Presiden Putin sebut inovasi dokter muda Indonesia pendiri klinik asuransi sampah sebagai 'misi khusus'

gamal albinsaid dan putin Hak atas foto Gamal Albinsaid
Image caption Gamal Albinsaid menerangkan tentang Klinik Asuransi Sampah yang dididirkan untuk masyarakat tak mampu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut langkah yang dilakukan dokter muda di Malang, Gamal Albinsaid, pendiri 'klinik asuransi sampah' untuk warga tak mampu, sebagai 'misi khusus'.

"Anda menangani salah satu hal terpenting dan terpuji, dengan hasil yang jelas. Ini adalah misi khusus, dan bukan hanya sekedar profesi," kata Putin kepada Gamal di sela festival internasional pemuda dan pelajar, World Festival for Youth and Students 2017, di Moskow dan Sochi yang berlangsung sampai hari Minggu (22/10).

Gamal beserta teman-temannya di Malang, Jawa Timur, saat masih menjadi mahasiswa, mendirikan Klinik Asuransi Sampah, untuk masyarakat tak mampu yang dapat berobat dengan biaya sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik dan kardus.

Melalui proyek sosial ini, Gamal meraih banyak penghargaan internasional, termasuk penerima penghargaan pertama Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards, di Inggris pada awal 2014 yang diserahkan langsung oleh Pangeran Charles.

Dalam pertemuan dengan Presiden Rusia pekan lalu, Putin juga meminta Gamal untuk mengembangkan inovasinya dengan para pemuda dari negara-negara lain.

"Saya rasa, untuk aspek ini, Anda dapat berkolaborasi dengan mitra dari India … untuk bekerja sama dengan mereka yang benar-benar peduli dengan kesehatan masyarakat. Secara keseluruhan, gagasan Anda pantas mendapat penghargaan dan dukungan. Terima kasih untuk itu," kata Putin.

Hak atas foto Gamal Albinsaid
Image caption Putin menyebut gagasan klinik asuransi sampah sebagai 'misi khusus'.

Terkait pelayanan kesehatan secara gratis (murah), Putin mengatakan, "Satu-satunya misi pelayanan kesehatan adalah membantu masyarakat. Namun kita perlu berhati-hati dalam bergerak pada industri operasi medis ini. Masyarakat perlu menyadari bahwa mereka bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri."

Selain Kilinik Asuransi Sampah, Gamal tengah mengembangkan dua inovasi lainnya, Siapa Peduli, penggalangan dana untuk masyarakat tak mampu dan Home Medika, aplikasi untuk mengirim dokter di daerah-daerah Indonesia.

Hak atas foto Gamal Albinsaid
Image caption Putin bersama para pemuda berprestasi dari seluruh dunia.

BBC Indonesia membuka pertanyaan-pertanyaan untuk Gamal melalui Facebook dan inilah jawabannya:

Hak atas foto Gamal Albinsaid
Image caption Gamal berbicara di depan para peserta festival pemuda dan pelajar dunia.

Rin Rivani - Seperti apa Putin dimata Anda?

"Pertanyaan Anda terjawab ketika saya di sana. Saya orang yang suka belajar kepada tokoh-tokoh besar. Ketika berdiskusi hampir satu jam dengan beliau, saya memperhatikan mulai cara beliau berjalan, cara beliau menatap, cara beliau berbicara, cara beliau duduk, cara beliau berkomunikasi dengan pengawalnya ketika terjadi sesuatu, cara beliau menjamu tamu.

Terlepas dari beliau sosok yang kontroversial di mata banyak pihak dan banyaknya pro-kontra terhadap beliau atas kebijakan luar negerinya yang memberikan berbagai penilaian dari berbagai sudut pandang, saya merasakan aroma kepemimpinan yang kuat dan tegas pada dirinya, serta beliau adalah pendengar yang baik."

Novi Karim - Bagaimana caranya agar dapat bergabung dengan misi sosial ini?

"Kami punya banyak inovasi kesehatan, di antaranya Garbage Clinical Insurance, siapapeduli.id, dan homedika.com. Alhamdulillah banyak relawan dari berbagai kota dan berbagai bidang yang bergabung."

Budi Gunanto - Adakah gerakan mengurangi sampah atau zero waste di Indonesia?

Cholisun Nasoich - Apakah program ini sejalan dengan BPJS?

"Program kami fokus pada rekayasa sosial atau social engineering. Sebelumnya masyarakat berpikir bahwa sampah tidak berguna dan kesehatan itu mahal. Ketika kami datang ke masyarakat, kami sampaikan, Pak, Bu, sekarang tidak usah khawatir lagi, Bapak,Ibu bisa berobat ke klinik kami secara gratis tapi cukup membayar sampah seharga 10.000 setiap bulan.

