Dari Raffi Ahmad sampai Syahrini, begini cara petugas mengejar pengemplang pajak mobil mewah

mobil mewah Hak atas foto AFP
Image caption Deretan mobil mewah yang terparkir di pusat perbelanjaan kelas atas di Jakarta.

Untuk menggenjot penerimaan pajak dari pemilik mobil mewah ibu kota Jakarta, petugas pajak aktif 'menyisir' pengemplang lewat media sosial.

Sosok publik yang dibidik antara lain Raffi Ahmad dan Syahrini. Keduanya diduga memiliki mobil mewah yang belum lunas pajaknya.

''Memang ada beberapa daftar artis yang menunggak pajak... Sampai dengan tanggal 31 Agustus 2017, kita tunggu,'' kata Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta Edi Sumantri, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Hak atas foto Twitter
Hak atas foto Twitter

Untuk mempermudah mekanisme, kata BPRD DKI Jakarta, mereka menghapuskan sanksi administrasi bunga apabila pengemplang pajak mobil mewah melunasi tunggakan mereka sebelum September.

Lewat batas yang ditentukan, penagih pajak bersama Dirlantas Polda Metro Jaya akan mendatangi para penunggak dari pintu ke pintu.

Lalu, berapa potensi pajak dari pemilik mobil mewah?

''Kalau dilihat dari rupiahnya hampir Rp400 miliar yang coba kita upayakan tagih,'' kata Edi. Total ada 1.700 mobil mewah - harganya di atas Rp1 miliar - yang belum bayar pajak. Sedangkan, potensi keseluruhan penarikan pajak dari tunggakan pajak mobil, termasuk di dalamnya mobil mewah, sebesar Rp1,6 triliun.

Hak atas foto AFP
Image caption Interior Ferrari, mobil mewah yang disita KPK pada 2014.

Sisir medsos untuk 'profiling'

Bisakah informasi di medsos dipakai sebagai sumber informasi bagi penagih pajak?

''Tentu saja bisa. Medsos salah satu sumber informasi di era Big Data ini,'' komentar pengamat pajak Yustinus Prastowo.

Medsos pun dinilai cukup efektif untuk mencari tahu rekam jejak harta wajib pajak, sebab kerap dipakai sebagai tempat berekspresi dan 'tak jarang narsistik'. ''Informasi yang diunggah wajib pajak bisa jadi petunjuk bagi penagih pajak untuk melakukan profiling (pencarian rekam jejak),'' kata Yustinus.

Tapi, dia menambahkan, pendekatan dan konsep profiling pengemplang pajak lewat medsos sifatnya lebih ke intelijen atau surveillance (pencatatan insiden). ''Bukan penegakan hukum, karena akurasi menjadi penting. Saat ini (yang dilakukan penagih pajak) masih sporadis dan parsial,'' kritik Yustinus.

Hak atas foto AFP
Image caption Rolls-Royce, mobil mewah sitaan KPK di tahun 2014. Menurut BPRD total ada 1.700 mobil mewah yang mengemplang pajak di Jakarta.

Soal heboh mobil mewah yang dikaitkan dengan Raffi Ahmad, ia menilai kinerja penagih pajak mengecewakan.

''Kasus ini menyisakan beberapa pertanyaan: jika pemiliknya bukan Raffi, lantas siapa? Importir? Apakah dia importir resmi yang sudah sesuai prosedur? Dan jika itu bukan milik Raffi, kenapa bisa memakai plat nomor yang biasa dipakai Raffi,'' kata Yustinus soal kasus penagihan pajak melalui medsos yang menurutnya berakhir 'anti-klimaks dan kurang mendidik'.

Menurutnya, jika penagih pajak mampu menyisir kasus tunggakan mobil mewah ini dengan baik, maka terbuka peluang untuk juga memburu potensi maha berlimpah di dunia digital. Terutama yang fokusnya ke selebgram dan selebtwit.

Dan di bawah ini, beberapa cuitan jenaka warga net kepada penagih pajak (taxmin) di medsos:

Hak atas foto Twitter
Hak atas foto Twitter
Hak atas foto Twitter

Topik terkait

Berita terkait