Mengapa dunia dilanda kegilaan pada bra handuk

Seorang perempuan berpose dalam Ta-Ta Towel hitam dan legging hitam Hak atas foto Tatatowel.com
Image caption Inilah Ta-Ta Towel, yang dianggap jenius oleh beberapa, dan 'agak jelek' oleh beberapa yang lain

Legging yang membuat bokong terlihat lebih bagus! Sarung telepon genggam menyala untuk swafoto yang lebih baik! Bra tempel untuk 'jadi boncengan anak perempuanmu!"

Ini hanyalah beberapa dari produk-produk perusahaan teknologi yang telah diluncurkan ke halaman media sosial perempuan dalam beberapa bulan terakhir, untuk mengejar pemasaran yang viral.

Dan sekarang, ada pula Ta-Ta Towel, yang selintas adalah yang paling menggelikan. Banyak digambarkan sebagai "hamok (ayunan buat dituran) payudara yang aneh" dan "aksesori payudara yang tidak diketahui sebelumnya bahwa kita butuhkan," ini adalah handuk penyerap untuk perempuan yang sekadar menutupi payudara mereka.

Produk ini menyerupai bikini halter-neck yang melilit di leher pemakainya - tapi terbuat dari kain handuk.

Pada saat penulisan ini, kegilaan media sosial sedang merubungi produk ini. Di didi lain, para pembencinya mengatakan: Sia-sia, tak berguna, jelek, sangat konyol.

Di sisi lain, yang suka Tim Ta Ta mengatakan: Sangat menyenangkan - tidak merugikan siapapun - dan menurut ibu menyusui, ini sangat membantu terbkait sejumlah alasan yang mungkin telah dilewatkan oleh beberapa pencelanya.

Hak atas foto Facebook

Apa pentingnya?

Nah, masyarakat kapitalis Barat terbiasa memperlakukan payudara secara seksual dalam upaya menjual barang dagangan. Miliaran dolar telah diperoleh menggunakan strategi ini. Tapi jika ada satu hal yang dapat disetujui kebanyakan orang, itu adalah bahwa Ta-Ta Towel bukanlah penutup payudara yang paling menarik secara seksual.

Kemungkinan besar, media sosial akan segera dibanjiri gambar-gambar perempuan jahil dan secara disengaja tampil tidak menarik, yang berpose menggunakan - kita sebut saja - TTT. Facebook dan Instagram tidak hanya untuk para narsisis, paling tidak- saat ada bahan baru untuk lelucon bersama.

Dunia telah menemukan wadah payudara yang terlihat lucu, dan banyak orang senang karenanya. Dan saat desain bra hanya berubah sedikit seiring dengan berjalannya waktu, mungkin ini bukan suatu kejutan.

Ini adalah peristiwa seorang perempuan inovatif mengambil alih kepemilikan sebuah isu perempuan, dan menemukan sebuah solusi.

Pencipta Ta-Ta Towel Erin Robertson tinggal di Los Angeles dengan pendingin udara yang rusak, dan langsung berkeringat di bagian bawah payudaranya begitu ia melangkah keluar dari kamar mandi.

Ia menulis di situs webnya: "Saya telah mencoba segalanya: Saya menyelipkan kain di bawah payudara saya, mencoba membalurkan bedak bayi ke sekujur tubuh saya, bahkan menyelipkan t-shirt di bawah payudara saya. Tapi kain tampak konyol, bedak bayi membuat saya terlihat lebih seperti adonan, dan kaos itu membuat saya berkeringat lagi. "

Ini tidak indah, tapi ini fakta - terutama di musim panas, dan untuk perempuan dengan ukuran bra lebih besar.

Itu membawa kita pada hal baru lainnya - wanita yang mengiklankan produk ini jauh lebih besar tubuhnya ketimbang model pada umumnya. Jalur peragaan busana jarang diisi mereka yang montok, dan Ta-Ta Towel hanya tersedia dari cup C sampai H. Ini adalah pemandangan yang tidak biasa, karena perempuan dengan ukuran yang agak besar jarang digunakan untuk menjual produk pasar massal. Terutama produk yang mengharuskan mereka berpakaian minim.

Dan bagi para ibu, ada bonus lain untuk kehebohan Ta-Ta: Ini adalah diskusi sulit tentang pemberian ASI yang biasanya hanya terjadi di kelompok-kelompok diskusi bayi.

Di blog pusat bayi miliknya, Sara McGinnis menulis tentang kerepotannya menangani tetesan ASI dari payudaranya di malam hari, dan bagaimana ia menyelipkan handuk kecil ke bagian depan kausnya setiap malam.

Tentu saja, tidak semua orang yang tertarik pada Ta-Ta Towel akan melalui pengalaman itu. Tapi hal ini mendorong diskusi jujur dan berempati mengenai apa yang terjadi pada perempuan di bulan pertama mereka menjadi ibu - dan dalam prosesnya membuat orang tersenyum.

Topik terkait

Berita terkait