'Bantulah beruang madu yang menderita karena selfie': seruan hentikan swafoto dengan hewan

foto dengan beruang madu. Hak atas foto Scorpion
Image caption Turis tengah berfoto dengan beruang madu di Bali.

Video Ajib dan Marsha, seekor beruang madu dan bayinya di tur wisata alam dan margasatwa di Bali yang tengah bermain dan difoto bersama turis diangkat organisasi Animals Asia dalam satu petisi yang diberi judul "bantulah beruang madu yang menderita karena selfie."

"Ajib dan bayinya Marsya dipaksa untuk memeluk dan berpose bersama turis di Indonesia," lanjut Animals Asia dan menambahkan bahwa "binatang ini dipindahkan jauh dari habitat alami mereka."

David Neale, direktur kesejahteraan hewan pada Animals Asia mengatakan petisi yang baru-baru ini dikeluarkan dimaksudkan untuk "meningkatkan kesadaran eksploitasi beruang madu dan bayinya... Binatang ini menderita karena dipaksa di situasi seperti ini dan dengan menekan fasilitas itu untuk mengakhiri ekspoloitasi dan dapat menjadi contoh bagi kebun binatang dan taman safari lain di Asia."

Hak atas foto Scorpion
Image caption Ajib dan Marsya dalam video yang dibuat Scorpion.

Praktek foto bersama binatang, terutama bayi-bayi binatang, banyak ditemukan di kota-kota lain di Asia, kata Neale.

Video tentang beruang madu di Bali Elephant Camp di Pod Chocolate diambil oleh LSM di Indonesia, Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group dan sempat diunggah melalui media sosial dan menjadi viral Juli lalu sebelum diangkat menjadi petisi.

Diselamatkan dari perdagangan ilegal

Inda Trimayo Yudha, pendiri Bali Elephant Camp menyatakan wisata margasatwa itu merupakan salah satu pusat penangkaran gajah dan beruang di Bali, bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA).

"Ajib diselamatkan oleh BKSDA dari perdagangan ilegal saat bayi. Karena ditaruh di kandang kecil, binatang ini tak mampu berkembang memiliki ketrampilan bertahan di alam liar dan tergantung pada manusia," kata Inda.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Beruang di kebun binatang Bandung diberi coklat oleh pengunjung.

Inda mengatakan fakta bahwa Ajib yang kini memiliki bayi merupakan bukti bahwa beruang ini dipelihara dengan baik.

"Mereka terbiasa diadopsi (dipelihara manusia, kita tak pernah memaksa mereka. Tamunya (ada yang) kecewa karena mereka di atas pohon (sehingga tak bisa foto). Mereka enjoy (senang) karena mereka dapat treat (hadiah) buah... Tapi kalau secara resmi dilarang karena teori secara akademis tak boleh, kita siap kok (untuk melarang)," tambah Inda.

Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengakui bahwa pemerintah belum menetapkan standar terkait atraksi dengan binatang, termasuk foto bersama.

"Kalau selfie bisa mendunia dalam beberapa detik dan orang menganggap bahwa image itu yang benar. Jadi campaign (kampanye) untuk animal rights dan animal welfare (hak binatang dan hak kesejahteraan binatang) menjadi penting," kata Wiratno kepada BBC Indonesia.

Belum ada aturan

"Saya memastikan untuk mengevaluasi berbagai praktek dan melakukan public dialog (dialog dengan masyarakat) untuk petunjuk teknis tentang peragaan (binatang) ini, dan memastikan ada kejelasan. Sekarang belum ada, mana yang boleh dan tak boleh," tambahnya.

Dalam video yang diambil Scorpion, Ajib antara lain "tengah menghisap kakinya, contoh perilaku yang biasanya disebabkan oleh trauma," kata Animals Asia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Beruang madu di Bandung Januari lalu yang mengejutkan banyak orang karena kurus.

Video juga menunjukkan kandang kecil, tempat Ajib dan Marsha yang disebutkan diletakkan bila turis telah pulang.Organisasi ini menyebutkan mereka menawarkan pihak di Bali untuk "memberi nasehat dalam meningkatkan kesejahteraan binatang, tetapi saat kami menekankan agar praktek (foto) dengan turis dihentikan, fasilitas ini menghentikan komunikasi."

Inda sendiri menyatakan tidak diminta penjelasan langsung oleh Animals Asia ataupun Scorpion tentang praktek foto bersama beruang ini.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Beruang madu ditangkap penduduk di Sumatra Barat pada Januari 2015 lalu dan diserahkan ke BKSDA.

Ia juga menjelaskan bahwa kandang dibuat sebagai tempat transisi agar Marsya tak diserang induk jantannya.

"Yang jantan tak suka dengan anaknya dan bisa diserang. Sesama beruang harus diwaspadai... Mereka bisa membayakan dirinya dan orang juga," kata Inda.

Kasus beruang madu pernah di kebun binatang Bandung yang kurus tak terawat juga diangkat organisasi ini pada Januari lalu. Beruang madu itu sempat terlihat makan kotorannya sendiri karena kelaparan.

Topik terkait

Berita terkait