Bendera RI terbalik: permusuhan Indonesia-Malaysia 'memalukan'

sahabat serumpun
Image caption Serumpun Sahabat Selamanya. Ilustrasi dari Facebook Page @sahabatserumpun.

Seorang warga Indonesia berkampanye dengan grafis animasi di Facebook @sahabat.serumpun, ingin mengajak warga net menyudahi permusuhan dengan Malaysia terkait insiden bendera terbalik. Sebab menurut dia 'permusuhan Indonesia-Malaysia dan sebaliknya memalukan'.

Namanya Chancil Chan, 25 tahun. Dia seorang pembuat ilustrasi lepas, yang kemudian mengisi halaman Facebook @sahabat.serumpun tersebut dengan berbagai grafis menarik tentang kemiripan budaya Indonesia dan Malaysia yang seharusnya dirayakan. Mulai dari nasi lemak hingga nasi uduk, dari lumpiah sampai popiah.

''Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei adalah empat negara bertetangga yang punya kemiripan di banyak aspek. We are Best Friend Forever (sahabat selamanya),'' tulis Chancil di lembar Facebook yang membawa misi 'mendinginkan konfrontasi' tersebut.

Chancil membuat halaman tadi sejak 2014, lantaran gerah melihat berjubel ketidaksukaan terhadap Malaysia di linimasa media sosialnya.

''Beberapa teman sudah kepalang benci Malaysia, cuma karena hal-hal sepele. Mereka tahunya Malaysia negeri maling, suka mencuri budaya, makanan tradisional, pakaian tradisional.''

''Saya mau mengangkat kembali bahwa Malaysia bukan negara yang buruk, kita saudara,'' ujarnya.

Berikut grafis-grafis lucu yang disuguhkan Chancil untuk mengajak warga net Indonesia bersahabat dengan negeri jiran Malaysia.

Image caption Nasi lemak dan nasi uduk. Ilustrasi Facebook Page @sahabat.serumpun
Image caption Nasi goreng. Ilustrasi Facebook Page @sahabat.serumpun
Image caption Lumpia dan popiah. Ilustrasi Facebook Page @sahabat.serumpun
Image caption Sejarah nusantara. Ilustrasi: Facebook Page @sahabat.serumpun
Hak atas foto BBC Sport
Image caption Bahasa Melayu. Ilustrasi: Facebook Page @sahabat.serumpun

Dua bulan lalu, saat dia dan perwakilan kreator konten medsos Asia diundang Kementerian Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan destinasi wisata Perak, kawannya seorang YouTuber Korea Selatan yang populer di kalangan orang Indonesia dicaci habis-habisan karena mengunggah video promosi wisata ke Malaysia.

''Baca komentarnya saya juga malu, karena dari orang Indonesia semua. Sampai ratusan komentar isi penghinaan. Sampai dia harus hapus video itu dan dia terpaksa bilang ke Kementerian Malaysia dia takut kehilangan subscriber, jadi dia lebih baik tarik kontrak dan menghapus video jalan-jalan di Malaysia,'' Chancil berkisah.

Sanggupkah Chancil dan upayanya 'mendinginkan konfrontasi'?

Sampai hari ini, Facebook Page @sahabat.serumpun memiliki sekitar 3.000 pengikut. Jumlahnya tergolong kerdil apabila dibandingkan dengan warga net yang kepalang tidak suka dan menggunakan tagar #shameonyouMalaysia di media sosial dan jumlahnya sudah lebih dari 87.000.

Ulah peretas Indonesia

Dua menteri Malaysia sudah menyampaikan permohonan maaf atas keteledoran Malaysian Organizing Commitee yang salah mencetak bendera Indonesia di buku suvenir SEA Games 2017.

Tetapi, kemarahan sejumlah warga net belum surut. Kelompok peretas yang mengatasnamakan diri sebagai Extreme Crew menyasar 29 situs web Malaysia.

Pada puluhan situs web tersebut, mereka mengubah tampilan dan menambahkan lagu latar patriotis Indonesia Pusaka, Ismail Marzuki, yang biasanya diputar saat peringat HUT Kemerdekaan Indonesia.

Pada situs yang diretas muncul foto buku suvenir SEA Games 2017, berikut tulisan ''!Bendera Negaraku Bukanlah Mainan!''

Berita terkait