Melajang dan tinggal di Bali, itukah kunci menuju kebahagiaan?

Bali Hak atas foto Dimas Ardian/Getty
Image caption Seorang pemuda menyewakan papan selancar di Bali. Menurut survei, indeks kebahagiaan orang Bali sepanjang tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan angka rata-rata kebahagiaan orang Indonesia.

Benarkah hidup melajang dan tinggal di Bali menaikkan tingkat kebahagiaan?

Menurut Adi Nugroho dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, indeks kebahagiaan orang Bali sepanjang 2017 lebih tinggi jika dibandingkan angka rata-rata kebahagiaan orang Indonesia.

Indeks tersebut disusun oleh tiga dimensi, yakni kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup.

Kondisi keamanan, kata Adi, memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepuasan hidup masyarakat Bali secara keseluruhan.

''Indikator penyusun kebahagiaan Bali paling tinggi adalah kepuasan terhadap kondisi keamanan. Yakni 80,16 yang merupakan subdimensi kepuasan hidup sosial,'' kata Adi di Denpasar, Jumat (18/8), seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Badan Pusat Statistik merilis Indeks Kebahagiaan Indonesia, Selasa (15/08). Tidak cuma Bali yang punya tingkat kebahagiaan di atas rata-rata. Kawasan timur Indonesia, yakni Maluku Utara, Maluku, dan Sulawesi Utara berada di spektrum atas indeks kebahagiaan Indonesia.

Lebih spesifik lagi, mereka yang paling bahagia umumnya adalah lajang berusia di bawah 24 tahun yang hidup di perkotaan.

Menurut indeks tersebut, kepuasan hidup mereka lebih tinggi (71,53) jika dibandingkan kelompok masyarakat berstatus menikah (71,09) atau mereka yang berstatus cerai hidup (67,83).

Hak atas foto BPS
Image caption BPS merilis Indeks Kebahagian Indonesia 2017 dalam skala 0-100

Sebaliknya di spektrum bawah alias yang tingkat kebahagiaannya paling rendah antara lain Provinsi Papua, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Indeks Kebahagiaan Indonesia 2017 diukur dari Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK). Hal lain yang juga disampaikan oleh Indeks Kebahagiaan Indonesia, yaitu:

  • Kepuasan hidup sosial bertambah seiring usia dan mencapai puncaknya saat usia 41-64 tahun
  • Laki-laki (71,12) lebih bahagia dari perempuan (70,30)
  • Provinsi Papua paling tidak bahagia (67,52), sedangkan Maluku Utara paling bahagia (75,68)
  • Masyarakat yang hidup di perkotaan lebih bahagia (71,64) daripada mereka yang bermukim di kawasan pedesaan (69,57)
  • Tingkat kebahagiaan penduduk yang cerai mati (68,37) lebih tinggi daripada yang bercerai hidup (67,83).

Jadi apakah Anda sudah termasuk yang bahagia? Jika tidak, mungkin Anda perlu pindah ke Bali.

Topik terkait

Berita terkait

Tautan inernet terkait

BBC tidak bertanggung jawab atas konten internet luar