'Ada jin dalam bedah sesar, pesta seks di surga' dan berbagai ceramah kontroversial

AFP Hak atas foto AFP
Image caption Jemaah mendengarkan kotbah di sebuah masjid di Jakarta, 2016 lalu.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah penceramah agama dikritik oleh pengguna media sosial karena materi-materi ceramah yang dianggap kontroversial.

Sebagian menganggap bahwa topik-topik yang dibahas oleh penceramah agama sudah terlampau meluas karena beberapa di antaranya membahas soal ilmu kesehatan hingga ekonomi.

Nadirsyah Hosen, dosen senior di Monash Law School Australia yang menggeluti bidang hukum Islam, melalui akun Twitter-nya mengkritik profesi ustad yang menurutnya mungkin menjadi 'profesi paling gampang di dunia' sekarang ini karena tak perlu sertifikat profesi khusus.

"Parahnya lagi para ustad jadi-jadian itu bukan hanya merasa paling alim soal agama tapi juga sok tahu dalam urusan kedokteran, sains, ekonomi," tambahnya. "Jadilah negeri kita overdosis urusan beragama. Semua masalah mau dicari jawabannya apa kata ustad. Tidak lagi dipilah-pilah sesuai bidangnya."

Menyikapi kontroversi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Penyiaran Indonesia tengah mempersiapkan pembuatan pedoman untuk penceramah yang akan tampil di televisi.

Hak atas foto AFP
Image caption Sebuah pedoman akan disusun oleh MUI dan KPI soal kriteria penceramah yang akan tampil di televisi.

Berikut sejumlah ceramah yang dipermasalahkan di media sosial:

'Melahirkan sesar karena pengaruh jin'

Salah satu yang diperdebatkan adalah isi ceramah Zulkifli Muhammad Ali yang menyebut bahwa ibu-ibu yang melahirkan dengan metoda bedah sesar memiliki gangguan jin di tubuhnya.

Dalam ceramah yang diunggah beberapa bulan lalu di sebuah saluran YouTube itu Zulkifli mengatakan bahwa cesar adalah "anarkisme setan pada manusia."

"Saya dapat meyakinkan kepada semua orang yang terlibat pada sesar bahwa orang ini mengalami gangguan jin di tubuhnya, gangguan setan di perutnya, di bagian rahimnya," katanya dalam video tersebut.

Dia mengatakan bahwa ibu yang melahirkan dengan cara sesar, termasuk istrinya sendiri, mendengar 'bisikan yang sangat kuat di telinga' yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. "Sesar! Sesar! Berteriak di telinga saya! Harus Sesar!" kata Zulkifli menirukan teriakan yang didengar istrinya - yang diklaimnya sebagai bisikan setan itu.

Hak atas foto TWITTER

Banyak pengguna media sosial mengkritisi ucapan Zulkifli ini. "Bayangkan perasaan ibu-ibu yang terpaksa harus disesar karena memang tidak memungkinkan persalinan normal. Pasti sedih luar biasa," kata pengguna Twitter @tsuroiy, yang kebetulan puteri ulama terkemuka, Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Lainnya mengatakan, "Anak saya empat. Anak sulung dan bungsu lahir by cesar. Anak ke dua dan tiga persalinan normal. Tega memang, kalau bilang kerasukan jin."

'Susah punya anak karena sering pakai pembalut'

Terbaru, penceramah bernama Febri Sugianto dalam sebuah siaran televisi 'Islam itu Indah' awal bulan ini mengatakan bahwa salah satu alasan perempuan susah punya anak karena 'sering pakai pembalut dan sepatu hak tinggi.'

Dia berpendapat bahwa pembalut yang dipakai banyak perempuan itu "mengembalikan bakteri jahat ke dalam rahim."

"Apa lagi faktor yang menyebabkan wanita susah punya anak? Sepatu hak tinggi. Hak tinggi itu adalah titik reproduksi. Kalau kita bicara tentang kesehatan titik reproduksi itu ada di tumit," sambungnya.

Di media sosial, seorang pengguna mempertanyakan, "ustadnya lulusan fakultas kedokteran mana ya?"

Hak atas foto TWITTER

"Aku tak kuasa lagi membendung kekesalan, tapi akhirnya tertawa," kata Ferdiriva Hamzah‏ atau @ferdiriva di Twitter. Lainnya mengatakan, "Bahayanya menyampaikan informasi ke publik yang bukan bidang dan kompetensinya. Mitos makin banyak beredar," @docturnal_ memperingatkan.

"100% ngaco," kata Dokter Ryu Hasan mengomentari hubungan antara pemakaian pembalut dan tingkat kesuburan. "(Kalau ustad) bicara soal agama ya tidak apa-apa memang, tapi kalau ada yang tanya soal kesehatan, (dia) harus lebih bijaksana. Kalau ustadnya bilang begitu, dan (jawabannya) jauh dari ilmu kedokteran modern, itu wajar, karena dia tidak belajar soal itu."

'Pesta seks di surga'

Beberapa pekan lalu, Syamsuddin Nur Makka atau dikenal dengan Ustad Syam dikecam karena menyebut 'pesta seks' sebagai nikmat yang diberikan Allah di surga.

"Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks, minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia, inilah yang kita tahan-tahan di dunia. Kenikmatan terbesar yang diberikan Allah swt adalah pesta seks. Karena inilah yang sudah ditahan di dunia oleh para lelaki," katanya dalam acara televisi 'Islam itu Indah' yang disiarkan 15 Juli 2017.

Pada 17 Julu lalu, Syam sudah meminta maaf di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Setelah di surga ada pesta seks, sekarang muncul alasan perempuan sulit hamil karena pembalut dan sepatu hak tinggi. Amazing. Waraskan kita?" tanya @adisanwar di Twitter.

Hak atas foto AFP
Image caption Pernyataan Dedeh Rosidah yang menganjurkan untuk umat Islam tidak menjadi dokter hewan dikritik sejumlah orang.

'Muslim jangan jadi dokter hewan'

Dalam acara di sebuah stasiun televisi, Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah menganjurkan umat Islam tidak menjadi dokter hewan.

"Kalau kita sebagai seorang Muslim, jangan jadi dokter hewan. Kalau tidak, ditulis saja menerima semua binatang kecuali anjing dan babi," kata Mamah Dedeh dalam banyak video rekaman di media sosial.

Pernyataan ini dikecam oleh komunitas dokter hewan, dan Mamah Dedeh dalam program yang sama telah menyampaikan permintaan maaf.

Selain soal dokter hewan, Mamah Dedeh pernah menyebut dalam sebuah ceramahnya, bahwa orang-orang yang gemar bermain gadget adalah orang 'autis' - hal yang langsung diprotes oleh komunitas peduli autisme.

Topik terkait

Berita terkait