Kampanye kamera terbaru Nikon dituduh 'seksis'

Fotografer mengambil gambar di karpet merah di Festival Film Cannes. Hak atas foto Getty Images

Nikon mengakui kritik yang dilancarkan oleh komunitas fotografer mengenai ketiadaan fotografer perempuan dalam iklan terbaru mereka.

Pekan lalu, perusahaan Jepang itu mengawali kampanye yang menampilkan 32 fotografer profesional, yang semuanya pria, sebagai duta perusahaan tersebut untuk mempromosikan kamera terbaru mereka, D850, di Asia.

Saat ditanya oleh pengguna media sosial kenapa tidak ada perempuan yang dijadikan sebagai duta, Nikon mengatakan bahwa para fotografer perempuan yang diundang ke pertemuan sebelum peluncuran kampanye ini tidak ada yang bisa hadir.

Meski begitu, sebagian fotografer tetap tak puas dengan penjelasan Nikon.

Situs berita fotografi Fstoppers termasuk salah satu yang sejak awal mempertanyakan absennya perempuan dalam iklan merek tersebut dan menanyakan, "Apakah Nikon D850 hanya untuk laki-laki?".

Artikel itulah yang memunculkan diskusi di media sosial dan banyak fotografer mencuitkan kritik mereka pada Nikon.

Fotografer perang Lynsey Addario, yang adalah seorang duta Nikon, termasuk salah satu fotografer yang menyampaikan kekecewaannya.

Leah Millis, seorang wartawan foto untuk San Francisco Chronicle, mencuitkan bahwa "sedih membayangkan semua perempuan muda/remaja yang tidak melihat diri mereka" di tim Nikon.

Wartawan foto Kainaz Amaria menyebut insiden ini "memalukan", dan menanyakan "apakah tidak ada satu fotografer pun dalam foto bersama itu yang menyadari ada sesuatu yang salah".

Fotografer California Laurie Bailey menyebut kampanye tersebut "membuat malu" dan menuduh perusahaan pembuat kamera tersebut melakukan "seksisme yang parah".

Perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan di Twitter untuk mengakui kritik yang dialamatkan pada mereka dan untuk "berterima kasih pada komunitas yang mengangkat isu ini dan menantang kami".

Meski begitu, beberapa orang menilai Nikon gagal untuk menjawab kritik ini dengan layak.

Fotografer potret dan komersil Emilie Iggiotti menantang perusahaan ini untuk mengadakan acara lain dengan menampilkan "semua perempuan yang sudah dikontak dan tidak bisa hadir", sementara fotografer dan videografer Diego Reynoso mencuit bahwa "menyedihkan untuk mendengar alasan semacam ini".

Melissa Bender, seorang wartawan foto lepasan, membalas ke Nikon dan mengatakan bahwa surat mereka "gagal melihat bahaya yang ditimbulkan di sini dan tidak menunjukkan keinginan untuk berdialog dengan lebih bermakna".

Topik terkait

Berita terkait