Tak adakah hukum yang melindungi Valent, anjing kecil yang terkurung 8 jam dalam mobil?

Valent Hak atas foto Tommy Prabowo Facebook
Image caption Valent ditinggal pemiliknya di mobil selama delapan jam di mall, Jakarta.

Seekor anjing yang ditinggal oleh pemiliknya di dalam mobil di area parkir sebuah mal selama delapan jam menjadi viral di kalangan warganet.

Aktivis perlindungan hak hewan sempat berencana untuk melaporkan pemilik anjing bernama Valent itu dengan Undang-undang Peternakan, namun proses itu kini menjadi mediasi.

Kisah anjing Valent yang terperangkap dalam mobil pertama diketahui lewat akun Twitter Tommy Prabowo, yang mencuitkan bahwa dia menemukan anjing dalam mobil yang diparkir di sebelah mobilnya di mal Grand Indonesia, pada Jumat (1/12) sore.

Dan saat dia kembali ke mobilnya lagi enam jam kemudian, Tommy masih mendapati mobil itu, beserta anjing di dalamnya.

Melalui cuitannya, Tommy juga merinci bahwa dia kemudian memanggil petugas keamanan, termasuk menggunakan layanan panggilan mobil, untuk mencari si pemilik mobil dan anjing.

Pada jam 23.13 WIB, saat pemilik belum datang, menurut Tommy, "anjing sampai naik ke dashboard karena udah kepanasan haus dsb (dan sebagainya)."

Tommy menambahkan lagi bahwa si pemilik baru keluar jam 00.43 WIB "habis menonton film".

Perdebatan mulut antara keduanya terjadi. Dalam unggahan Tommy, dan bahwa si pemilik menyatakan bahwa dialah yang paling mengetahui si anjing dan anjing Valent sudah terbiasa ditinggal di mobil.

Rekaman tersebut juga memperdengarkan si pemilik mengatakan bahwa dia merasa kasihan bila anjing Valent harus ditinggal di rumah, dan dia membelikan makanan di mini market.

Anjing yang sama, menurut warganet lain yang melaporkan pada Tommy, juga kemudian dibawa dalam mobil bernomor polisi sama ke mal lain.

Menurut catatan Spredfast, tagar #SelamatkanValent yang digunakan Tommy sudah dipakai ulang hampir 14.000 kali. Dan dalam akun Instagramnya, Garda Satwa menyatakan akan melaporkan kasus ini ke polisi.

Hak atas foto SPREDFAST
Image caption Penggunaan tagar #SelamatkanValent yang dicatat oleh Spredfast

"Kami ingin sekali bertemu pemilik anjing tersebut untuk mensosialisasikan bahwa hal tersebut masuk kategori penelantaran hewan dan melanggar UU Peternakan no 41 Tahun 2014 dan bisa dikenakan pidana sesuai pasal 91 dengan hukuman kurungan dan denda," kata mereka lewat akun Instagramnya.

Namun, Annisa Ratna Kurnia dari Garda Satwa Indonesia pada Senin (4/12) menyatakan bahwa kini organisasinya dan pemilik Valent didorong untuk melakukan mediasi oleh kepolisian.

"Selama berjam-jam tadi mediasinya sangat alot, kita tunda briefing masing-masing dulu maunya seperti apa. Tergantung nanti, baru mungkin kita laporin atau baru tahu langkah selanjutnya," kata Annisa.

"Gak harus punya anjing...untuk sedikit peduli dan punya hati"

Menurut Annisa, tujuannya melaporkan insiden ini "bukan untuk memenjarakan pemilik, tujuan besar kita adalah edukasi, bahwa hal ini salah dan tidak boleh dilakukan".

Annisa menambahkan bahwa pemilik Valent mengajukan permintaan maaf, tapi tidak merasa bahwa apa yang dilakukannya salah.

"Persepsi dia membawa anjingnya ke mal karena anjingnya pengen ikut, ingin memanjakan anjingnya, ingin menuruti anjingnya, menyenangkan anjingnya, tapi faktanya adalah penelantaran, dan owner-nya tetap masih tidak terima dengan fakta itu," kata Annisa.

Garda Satwa, menurut Annisa, ingin mengambil alih untuk mengurus Valent, sambil tetap membuka jalur komunikasi dengan pemiliknya. Nantinya mereka berharap bisa memantau dan memastikan bahwa si pemilik bisa menunjukkan bahwa dia tidak akan mengulang perlakuannya lagi.

Namun, pada wartawan di Polsek Tanah Abang, Elishia, pemilik Valent, menyatakan bahwa dia tidak berniat menyiksa Valent, tapi anjingnya itu akan selalu mengikutinya ke manapun dia pergi. Dan si anjing terpaksa harus ditinggal dalam mobil karena mal tak membolehkan hewan peliharaan masuk.

Annisa mengakui bahwa aturan perlindungan secara spesifik terhadap hewan peliharaan masih belum ada dalam undang-undang di Indonesia, namun dalam kasus seperti ini mereka 'disarankan' untuk menggunakan Undang-undang Peternakan no 41 Tahun 2014 yang dendanya bisa mencapai Rp5 juta.

Sementara, jika menggunakan KUHP pasal 302, untuk penyiksaan terhadap binatang, pelaku hanya diancam pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

Sebelumnya, aturan itu akan diterapkan pada dua pengguna Instagram yang membuat geram warganet setelah video yang beredar menunjukkan mereka mengumpani satwa Taman Safari Bogor dengan 'alkohol'.

Para pelaku, di hadapan petugas kepolisian, kemudian mengaku menyesal karena tindakannya membuat publik menghujat mereka.

Tommy Prabowo sendiri mengatakan dalam cuitannya "Saya yakin, Valent-valent diluar sana banyak, keinginan manusia punya binatang peliharaan, tanpa edukasi cukup dan nurani, akan mengancam kehidupan mereka."

Sementara melalui akun Facebooknya, Tommy menulis, "Dapet banyak sekali pertanyaan, apakah saya memiliki anjing? apakah saya pejuang anjing? jawaban saya tidak dan bukan. ya karena menurut saya, gak harus punya anjing atau pecinta anjing, untuk sedikit peduli dan punya hati."

Berita terkait