Perempuan Australia membuat akun bahasa gaul Indonesia

Catherine Emily Hak atas foto Catherine Emily
Image caption Catherine Emily: Dengan bahasa gaul bisa lebih akrab.

Seorang warga Australia, Catherine Emily, membuat akun bahasa gaul di media sosial, kata-kata yang menurutnya membuat orang lebih akrab.

Sejumlah kata-kata yang paling disenangi Catherine, yang belajar bahasa Indonesia sekitar 10 tahun lalu, termasuk "Kasihan deh lo, cinlok (cinta lokasi), jangan galau dan jotang (jodoh belum datang) dan parah nih."

Warga Australia yang pernah kerja di Komnas Perempuan ini mengatakan banyak orang Indonesia yang menggunakan bahasa gaul dan bukan bahasa resmi.

"Bahasa gaul lebih akrab, lebih nyata. Orang Indonesia pakai gaul, gak pakai bahasa dari kamus," kata Catherine menjawab berbagai pertanyaan melalui Facebook BBC Indonesia dalam segmen #TanyaBBC.

"Semua orang pakai (bahasa) gaul, kalau mau berbicara sama orang Indonesia kayak lokal (penduduk setempat), pasti harus pakai gaul," tambahnya.

Hak atas foto Catherine Emily
Image caption Catherine (paling kiri) duduk bersama teman-temannya.

Lebih mudah bergaul

Catherine yang rajin mengumpulkan istilah bahasa gaul lewat akun Facebook, meraih penghargaan kompetisi bahasa Indonesia tingkat nasional di Australia, National Australia Indonesia Language Awards, NAILA 2017.

"Kalau pakai bahasa gaul, orang lebih cepat menyambut dalam pembicaraan. Ini karena bahasa gaul menunjukkan Anda benar-benar berinteraksi dan berdedikasi dalam bahasa Indonesia."

"Bila bahasa resmi yang dipakai seakan menciptakan jarak antara kamu dan lainnya. Coba bayangkan bila teman-teman atau penjaga toko atau orang di pompa bensin bicara seperti pembawa berita, tentunya jadi tak nyaman bukan? Kedengaran lama dan sombong untuk pakai bahasa formal dalam kegiatan sehari-hari."

"Jadi lebih mudah untuk bergaul dengan orang baru dengan bahasa gaul," katanya lagi.

Bahasa gaul yang sering dipakai Catherine termasuk jangan galau dan kepo banget sih (ingin tau sekali).

"Jangan galau, (sering saya pakai) karena bisa sering digunakan untuk ganggu orang supaya jangan galau. Tak ada terjemahan langsung untuk kata ini, namun saya ingin pakai dalam bahasa Inggris juga." kata Catherine kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

"Kepo banget sih, (ini dipakai) karena yang nongkrong di jalan teriak dan mau tau kalau saya udah ada pacar. Mereka tanya dengan genit dan kadang-kadang mereka tawarkan dirinya sebagai calon!"

Hak atas foto Catherine Emily
Image caption Nasib membawa Catherine ke Indonesia dan langsung jatuh cinta katanya.

Catherine yang tinggal di Alice Springs mengatakan nasib yang membawanya ke Indonesia...beberapa tahun lalu.

"Setelah gw (saya) masuk Indonesia, jatuh cinta sama budaya budaya. Indonesia sangat majemuk - tertarik banget," tulisnya.

Catherine juga mengatakan senang mendengar orang-orang Indonesia menambah akhiran "in" dan bukannya "kan".

"Misalnya, fotoin. Saya suka banget cara orang Jakarta bilang "in" daripada "kan", suka logat Jakarta, dan ketika saya pakai "in" saya merasa bagian dari ibu kota."

Istilah lain adalah jotang alias jodoh belum datang.

"Saya tak sering pakai (istilah) ini, tapi selalu (terdengar) lucu!"

Hak atas foto Catherine Emily
Image caption Catherine mengatakan "suka banget" dengan logat Jakarta.

Inilah rangkuman jawaban Catherine atas pertanyaan-pertanyaan Anda melalui Facebook BBC Indonesia

Apa nih rencana selanjutnya setelah memperdalam bahasa gaul?

Belajar bahasa gaul tak pernah akan selesai karena bahasa gaul baru selalu dibuat. Saya senang banget orang Indonesia pakai bahasa sepert itu, dengan menambah dan memotong kosa kata untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam kehidupan mereka. Sangat kreatif.

Saya ingin membuat video hiburan yang dapat membantu mereka yang belajar bahasa Indonesia untuk menambah kosa kokata mereka. Cita-citaku.

Ada gak pengalaman lucu yang susah lupa? Misalnya dikatain orang, tapi orangnya gak ngerti kalau kamu bisa bahasa Indonesia

Saya berada di warung di Bali, sedang makan sendiri dan waktu itu hujan lebat, jadi saya tak bisa langsung pergi. Ada sejumlah orang di warung yang dari aksennya dari Jakarta. Saya dengar mereka dan saya ingin bicara dengan mereka tapi malu.

Akhirnya saya pakai jaket hujan yang ada tulisan Go-Jek, dan saya bisa melihat orang-orang Jakarta pasti ingin tahu mengapa ada bule yang pakai jaket hijau mencolok.

Salah seorang dari mereka berkomentar dan langsung saya tanggapi dengan logat Jakarta juga. Mereka semua terkejut! Ini karena sebagian besar bule di Bali tak bisa pakai bahasa Indonesia terutama bahasa gaul Jakarta. Saya masih berteman dengan mereka.

Hak atas foto Catherine Emily
Image caption Karikatur untuk Catherine dari teman-temannya.

Kapan lagi ke Indonesia?

Saya akan kembali ke Indonesia tahun 2018. Saya akan ke Jakarta dan Bali untuk ketemu teman-teman dan (mantan) rekan kerja di Komnas Perempuan.

Nim R R - Sejak usia berapa suka dengan bahasa Indonesia dan mempelajarinya?

Mulai belajar 10 tahun yg lalu. Tapi, gak konsisten.

Yudha Negara - Kenapa memutuskan memilih Indonesia? Kenapa bukan Malaysia, Vietnam atau yang lainnya?

Indonesia memilih gue - gue gak memilih Indonesia! Itu nasib aja. Setelah gw (saya) masuk Indonesia, jatuh cinta sama budaya budaya. Indonesia sangat majemuk - tertarik banget.

Bayu Patria Putra - Selain bahasa apa yang membuat mbak Emily jatuh cinta dengan Indonesia?

Gak pernah mengerti seleruh indonesia - budaya, bahasa, sejarah, politik, emang kompleks. Suka tantangan.

Lazuardi Lesmana - Hal menarik apa yang kamu dapat di Indonesia, Catherine?

Nongkrong sama orang di jalan, semua orang punya cerita yang menarik. Gue suka banget naik sepeda motor, suka sejarah Indonesia, suka sifat Indonesia.

Rendy Tresna Kurniawan - Sering kongkow kongkow dimana kalau malam?

Di mall dong

Yuli Ahmad - Jomblo kaga nih?

Kepo banget sih!

Nah apa lagi bahasa gaul yang bisa Anda infokan kepada Catherine?