Dicurangi atau tidak, aksi tim sepak takraw Indonesia 'langgar aturan' di SEA Games

Instagram / nahrawi_imam Hak atas foto Instagram / nahrawi_imam
Image caption Menpora menyebut 'keputusan wasit tidak adil.'

Aksi meninggalkan gelanggang (walk out) yang dilakukan tim sepak takraw putri saat menghadapi tim Malaysia memang menyalahi aturan tetapi lolos dari sanksi, kata pelatih.

Tim sepak takraw Indonesia melakukan walk out pada Minggu (20/08) setelah memprotes sejumlah keputusan wasit yang dianggap menguntungkan tim Malaysia di ajang pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara, SEA Games.

Wasit Muhammad Radi dari Singapura beberapa kali membatalkan servis yang dilakukan pemain Indonesia karena kaki pemain terangkat ketika melakukan servis.

"Keputusan walk out berdasarkan undang-undang sepak takraw tidak dibenarkan," kata manajer tim yang juga menjadi Presiden Persatuan Sepak Takraw Indonesia Syafrizal Bakhtiar.

Masih untung, setelah WO dari pertandingan lawan Malaysia dan mundur dari pertandingan melawan Filipina, tim putri masih berhak mendapat perunggu. Sempat muncul kekhawatiran bahwa perunggu ini tidak diberikan mengingat pelanggaran tersebut.

Hak atas foto AFP
Image caption Tim sepak takraw putra berlaga di Sea Games, Malaysia.

Tapi, Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) tidak memberikan sanksi setelah tim Indonesia melakukan komunikasi untuk meminta pertimbangan.

"(Harusnya) sanksinya tidak diberikan medali perunggu, serta bisa juga tidak dapat mengikuti nomor pertandingan berikutnya. Namun atas komunikasi yang kita lakukan akhirnya medali perunggu tetap diserahkan dan nomor event berikutnya dapat diikuti oleh tim putri Indonesia," jelasnya.

Persoalan servis

Hak atas foto EPA
Image caption Penyelenggara SEA Games memberikan medali perunggu untuk tim sepak takraw putri Indonesia meski memutuskan untuk walk out.

Tim Indonesia mempersoalkan lima servis yang dibatalkan wasit dalam pertandingan. Dalam peraturan disebutkan kaki yang menjadi tumpuan ketika melakukan servis harus berada di dalam lingkaran.

Hal ini memicu beragam pendapat di media sosial. Ada mengatakan pemain Indonesia memang melakukan kesalahan, sementara lainnya mempertanyakan sikap Indonesia yang harusnya tetap bertanding walau merasa dicurangi.

Pelatih tim Indonesia, Syafrizal Bakhtiar, mengatakan memang ada satu rekaman yang memperlihatkan servis pemain Indonesia salah, tetapi dalam kesempatan lain, "ada beberapa kali, yang dibatalkan oleh wasit itu, yang kita tidak menerimanya. Karena secara kasat mata kita melihat itu tidaklah terangkat," jelasnya.

Indonesia kini masih menduduki peringkat tiga dengan 10 medali emas dalam perolehan medali sementara di bawah Singapura dan Malaysia.

Malaysia sebagai tuan rumah Sea Games sebelumnya dikritik karena dalam buku panduan Sea Games bendera Indonesia tercetak terbalik.

Topik terkait

Berita terkait