Mosul saat di bawah ISIS: Anak-anak tinggal 'di kegelapan seperti tikus'

anak-anak mosul Hak atas foto Getty Images
Image caption Krisis kemanusiaan di Mosul terungkap setelah ISIS diusir.

Anak-anak "hidup di kegelapan seperti tikus" selama tiga tahun saat kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS berkuasa di Mosul, Irak, kata seorang petugas bantuan kemanusiaan.

Itulah fakta yang terungkap setelah kota itu dibebaskan dari ISIS oleh tentara Irak, dengan bantuan serangan udara Amerika, dalam operasi yang dimulai Oktober tahun lalu.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengunjungi Mosul untuk memberikan ucapan selamat atas "kemenangan" mereka atas kelompok militan tersebut.

Namun di balik perayaan itu, ada krisis kemanusiaan yang menurut seorang petugas bantuan "paling parah."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Lebih dari 900.000 orang mengungsi selama tiga tahun kekuasaan ISIS di Mosul.

"Saya bekerja di daerah konflik selama 25 tahun, jadi saya pernah menyaksikan sebagian besar tempat seperti Bosnia, Kosovo, Chechnya dan saya tak pernah melihat yang separah ini," kata Sally Becker, petugas bantuan untuk Road to Peace, LSM yang membantu anak-anak mendapatkan akses kesehatan di daerah perang.

"Inilah kondisi terparah yang pernah saya saksikan," tambahnya.

'Tinggal di kegelapan seperti tikus'

Keprihatinan soal anak-anak di Mosul ini juga banyak diungkapan pengguna media sosial.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Anak-anak mengalami kekurangan gizi, kata petugas bantuan Sally Becker.

CEO badan LSM anak-anak Save the Children, Helle Thorning S melalui Twitter menulis, "Saatnya dunia bangun untuk menyadari dalamnya luka kejiwaan anak-anak di Irak, Mosul," tulisnya. "Anak-anak perlu bantuan sekarang."

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Anak-anak di Mosul terjebak di dalam zona perang.

"Anak-anak Mosul sangat memerlukan bantuan psikologis setelah bertahun-tahun konflik," tulis akun atas nama Shilan Dosky.

Pemerintah Irak mengumumkan "dibebaskannya" Mosul bagian timur bulan Januari namun bagian barat kota, dengan jalan-jalan sempit merupakan daerah yang lebih sulit dikuasai."

Sekitar 900.000 orang terpaksa mengungsi sejak 2014, sekitar 50% dari jumlah penduduk sebelum perang, menurut badan-badan bantuan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Klinik lapangan ada di beberapa tempat aman di Mosul, namun memindahkan korban luka sangat sulit.

Sally Becker mengatakan, "Ada penembak jitu, pengebom bunuh diri, mortir, serangan senjata kimia, pesawat terbang tanpa awak. Penduduk mengalami kekurangan gizi, dehidrasi dan air tak layak diminum."

"Tak ada susu formula. Orang-orang trauma, bahkan anak-anak, kondisi yang benar-benar parah."

ISIS masih berkuasa di sejumlah tempat

Hak atas foto AFP
Image caption Upaya merebut kembali Mosul berjalan selama sembilan bulan dan banyak bangunan hancur dalam operasi ini.

"Tampaknya mereka tinggal di kegelapan seperti tikus jadi banyak yang mengalami penyakit karena kekurangan vitamin D dan mereka sangat kurus," katanya.

Direktur organisasi bantuan anak-anak, Save the Children, Ana Locsin mengatakan keluarga yang berada di bawah kekuasaan ISIS selama tiga tahun perlu bantuan segera.

"Anak-anak dan keluarga mereka perlu bantuan dalam mengatasi kesulitan luar biasa dan membangun kehidupan mereka kembali, jadi dukungan psikologis sangat penting," kata Locsin.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Saat pasukan Irak mulai menguasai keadaan, penduduk Mosul mulai keluar mencari bantuan.

"Namun saat ini dunia tidak menyiapkan dana untuk kesehatan mental," tambahnya.

Serangan udara dan bentrokan senjata masih terdengar di Mosul hari Minggu (09/07) dan kepulan asap terlihat di udara.

Jatuhnya Mosul bukan berarti berakhirnya ISIS di Irak. Kelompok itu masih menguasai kawasan lain seperti Tal Afar dan tiga kota di Provinsi Anbar dan masih dapat melakukan pengebom di kawasan yang dikuasasi pemerintah.

Topik terkait

Berita terkait