Agustus, bulan bagus buat para 'Agus'

Komunitas Agus Hak atas foto Facebook Agus Nuryanto

Anda bernama Agus? Agustus boleh jadi bulan keberuntungan Anda. Sebab, sebuah waralaba bakso di Ibu Kota menyediakan 4.960 porsi bakso gratis sepanjang Agustus, spesial bagi para pemilik nama 'Agus'.

''Nama Agus itu boleh Agustina, Agustinus, pokoknya Agus. Kemudian tunjukkan KTP, foto, dan upload ke medsos,'' kata Anke Dwisaputro, pemilik waralaba bakso yang punya 16 cabang di Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Promo tersebut dalam rangka perayaan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dan menurut Anke 'yang namanya Agus biasanya lahir di bulan Agustus.'

Di wilayah Jabotabek, tercatat ada lebih dari 2.000 orang bernama Agus yang bergabung dengan komunitas Agus-Agus Bersaudara di Indonesia. Sedangkan secara nasional jumlahnya sekitar 4.000 orang.

''Semua dari sosmed awalnya. Kita punya grup di Facebook, Whatsapp,'' ujar Pendiri Agus-Agus Bersaudara Indonesia, Agus Nuryanto.

Hak atas foto Instagram
Hak atas foto Instagram
Hak atas foto Instagram

Komunitas yang bermula dua tahun lalu tersebut berawal dari inisiatif dua orang bernama Agus yakni Agus Nuryanto dan Agus Mulyadi, untuk berkenalan dengan pemilik nama Agus lainnya di dunia maya. Kopdar pertama terjadi pada 7-8 Februari 2016 di Bogor dan dihadiri 300-an orang bernama Agus di Jakarta dan Bogor.

Selain sepakat membentuk organisasi, komunitas orang bernama Agus ini juga membuat aturan main untuk memudahkan sapaan ke sesama anggota.

''Untuk membedakan saya dipanggil Gus Nur. Sebab teman saya di Facebook ada seratusan yang namanya Agus Nuryanto. Persis sama, orangnya saja yang berbeda. Nah kita buat aturan kalau sudah ada yang pakai duluan, tidak boleh lagi ditiru. Agus Nuryanto di Bogor pakai nama Gus Yan, ada yang pakai Gus Ryan,'' jelas Agus Nuryanto.

Sekarang, kata Agus Nuryanto, komunitas Agus-Agus Bersaudara Indonesia sudah ibarat 'partai politik'.

''Kalau mau disamain dengan organisasi yang lain, sama dengan organisasi politik. Karena kita ada pengurus di pusat, namanya Dewan Agus Pusat, ada Dewan Agus Daerah yang membawahi provinsi, dan Dewan Agus Cabang yang membawahi wilayah kabupaten/kota. Kita sekarang sudah hampir di 23 provinsi di seluruh Indonesia,'' kata Gus Nur.

Tapi, lanjut Gus Nur, komunitas ini non-partisan, tidak politik, dan hanya mengusung persaudaraan. ''Makanya kita punya moto 'brotherhood in harmony'. Sebab kami sudah jadi kayak saudara. Begitu ketemu sekali, kita kayak saudara yang sudah lama tidak ketemu,'' ungkapnya.

Asep, Sugeng, nama-nama yang 'agak primordial'

Komunitas nama Agus terinspirasi dari 'saudara tua' atau komunitas sejenis yakni perkumpulan pemilik nama Asep yang tergabung dalam Paguyuban Asep Dunia dan Paguyuban Sugeng yang semua anggotanya bernama Sugeng. Dua komunitas ini lahir di dunia maya pada 2008 dan anggotanya berkenalan lewat Facebook.

Paguyuban Asep Dunia, misalnya, mengumpulkan anggota lewat grup yang diberi judul: ''How Many Asep There Are in Facebook?''

Sedangkan pendiri Paguyuban Sugeng, seorang warga Malaysia, memulai pencarian warga dunia maya bernama Sugeng lewat milis Parasugeng, kemudian berlanjut dengan pencarian lewat Skype.

Walau tipe penggalangan anggota relatif sama, komunitas Agus mengaku 'agak berbeda. Kata Gus Nur, komunitas Asep dan Sugeng 'agak primordial'.

''Asep hanya ada orang Sunda, tidak ada orang Manado atau Batak yang namanya Asep. Tidak ada perempuan yang namanya Asep. Ya kan? Begitu juga Sugeng, yang identik dengan Jawa. Tapi kalau Agus berbeda, dari Sabang sampai Merauke ada semua Agus. Jadi anggota kita lintas budaya, suku, ras, dan agama,'' ujar Gus Nur.

Topik terkait

Berita terkait