Orang-orang Inggris yang cinta gamelan ke Indonesia, 'perjalanan yang memperkaya hidup'

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Peter Smith, guru gamelan yang tinggal di Oxford, Inggris,mengatakan selalu rindu Solo,

Sebanyak 24 pemain gamelan Inggris yang tergabung dalam grup gamelan Siswa Sukra dengan pengajar Peter Smith atau yang memiliki nama Jawa 'Parto' tiba di Indonesia dalam perjalanan yang disebut 'memperkaya hidup'.

"Hampir 25 tahun lalu -dalam satu minggu ini- saya bertolak ke Indonesia untuk pertama kalinya. Perjalanan terjauh dari rumah dan menjadi perjalanan yang mengubah dan memperkaya hidup saya," tulis guru gamelan Peter Smith melalui akun Facebooknya.

"Saat ini 25 tahun kemudian, saya bertolak dengan salah satu kelompok tempat saya mengajar gamelan Jawa di Inggris, 'Siswa Sukra'. Kami akan belajar dan pentas di Jawa selama 18 hari," tambahnya.

Kelompok gamelan yang biasanya berlatih di pusat seni terbesar di Inggris, Southbank Centre, London, akan tampil di Museum Wayang pada Minggu (06/08) sebelum bertolak ke Yogyakarta dan Solo.

'Bercerita tentang Jawa'

Hak atas foto Siswa Sukra
Image caption Siswa Sukra latihan di KBRI London sebelum bertolak ke Indonesia.

Peter Smith, yang telah mengajar gamelan selama lebih dari 20 tahun di Inggris, dalam percakapan dengan BBC Indonesia awal tahun ini menyatakan sejak pertama kali ke Indonesia seperempat abad lalu untuk belajar gamelan, dia selalu rindu Solo.

Hak atas foto Siswa Sukra
Image caption Menlu Retno Masudi bersama Peter Smith saat pembukaan gedung baru KBRI London.

Peter sempat 'berbincang dalam bahasa Jawa' dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi setelah peresmian gedung baru Kedutaan Besar Republik Indonesia di London pertengahan Juli lalu.

Siswa Sukra termasuk satu dari lebih dari 150 kelompok gamelan yang tersebar di seluruh Inggris.

Hak atas foto Siswa Sukra
Image caption Siap pentas di Jakarta, Yogyakarta dan Solo.

"Sebagian besar dari mereka bermain dan belajar (gamelan) dengan saya antara lima sampai 15 tahun dan usianya antara 18 sampai 71. Saya bercerita kepada mereka tentang Jawa dan sebagian besar dari mereka belum pernah ke sana. Saya sangat senang bisa bersama mereka di sana (Jawa) bersama mereka," tambahnya.

Salah satu tanggapan unggahan Peter Smith termasuk dari Agus Suprapto yang menulis, "Salut sama Mr. Peter Smith beliau orang UK tapi sangat fasih bahasa Jawa Krama Alus. Lah saya orang asli Jawa malah gak terlalu bisa bahasa Jawa Krama Alus. Dia pandai bermain gamelan, lah saya malah gak bisa sama sekali."

Kelompok ini antara lain mengumpulkan dana melalui online untuk dapat bertolak ke Indonesia di samping mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Banyak komentar di BBC Indonesia yang menawarkan Peter alias Parto untuk mampir ke kota-kota mereka selama lawatan mereka di Jawa.

"Mampir ke Tegal," tulis Bagas Karang sementara Suryati Handayani meminta 'Pak Parto' "mampir ke Jogja.

Berita terkait