Dengan inovasi ini, kami mampu merubah persepsi dan kebiasaan masyarakat. Apalagi saat ini, dengan bekerja sama dengan BPJS, kami bisa meningkatkan sampai layanan kesehatan sekunder dan tersier, peserta asuransi sampah kami bisa operasi dan rawat inap cukup dengan membayar premi dari sampah.

Bayangkan pasien bisa operasi dengan cukup membayar sampah secara rutin. Jika ada waktu mampirlah ke tempat kami, anda akan melihat bagaimana inovasi ini mendorong pengelolaan sampah rumah tangga secara bertanggung jawab. Bahkan tidak sedikit dari member asuransi kami yang mengumpulkan dan memilah sampah dari tempat kerjanya atau daerah sekitarnya. Kami berharap dan berdo'a inovasi ini bisa menjadi salah satu alternatif peningkatan kesadaran lingkungan yang efektif dan efisien dengan pendekatan rekayasa sosial."

Heri Kurnia Utama - Bagaimana cara meyakinkan warga untuk mengolah sampah dan sadar lingkungan terutama Indonesia?

"Benar sekali apa yang anda sampaikan, terima kasih sudah melengkapi gagasan dan pemikiran ini. Prof. Notoamidjojo pernah menasehatkan, apapun yang dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak swasta tidak akan berpengaruh besar tanpa diikuti kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kesehatan mereka.

Saya yakin pemikiran tersebut juga berlaku dalam konteks kesadaran lingkungan. Masalah sampah di Indonesia itu bukan masalah teknologi, tapi masalah sosial, oleh karenanya harus diselesaikan dengan rekayasa sosial.

Kita butuh inovasi-inovasi yang mampu membangun budaya pengelolaan sampah. Dengan program ini, kami bersyukur dapat membangun kesadaran masyarakat dengan merubah persepsi dan kebiasaan mereka dalam pengelolaan sampah.

Apa yang kami lakukan adalah memasukkan sampah pada bisnis asuransi sehingga secara eksponensial meningkatkan nilainya dengan mengkonversinya menjadi layanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier. Semoga banyak pihak bisa mereplikasi inovasi ini, sehingga memberikan dampak yang lebih luas. Apa Anda tertarik mereplikasinya?"

Apa program ini hanya ada di malang atau udah meluas di daerah bahkan negara lain?

"Selama tiga tahun terakhir, Alhamdulillah banyak pihak terinspirasi dan telah mereplikasi. Kami juga komitmen selama tiga tahun menjadikan program ini open source.

Tantangan terbesar selanjutnya untuk pihak-pihak yang mereplikasi adalah memastikan daya keberlangsungan atau sustainabilitas dari inovasi ini. Hal tersebut, dikarenakan banyak pihak yang mereplikasi tidak memahami model bisnis dari kewirausahaan sosial ini. Kami sudah memiliki tim yang siap mendampingi siapapun yang ingin mempelajari dan mengembangkan inovasi ini."

Agus August - Apa yang akan Anda lakukan agar program ini bisa dirasakan warga tidak mampu dari Sabang sampai Merauke?

"Pertama, Alhamdulillah, kami bersyukur, sudah banyak sekali pihak yang terinspirasi, tergerak, lalu kemudian mereplikasi inovasi ini.

Kami yakin pentingnya kolaborasi Academy, Business, Government, dan Community.

Dengan integrasi empat sektor tersebut proses replikasi bisa berlangsung secara massive. Dari sisi Academy, kami melakukan proses scientifikasi dan uji ilmiah dengan mengevaluasi social impact dan finansial impact dari inovasi kami.

Universitas yang memberikan dukungan antara lain Universitas Brawijaya, Cambridge University, California University, Queensland Univeristy. Dari sisi perusahaan, kami bersyukur banyak perusahan dalam dan luar negeri memberikan dukungan, mulai dari Unilever, Siemens, Boehringer Ingelheim, Airasia, ADB, BNI Syariah, Bank Permata Syariah.

Kami juga mendapatkan dukungan dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), khususnya Dirjen Pengelolaan Sampah, Bapak Sudirman yang mendorong pemerintah daerah mereplikasi inovasi ini. Dengan perhatian dan ketulusan berbagai pihak itu, menjadi spirit kami untuk memberikan dampak lebih luas di masyarakat. Kami secara internal juga telah membuat manual book yang dibantu langsung oleh dosen di Cambridge University dan telah menunjukkan tim ahli dan tim replikator untuk mendukung dan mendampingi pihak-pihak yang berminat mereplikasi inovasi ini."

Topik terkait

Berita terkait