Bagaimana merias wajah setelah serangan air keras?

Foto Resham Khan setelah serangan, sebelum dan sesudah memakai riasan wajah. Hak atas foto Resham Khan
Image caption Foto Resham Khan setelah serangan, sebelum dan sesudah memakai riasan wajah. Resham Khan selamat dari serangan air keras pada Juli 2017 dan menuliskan tentang pengalamannya kini merias wajah setelah serangan tersebut.

Resham Khan menuliskan blog tentang kebiasaannya merias wajah setelah selamat dari serangan air keras pada ulang tahunnya ke-21.

Haruskah saya menggunakan alas bedak? Apakah cukup mengenakan maskara atau apakah saya harus menambah dengan bulu mata palsu? Banyak orang menghadapi pertanyaan ini setiap harinya sebelum berangkat kerja atau saat mereka akan pergi ke suatu acara.

Tapi apa jadinya ketika rutinitas berdandan ini berubah, mungkin untuk selamanya?

Mahasiswi bisnis Resham Khan selamat dari serangan siraman air keras pada ulang tahunnya ke-21 di London pada Juli lalu. Namun dia menderita luka bakar dan wajah dan tubuhnya dan mata kirinya rusak. Sejak itu, dia menulis di blog tentang caranya merias wajah.

Setelah foto-foto Resham merayakan Idul Kurban dibagikan di media nasional, dia mengungkap bagaimana sulitnya mempersiapkan diri untuk foto itu dan mengunggah foto dirinya sendiri tanpa riasan wajah.

"Pertama-tama, saya ingin menegaskan bahwa apa yang Anda lihat di internet tidak sama dengan kenyataan," Resham menulis dalam salah satu unggahan di blognya.

"Foto yang Anda lihat adalah hasil dari keputusan saya mencoba merias wajah secara lengkap. Dalam merias wajah, proses ini kini menjadi jauh lebih sulit."

Resham bisa mengkontur satu sisi wajahnya, namun rasanya sakit saat merias wajah, dan dia hanya bisa bermimpi untuk memakai bulu mata palsu lagi, tulisnya.

"Karena kulit saya menjadi keras, sulit untuk mencampur warna lipstik. Alis saya sudah terbakar dan tumbuhnya aneh jadi sulit membentuk alis, jadi saya hanya memberi sedikit warna dan tidak membentuknya menjadi sesuatu yang indah," dia melanjutkan. Sebelumnya dia menulis bahwa dia disarankan untuk tidak mencabut alisnya.

Hak atas foto Resham Khan
Image caption Resham juga membagikan foto-foto lain saat dia tidak mengenakan riasan wajah di blognya.

Namun riasan itu bisa membuatnya merasa menjadi seperti dirinya sendiri lagi.

"Saya menangis bahagia. Saya melihat di cermin dan merasa saya terlihat seperti diri saya yang dulu."

Resham mengakui bahwa dia menggunakan aplikasi untuk mengedit foto-fotonya, mengubah tingkat cahayanya, dan menjelaskan bahwa dia mengambil foto itu dari arah yang menyembunyikan "paduan bekas luka, warna merah muda, luka bakar, kulit keras dan kulit menonjol" di mukanya, selain juga "matanya yang aneh".

"Riasan wajah bisa sangat membantu, begitu pula sudut pengambilan foto dan penyuntingan. Saya suka mendapat pujian tapi kenyataannya yang tampak ini bukan sesuatu yang nyata."

Dia juga sudah mengunggah fotonya yang 'alami dan tak disunting' di Snapchat dan Instagram Live, katanya menjelaskan, dan mengatakan bahwa dia mencoba untuk positif dan tak sabar untuk operasi matanya.

Resham juga sudah menulis blog tentang sulitnya mandi karena dia harus menghindari beberapa zat kimia tertentu, dan dia harus keluar dari bak mandi untuk keramas agar sampo tidak mengenai kulitnya yang rusak.

Pengguna Twitter pun menyampaikan doa mereka untuk Resham.

"Baru saja melihat fotomu tanpa riasan wajah - kamu terlihat cantik! Saya terinspirasi dengan kekuatan dan kampanye untuk menyoroti serangan air keras," tulis seorang pekerja sosial untuk anak muda @AbigailOgier

Hak atas foto Resham Khan
Image caption Resham Khan mengalami luka bakar di muka, lengan, kaki, dan bahu setelah disiram air keras.

Resham dan sepupunya, Jameel Mukhtar, 37, disiram air keras pada 21 Juli lalu, yang disemburkan dari balik jendela mobil di London. Jameel masih mengalami luka serius.

John Tomlin, 25, telah didakwa dengan tuduhan kejahatan penganiayaan serius. Dia dijadwalkan untuk disidang pada November nanti di Snaresbrook Crown Court.

Serangan air keras tengah mengalami peningkatan di Inggris, meningkat dua kali lipat sejak 2012.

Topik terkait

Berita terkait