Benarkah grup K-Pop Korea, SNSD bakal meriahkan Agustusan?

SNSD Hak atas foto Chung Sung-Jun/Getty
Image caption Grup K-Pop SNSD atau Girl's Generation saat manggung di Seoul pada 2014.

Simpang siur tentang kabar grup K-Pop Girl's Generation atau SNSD, yang disebut akan tampil saat peringatan 72 tahun Indonesia atas undangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyita perbincangan di media sosial.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf buru-buru tampil, menjelaskan. Ia menyebut, media telah salah mengutip.

Triawan menegaskan, hanya beberapa personel SNSD yang akan tampil di Jakarta, yakni pada acara SelebrASIA hitung mundur setahun menuju Asian Games 2018 yang akan digelar di halaman Monas, 18 Agustus, namun tak terkait peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.

Lewat akun media sosialnya, Triawan berbicara. "Kami tidak mengundang band ke acara Hari Proklamasi. Ini untuk acara Countdown to Asian Games tanggal 18 Agustus 2017 yang akan dimeriahkan oleh performer Indonesia bersama artis Asia,'' cuitnya di Twitter.

Lewat klarifikasi tersebut dia juga membantah berita yang disebutnya keliru. Ia menjelaskan bahwa rencana mengundang artis K-Pop, bukan grup SNSD tetapi 'beberapa personelnya saja'.

Hak atas foto MARK RALSTON/Getty
Image caption Fans SNSD di Amerika Serikat.

Kabar soal SNSD bakal manggung di acara Agustusan berawal dari pemberitaan sejumlah media pada 28 Juli 2017. Disebutkan, SNSD bakal tampil bersama sejumlah artis Indonesia seperti Raisa, Tulus, dan JFlow.

Sebuah petisi online berjudul 'Batalkan SNSD pada Syukuran Kemerdekaan RI ke-72' bergulir. Dimulai oleh warga net bernama Maimon Herawati dan dalam dua hari petisi itu mendulang lebih dari 13.500 pendukung.

Isi petisinya mempertanyakan langkah pemerintah mengundang 'grup penyanyi seksi' asal Korea tersebut, yang dianggap pembuat petisi hanya menjadikan perempuan sebagai objek, menunjukkan nilai hedonisme, dan menunjukkan 'gerakan tari yang kadang mirip pornoaksi di atas panggung'.

Petisi tersebut dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Muhadjir Effendy dan Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Hak atas foto Mark Ralston/Getty
Image caption SNSD di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2014.

''Mana nasionalismenya?' kata Neni Khusna, pada kolom komentar di petisi tersebut.

Sedangkan Aulia Azizi berkomentar, "Saya menolak peringatan HUT RI dengan cara mengundang SNSD. Karena kemerdekaan Indonesia didapatkan dari hasil keringat dan darah serta doa para pejuang bukan hasil goyangan girl band. Selaku cicit veteran, saya sampaikan kepada Presiden bahwa negara ini tidak boleh menghina para veteran dan para pahlawan dengan segala pengorbanan mereka demi kemerdekaan Indonesia. Sudah saatnya Pak Jokowi bebas dari belenggu ke-boneka-annya.''

Sepekan sebelum pemberitaan tersebut, di Instagram sudah viral perbincangan soal kabar Hyoyeon -satu dari delapan anggota SNSD- akan ke Jakarta di bulan Agustus.

Kabar tersebut beredar postingan Hyoyeon di akun Instagram @watashiwahyo "@triawanmunaf I'm so excited to go to jakarta~!!;) see you next month^^!" Postingan tersebut dibalas Kepala Bekraf dalam bahasa Inggris, "Sampai bertemu di Jakarta bulan depan. Kami senang sekali. Tidak sabar bertemu Anda di sini."

Hak atas foto Instagram
Image caption "Sudah tidak sabar lagi ke Jakarta, sampai ketemu bulan depan."

Walau Bekraf sudah membantah, kritik atas nama moral dan nasionalisme terlanjur bertebaran di media sosial saat warga net membaca kabar kedatangan SNSD.

''Saya juga gagal paham Pak Kepala Badan dan Pak Presiden yang mulia, bagian mana dari Revolusi Mental mengundang band seksi ini. #yangbenaraja,'' cuit akun @EllyRisman.

Hak atas foto Twitter

''Citra band ini sangat tidak sesuai budaya dan jati diri bangsa Indonesia, apalagi di tengah ekonomi Indonesia seperti ini ....,'' komen akun Facebook Fase Badriah Zain.

Sedangkan akun Twitter @azkamartina mencuit, ''Saya harap artis-artis yang ditampilkan tetap menjaga budaya bangsa, karena (SNSD) sering mengumbar aurat dan penggemarnya mayoritas remaja.''

Serangan balik fans SNSD

Namun tidak sedikit fans SNSD yang terganggu ketika idola kesayangan mereka disebut 'simbol seks.'

''Hati-hati bu ada UU ITE. Yang fans SNSD Indonesia bukan 1-2 orang loh," cuit akun @acilyuhuu kepada warga net yang menyebut SNSD sebagai grup 'simbol seks'.

Akun lain @SelvianSoplanit yang juga kesal idolanya disebut 'simbol seks' berkomentar, ''Ibu mau SONE (penggemar SNSD) Indonesia laporin ibu ke SM entertainment (agensi SNSD) atas tindakan pencemaran nama baik?"

Hak atas foto STARNEWS/AFP
Image caption SNSD tampil di Korea Selatan pada 2014.

"Maaf, justru dibandingkan dengan artis Indo(nesia) muda di sosial media, artis Korea justru mereka selalu lebih hati-hati kalau ngepost sesuatu di sosmed," cuit akun @fikamss.

Sedangkan akun @SNSDSONEGlobal9 mencuit, "SNSD datang ke Indonesia bukan untuk pertama kalinya, tapi sudah ke-3 kalinya nanti. Mereka demen nasi padang dan respect budaya kita juga."

SNSD kini menduduki peringkat satu Billboard sebagai grup K-Pop perempuan terbaik dalam satu dekade terakhir. Grup yang genap 10 tahun berkarir tersebut terkenal akan lagu-lagu pop yang dibawakan dengan gaya feminim ceria.

Berita terkait