjung dari biasanya," kata Prasetyo tentang dampak kunjungan Jokowi.

"Sempat tanya kenapa Bapak mau mampir. Katanya, lagi ramai dan senang sama produk lokal. Kebetulan direkomendasikan juga sama anak pertamanya, Mas Gibran," tambah alumnus sekolah bisnis Prasetya Mulya tersebut.

Hak atas foto Youtube Kaesang

Selain Toko Kopi Tuku, awal tahun ini Jokowi dan anaknya Kaesang Pangarep - yang memiliki akun Youtube dengan view count 19.374.921 - sempat juga memberi endorsement bagi bisnis pangkas rambut Hunky Dory dan minyak rambut Dasfelix Pomade rintisan wiraswasta anak muda di Bogor.

Konsumen 'satu kelurahan'

Sebutan produk lokal memang akurat bagi Toko Kopi Tuku. Dengan daya tampung kedai yang minimal -- cuma 30 orang, Prasetyo bersama timnya lebih memprioritaskan konsumsi ngopi untuk ruang lingkup sangat lokal. "Fokus sama satu kelurahan aja deh," ujarnya ringan.

Biji kopi juga disuplai oleh paguyuban petani lokal dari Aceh, Garut, Bali, Flores, dan Toraja.

Hak atas foto Instagram dasfelix1437

"Rencanaku memang tidak mengalahkan yang lain. Justru posisinya mengisi gap di industri kopi yang belum terisi ... Jadi cuma buka yang dekat-dekat aja, tetapi kita care sama produk," kata Prasetyo.

Dari bisnis Toko Kopi Tuku yang penjualannya tembus 1.000 gelas kertas per hari, menurut Prasetyo dia jadi bisa belajar memilah rasa kopi yang takarannya cocok di lidah tetangga-tetangga sekitar. Termasuk menekan ongkos produksi supaya konsumen bisa ngopi hanya bermodal Rp18 ribu saja.

"Tingkat perekonomian orang berubah-ubah terus, jadi pada dasarnya kami menyiapkan produk yang fungsional dengan harga terjangkau. Supaya secara otomatis orang-orang sekitar memilih produk lokal.''

'Harus naik kelas'

Sepulang ngopi bersama keluarganya di Toko Kopi Tuku, Presiden Jokowi kemudian mengunggah rekaman video blogging dengan judul "JKWVLOG: Mampir di Kopi Tuku, brand lokal cita rasa internasional" yang ditonton puluhan ribu kali oleh netizen.

"Saya sangat menghargai sekali keberanian anak-anak muda dalam membuka usaha," kata Jokowi di video tersebut.

Hak atas foto Twitter
Hak atas foto Twitter

Pendiri Semut Nusa Consulting, Goris Mustaqim menilai metode endorsement oleh presiden merupakan metode yang efektif buat kumpulan bisnis segar dari pebisnis millennial.

"Penelitiannya kan, millennial lebih enterpreneurial. Tiga puluh dua persen profesi millennial di LinkedIn selain founder ada owner. Gerakan support atau endorsement harusnya lebih berpengaruh. Mereka merasa dihargai, eksistensinya terangkat, di-sharing, mereka tampil. Itu millennial banget," ungkap konsultan pendampingan usaha masyarakat tersebut.

Salah satu karakter promosi yang cukup berpengaruh bagi bisnis rintisan, ungkap Goris, ialah hadirnya duta. Kunjungan Presiden Jokowi, sosok dengan jangkauan media sosial yang sangat luas, dinilainya memberi efek positif.

Fakta bahwa 70 persen ekonomi Indonesia bersandar pada sektor informal membuat Goris berpendapat usaha mikro, salah satunya rintisan kaum millennial, 'harus diperhatikan dan harus naik kelas'.

Tumbuhnya kewirausahaan dengan formula inovasi dan model bisnis yang amat beragam di era internet diakui masih menimbulkan banyak tanda tanya. Namun, kata Goris, turut mendatangkan banyak peluang sehingga semua inovasi perlu dihargai.

Buat generasi millennial, apa kamu tertarik untuk mencoba bisnis baru? Atau bagi yang belum memulai, sudah merencanakan bisnis tahun ini?

Berita terkait

Tautan inernet terkait

BBC tidak bertanggung jawab atas konten internet luar