Sentilan Ridwan Kamil untuk menarik pemilih milenial, efektifkah dan pantaskah?

Ridwan Kamil kembali memicu perdebatan karena foto yang dia unggah di Instagram dianggap sebagai bentuk persekusi di media sosial.

Hak atas foto Instagram Ridwan Kamil/@ridwankamil
Image caption Foto Instagram Ridwan Kamil.

Salah seorang calon Gubernur Jawa Barat ini mengunggah dua potret dirinya yang tengah bergaya di belakang dua anak muda yang disebutnya sedang 'mojok' di Hutan Bakau Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, 2 Maret 2018.

Postingan ini disukai 335.000 kali, mendapatkan 11.000 komentar, dan memicu perdebatan di media sosial. Mereka yang setuju menganggap postingan Ridwan Kamil ini lucu dan bahkan ada pula yang berharap kedua orang tersebut segera menikah.

"Yaaahhh tercyduk deh lg mojok... semoga segera Halal ya mbak, mas...," tulis ade.vidianti.

Namun ada juga warganet yang tidak setuju dengan tindakan Ridwan Kamil, antara lain arsitek dan penulis Avianti Armand yang berpendapat tindakan ini adalah bentuk persekusi via media sosial.

Pendapat Avianti ini di-retweet hingga 1.300 kali dan mendapat 172 komentar.

Adapun Andhyta F Utami melalui akun Twitternya @Afutami berharap Ridwan Kamil sebagai pempimpin bisa melakukan hal yang lebih baik ketimbang hal seperti itu.

Di akun Instagram Ridwan Kamil, beberapa komentar juga menyoroti pilihan kata Ridwan Kamil, seperti "cekrek-cekrek" dan "handphone jadul" yang biasa dipakai oleh sebuah akun gosip.

"Ya Allah si Akang sudah beralih jadi akun gosip," kata salah seorang warganet di Instagram @ridwankamil.

"Wkwkwkkw bapak polower sejati lambe turah. Asa paham hengpong jadul dan babang tamvan," kata akun @khairapriz.

Cara berkomunikasi dengan milenial

Pengamat politik Universitas Padjajaran, Firman Manan, menilai bahwa postingan tersebut adalah salah satu strategi Ridwan Kamil membangun pencitraan untuk menyasar pemilih milenial Jawa Barat yang religius.

"Ini strategi Ridwan Kamil untuk menunjukkan citra, bahwa meskipun nampak tidak terlalu serius ada sisi-sisi religiusitas yang bisa ditangkap oleh pemilih," kata Firman pada BBC Indonesia, Senin (05/03). Apalagi, di Jawa Barat mayoritas pemilih beragama Islam dengan kecenderungan tingkat religiusitas yang makin tinggi.

Di media sosial, Ridwan Kamil menyasar generasi milenial, pemilih muda kelas menengah di perkotaan:

"Jadi konten dan narasi bahasanya menyesuaikan dengan target pemilih, karena pemilih bukan pemilih lanjut usia yang bicara isu dengan serius," jelas Firman Manan.

Hak atas foto Instagram/@ridwankamil
Image caption Ridwan Kamil dinilai ingin merebut suara pemilih muda.

Apalagi, Firman menjelaskan bahwa menurut KPU, 30% pemilih di Jawa Barat adalah para pemilih pemula sehingga Ridwan Kamil yang punya banyak pengikut di media sosial dilihat punya kelebihan dibanding calon-calon lainnya.

"Selain dalam hak jumlah, dia punya kelebihan karena sudah terbiasa berkomunikasi dengan para milenial lewat media sosial. Calon yang lain juga pasti akan berusaha berkomunikasi, tapi mereka belum terbiasa," kata Firman.

Instagram @RidwanKamil punya 7,8 juta pengikut, hanya sekitar 500.000 lebih sedikit dibanding pengikut Presiden @Jokowi di Instagram yang mencapai 8,3 juta.

Twitternya diikuti tiga juta orang dan Facebooknya punya lebih dari dua juta fans.

Ridwan Kamil melalui tim kampanyenya membantah bahwa foto tersebut adalah strategi kampanye. "Foto tersebut diambil secara spontanitas dan bukan merupakan konten atau strategi kampanye. Tidak ada niat yang tidak baik. Seperti jomblo yang cukup sering menjadi tema postingan Ridwan Kamil dengan banyak angle," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Kampanye Ridwan Kamil-UU, Arfi Rafnialdi.

Kedua orang yang menjadi subjek foto mengetahui bahwa Ridwan Kamil mengambil foto dan tidak keberatan dengan pengambilan gambar. "Tidak ada suasana tegang, gaduh, apalagi sikap-sikap yang mengintimidasi dan mempermalukan kedua pasangan tersebut," kata Arfi.

Walikota Bandung yang sedang cuti ini juga bukan sekali membuat sensasi melalui Instagramnya dan sebagai kepala daerah dengan pengikut terbanyak di Instagram, jelas tindak-tanduknya di Instagram selalu menarik perhatian.

Sebelumnya perdebatan panas sempat terjadi di akun Instagram @ridwankamil ketika Ridwan menulis posting yang meminta istrinya untuk "merawat tubuh dan wajahnya agar selalu kinclong dan bersih karena sudah bagian dari kodrat statusnya".

Kemudian, dia juga disoroti saat menuliskan "semoga ia bukan lelaki" pada unggahan selebritis perempuan Thailand yang memuji kota Bandung.

Dalam wawancaranya dengan BBC Indonesia, Januari lalu, Ridwan mengaku bahwa ucapanya sering disalahtafsirkan.

"Sebenarnya itu tafsir kultural ya. Misalkan begini, saya bilang di balik lelaki hebat di belakangnya ada wanita hebat. Bagi feminis itu mungkin dianggap sesuatu yang ofensif, oh berarti wanita harus selalu ada di belakang," katanya.

Padahal maksudnya tidak demikian.

"Bagi saya tidak bermaksud. It's just a simple thing (ini hal yang sederhana), tapi ditafsir, dibaca berbeda, sebagai pemimpin, kalau ternyata maksudnya baik tapi ditafsirnya tidak baik, saya minta maaf."

Sejak 15 Februari, Ridwan Kamil sudah tidak menjabat lagi sebagai wali kota Bandung untuk cuti Pilkada Jawa Barat bersama calon wakil gubernurnya UU Ruzhanul Ulum.

Salah satu lawan Ridwan Kamil pada pilkada nanti adalah Deddy Mizwar yang berpasangan dengan bupati purwakarta nonaktif Dedi Mulyadi.

Pada November 2016, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga sempat memicu perdebatan di kalangan warganet karena memotret seorang pelajar berkerudung yang memakai celana sobek-sobek.

Masalahnya, Dedi mengambil fotonya bersama anak tersebut dan menyebarluaskan wajah anak itu di Twitter sehingga tindakan Dedi dianggap sebagai salah satu bentuk cyber bullying.

Setelah mendapat banyak protes, dia pun menerangkan bahwa maksudnya mengunggah foto itu adalah untuk "menjelaskan ketidaksesuaian pakaian tersebut". Dia pun minta maaf dan menghapus postingannya.

Topik terkait

Berita terkait