Galeri Foto: Tari Saman massal libatkan 12.000 penari

Ribuan warga menarikan Tari Saman dalam gelaran kolosal di Stadion Seribu Bukit, Kecamatan Blang Kejren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada 13 Agustus 2017.

''Selain untuk memecahkan rekor MURI yang kedua kalinya, Tari Saman ini kado dari pemerintah Gayo untuk Republik Indonesia yang ke-72 tahun,'' ungkap wartawan lokal Hidayatullah kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto Chaideer Mahyuddin/AFP
Image caption Puluhan ribu warga laki-laki ikut serta dalam Tari Saman massal yang dipertunjukkan di Stadion Seribu Bukit, Kecamatan Blang Kejren, Kabupaten Gayo Lues, pada 13 Agustus 2017

Saat pertama diinisasi, acara tersebut hanya melibatkan 10.001 penari. Namun, kata Hidayatullah, saat penghitungan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) total penari disebutkan mencapai 12.262 orang. Dan, menurut MURI, tarian tersebut memecahkan 'rekor tarian kolosal dengan penari terbanyak di dunia'. Di tahun 2014, rekor serupa hanya diikuti oleh 5.057 penari.

Seluruh penarinya laki-laki, yang datang dari empat kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Timur. Total mereka berasal dari 11 kecamatan dan 145 desa.

Hak atas foto Chaideer Mahyuddin/AFP
Image caption Warga berasal dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Gayo, dan Kabupaten Aceh Timur.

''Saman Gayo memang hanya ditarikan para laki-laki dan tidak untuk perempuan,'' kata dia. Aslinya, imbuhnya, seluruh penari Saman juga berambut panjang.

Selain dikenal sebagai tarian pemersatu, antara sesama penari Saman juga terjalin kekerabatan khusus yang dinamakan Sirinen Gayo yang berarti keluarga Saman, 'yang lebih erat hubungan batinnya daripada keluarga sedarah'.

Hak atas foto Chaideer Mahyuddin/AFP
Image caption Menurut catatan Museum Rekor Indonesia (MURI), peserta yang ikut berjumlah 12.262 orang, memecahkan 'rekor tarian kolosal dengan penari terbanyak di dunia'. Di tahun 2014, rekor serupa hanya diikuti oleh 5.057 penari.

Ketika mereka menari dalam jangka waktu lama, ungkap Hidayatullah, penari Saman seperti orang kerasukan. Bahkan mereka sanggup menari sehari semalam. Syair dalam tarian Saman lebih kepada doa-doa yang mereka panjatkan.

Hak atas foto Chaideer Mahyuddin/AFP
Image caption Warga berasal dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Gayo, dan Kabupaten Aceh Timur.

Dulunya, kata Hidayatullah, Saman ditarikan setahun sekali pascapanen. Masyarakat menggelar tradisi Saman sebagai hubungan silaturahmi antara masyarakat dari desa yang satu dengan desa lainnya.

Hak atas foto Chaideer Mahyuddin/AFP
Image caption Tarian Saman massal ini digelar untuk memperingati Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Topik terkait

Berita terkait